Ditikung Kakak Kandung

Ditikung Kakak Kandung
Bab 107


__ADS_3

Setelah memberikan susu formula itu pada Haidar, pada akhirnya bayi mungil itu pun tertidur dengan pulas. dan tanpa sadar, air mata dari laki-laki berwajah manusia itu luruh membasahi pipi.


"maafkan Ayah sayang. doakan Ayah agar dapat menemukan Mamamu."ucap laki-laki itu berbisik dengan lembut di telinga Putra kecilnya itu.


Tak lama berselang, laki-laki itu segera keluar dari dalam kamarnya setelah memastikan putranya tertidur dengan nyenyak dan juga aman.


"apa Kakak masih ingin menemui Naomi?"tanya Tiara. saat wanita itu, tidak sengaja berpapasan dengan laki-laki yang berstatus sebagai suami dari sahabatnya itu.


"iya. kalau begitu, saya pergi dulu. tolong jaga Haidar selama aku pergi."setelah mengatakan hal itu, Zidane berlalu pergi dari sana. namun sebelumnya, laki-laki berwajah manis itu menepuk pundak dari Tiara beberapa kali Dan tersenyum sopan.


"pasti."sahutnya Seraya menganggukkan kepala.


****


"mau apa kau ada di sini?"tanya sebuah suara yang berasal dari belakang tubuh Zidane. membuat laki-laki berwajah manis itu, seketika menoleh ke arah sumber suara. dan mendapati sosok yang membuat petaka itu bermula.


"bukan urusanmu!"setelah mengatakan hal itu, Zidane memutuskan untuk melanjutkan langkah kakinya untuk masuk ke dalam rumah keluarga Orlando.


"tunggu dulu! aku belum selesai untuk berbicara!"Sentak Yudha Seraya menarik kerah baju Zidane. hingga membuat si pemilik baju, seketika melangkah mundur karena tertarik dengan sangat kuat ke arah belakang.


"apa yang kau lakukan? aku tidak memiliki urusan denganmu! jadi aku mohon, lepaskan aku!"ucap laki-laki itu dengan nada suara yang sangat dingin dan juga dengan aura yang sangat menakutkan.


Sementara Yudha, laki-laki itu menatap garang ke arah Zidane. hingga membuat keduanya, bersitatap satu sama lain.


"apa yang kalian lakukan?"pertanyaan dari seseorang di ambang pintu, membuat atensi kedua laki-laki itu seketika teralihkan. dan mereka berdua, menatap ke arah sumber suara.


Tanpa pikir panjang lagi, Zidane segera menghampiri Naomi dengan ekspresi wajah yang begitu dingin dan juga menyeramkan.


"Di mana keberadaan istriku?"tanya Zidane pada mantan kekasihnya itu.


"kenapa kamu malah bertanya padaku? bukankah kamu adalah suaminya? seharusnya, kau lebih mengenal istrimu itu daripada aku!"ucap Naomi Seraya terkekeh pelan dan Terdengar sangat meremehkan.

__ADS_1


"jangan bermain-main denganku Naomi! sekarang, lebih baik kau katakan saja di mana keberadaan istriku?!"tanya laki-laki itu menatap tajam arah mantan kekasihnya itu.


Bukannya takut, Naomi justru tertawa dengan sangat keras. seakan, tengah menertawakan tindakan konyol dari mantan kekasihnya itu.


"aku tidak tahu!"jawab wanita itu dengan entengnya. membuat Zidane yang mendengar itu, seketika mengeram tertahan.


Sementara Yudha, laki-laki itu hanya menatap dua orang yang ada di hadapannya itu dengan tatapan penuh kebingungan dan juga penuh tanda tanya. apalagi tentang perkataan dari keduanya yang membahas tentang."istri"


"apa yang kalian bicarakan?"tanya Yudha dengan tampang bodohnya. sayangnya, pertanyaan dari laki-laki itu tidak didengarkan oleh Naomi maupun Zidane. mereka berdua, sibuk untuk membahas sesuatu yang lebih penting daripada harus menerangkan dan menjawab pertanyaan dari laki-laki itu.


"sekarang, katakan dengan sejujur-jujurnya di mana kau menyembunyikan istriku?!"tanya laki-laki itu Seraya menarik kerah baju milik Naomi.


Jangan mentang-mentang, Naomi adalah seorang wanita sehingga Zidane takut terhadapnya. karena pada kenyataannya laki-laki itu tidak akan pernah takut dengan siapapun selama dirinya merasa benar.


"aku tidak tahu!"sentaknya mencoba untuk melepaskan cengkraman dari kerah bajunya.


Karena merasa percuma berbicara dengan wanita seperti itu, pada akhirnya Zidane memutuskan untuk pergi dari sana. namun sebelum itu, laki-laki itu sempat mendengar penuturan dari mantan kekasihnya.


"jika kau ingin benar-benar tahu tentang istrimu itu dan di mana keberadaannya, nanti kita akan membahasnya lagi!"setelah mengatakan hal itu, Naomi segera pergi dari sana dan kembali masuk ke dalam rumahnya.


Selepas kepergian dari Zidane, Yudha juga ikut masuk ke dalam rumah milik keluarga Orlando itu.


"apa maksudmu?"tanya Yudha Seraya menarik lengan dari mantan istrinya itu. hingga membuat si pemilik tubuh yang ditarik oleh Yudha, menatapnya dengan tatapan yang sangat garang.


"jangan bertindak tidak sopan seperti itu!"ucapnya melotot tajam.


"makanya cepat beritahu aku apa yang sebenarnya terjadi!" Yudha semakin mendesak.


Membuat Naomi yang mendengarnya, seketika menghirup udara sebanyak mungkin. dan setelahnya, menghembuskannya secara perlahan.


"aku tidak bisa lagi untuk melanjutkan kerjasama ini!"

__ADS_1


"kenapa?"


"karena aku sudah tidak memerlukanmu lagi!"


Seketika itu pula, jantung dari Yudha berdetak dengan sangat kencang. dengan nafas yang mulai memburu. menandakan, bahwa laki-laki itu tengah menahan amarah yang luar biasa.


"Setelah semuanya, kau mencampakkanku begitu saja?!"tanya laki-laki itu dengan tatapan nyalang.


Naomi yang mendengar itu, seketika mengedikkan bahunya acuh. dan tanpa basa-basi, wanita itu segera mendorong tubuh dari Yudha untuk keluar dari rumahnya.


"aku tidak terima kau perlakukan seperti ini!" pekik laki-laki itu penuh dengan amarah. dan tak lama berselang, laki-laki itu pergi dari sana.


Sementara Naomi yang ada di dalam, mengumpat kesal. tak berselang lama, wanita itu mendapatkan kabar. bahwa sebentar lagi, misi mereka akan berhasil.


"aku sangat menanti kehancuranmu sayang!"gumamnya pelan. tak lama berselang, wanita itu tertawa dengan sangat kencang. akan tidak ada beban di dalam dirinya setelah melakukan perbuatan mengerikan itu.


***


"euuumm. egh."terdengar lenguhan panjang dari atas tempat tidur. dan Hal itu membuat laki-laki yang berada di samping wanita itu, ikut membuka mata. hingga membuat keduanya, seketika bersitatap.


"ka...kamu, kenapa bisa ada di sini Jordan?"tanya Asmirandah dengan nada yang sangat panik.


"tentu saja kita akan bersenang-senang!"jawab laki-laki itu dengan nada entengnya. namun juga, dengan senyuman yang menyeringai.


"a..apa maksudmu?"jangan bilang, kau bekerja sama dengan Kak Naomi?"tanya wanita itu dengan nada menuduh.


Karena memang, terakhir Asmirandah mengingat bahwa dirinya tengah berada di pemakaman kedua orang tuanya. dan beberapa saat kemudian, sudah tidak sadarkan diri. dan sekarang ini, dirinya berada di dalam sebuah tempat asing bersama dengan Jordan. tentunya otak kecilnya itu langsung connect.


"hahaha kau benar sekali sayang! aku yang memberitahu tentang pernikahan rahasiamu dengan Zidane. dan juga, aku yang memberitahu tentang posisi-posisi lengah agar Naomi menerormu."jawabnya dengan nada yang sangat lantang.


"kenapa kamu melakukan ini?"tanya Asmirandah dengan nada terbata-bata dan juga tubuh bergetar hebat.

__ADS_1


"jawabannya hanya satu. karena aku, ingin memilikimu."ucapnya Seraya melompat ke atas tempat tidur. tentunya Hal itu membuat Asmirandah yang belum siap, seketika langsung tertangkap oleh tubuh Jordan.


Memang di dunia ini, kita tidak boleh terlalu percaya dengan sesama manusia. jika tidak ingin, merasakan kecewa dan juga sakit hati yang terlalu dalam.


__ADS_2