Ditikung Kakak Kandung

Ditikung Kakak Kandung
Bab 149


__ADS_3

Setelah cukup lama berbincang-bincang, Jordan dan juga kedua orang tuanya memutuskan untuk pindah ke tempat lain. karena memang, Sahara dan juga Garda sengaja meluangkan waktunya untuk menemui Putra tunggalnya itu.


Kebetulan hari ini, Garda memiliki banyak waktu luang. sehingga laki-laki paruh baya itu memiliki waktu yang leluasa untuk berbincang-bincang dengan Jordan.


"kita mau pindah ke mana?"tanya Jordan menatap ke arah kedua orang tuanya itu secara bergantian.


"bagaimana kalau kita makan di tempat yang dulu pernah kita temui?"tawar Sahara pada suami dan juga putranya.


"boleh juga aku setuju."sahut Garda dengan cepat.


Sementara Jordan sendiri, laki-laki yang memiliki jambang tipis di kiri dan kanan wajahnya itu, sesekali menatap ke arah pergelangan tangan seperti tengah melihat sesuatu.


Sahara dan juga Garda yang menyadari akan hal itu, seketika saling pandang satu sama lain.


"Sepertinya kau sedang sibuk?"tanya Garda pada putranya itu.


Membuat Jordan yang awalnya menunduk, seketika menatap ke arah ayahnya itu dengan tatapan serius.


"sebenarnya sih iya. tapi kalian jarang-jarang ke sini,"ucapnya menghela nafas panjang."Ya sudahlah lebih baik kita segera pergi ke sana."sambung laki-laki itu Seraya beranjak dari tempat duduknya.


Dan dengan segera mulai melangkahkan kakinya untuk menuju ke tempat yang telah disepakati oleh ketiga orang itu.


Di sepanjang perjalanan, dua manusia itu paruh baya itu seketika saling pada satu sama lain seperti tengah membicarakan sesuatu melalui bahasa isyarat. dan pada akhirnya, bahasa isyarat itupun berakhir.


"apakah kamu memiliki seseorang yang saat ini dekat denganmu?"tanya Garda Seraya menatap lurus ke depan.


Sementara Sahara, wanita paruh baya itu hanya terdiam ingin menunggu bagaimana reaksi dari putranya itu.


Jordan sendiri, tampak terdiam untuk beberapa saat kemudian. sebelum pada akhirnya, laki-laki yang memiliki jambang tipis di kiri dan kanan wajahnya itu mengganggu sama.


Hal itu sukses membuat kedua manusia paruh baya itu, membulatkan kedua matanya.


"siapa sayang? kenapa kamu tidak memberitahukan hal ini pada Mama dan juga Papa?"tanya Sahara dengan sedikit antusias.

__ADS_1


"benar apa yang dikatakan Mama kamu. kenapa kamu tidak memberitakan hal ini pada kami?"tanya Garda ikut menimpali.


Sementara Jordan sendiri, masih setia akan kebukamannya. sepertinya laki-laki yang memiliki jambang tipis di kiri kanan wajahnya itu masih memikirkan baik buruknya jika akan mengatakan kebenarannya ini pada kedua orang tuanya.


"nanti kalian juga akan tahu jika sudah waktunya."ucap laki-laki itu dengan tenang.


Tak lama berselang, mereka telah sampai di tempat tujuan. dan dengan segera, memesan makanan yang dari dulu menjadi favorit mereka bertiga.


"bagaimana rasanya apakah sama seperti dulu?"tanya Jordan dengan rasa penasaran.


"tentu saja rasanya masih sama karena orang yang membuat, juga masih sama."jawab Garda Seraya kembali menyantap mie ayam yang ada di hadapannya saat ini.


Mereka segera menyantap makanan yang mereka pesan dengan sesekali akan bercengkrama dengan pemilik rumah makan itu. yang memang kebetulan, kenal dan juga akrab dengan keluarga Jordan.


"Jadi siapa wanita yang berhasil merebut hati Putra Mama ini?"tanya Sahara dengan raut wajah penasaran dan nada menuntut.


Karena sejujurnya, wanita paruh baya itu sudah merasa tidak sabar ingin memperkenalkan pasangan dari Jordan kepada seluruh keluarga besar Prakoso. agar putranya itu, tidak selalu dipandang rendah oleh semua orang yang ada di sana. Terutama, Oma Keisha. Karena Wanita rentah itu, masih sering menggunjing putranya karena tidak kunjung mendapatkan pasangan.


Dan jika Jordan memiliki pasangan maka Zahara akan merasa bangga dan sedikit membanggakan putranya itu di depan keluarga besar suaminya.


Tentunya Hal itu membuat Sahara yang mendengarnya, sedikit merenggut. namun tak lama berselang, wanita itu kembali ceria. tak apalah untuk saat ini mereka main tebak tebakan dulu nanti jika sudah waktunya, maka Sahara akan langsung memperkenalkan wanita itu pada keluarga Prakoso.


Membayangkan hal itu saja, membuat Sahara sudah merasa tidak sabar. dan sesekali, wanita paruh baya itu akan tersenyum tipis.


sementara Jordan yang ada di kursi kemudi, sesekali akan melirik ke arah kedua orang tuanya yang berada di kursi belakang.


'jika nanti kalian mengetahui siapa wanita yang aku cintai, aku harap kalian akan menerimanya. karena jika tidak, aku akan langsung membawanya pergi dan tidak akan pernah ditemukan oleh kalian semua.' batin Jordan penuh dengan tekad.


***


"Ya sudah Mama sama Papa pulang dulu ya,"pamit Sahara pada Putra tunggalnya itu.


Jordan hanya menganggukkan kepala. kemudian segera mengantarkan kedua orang tuanya itu untuk menuju ke pesawat pribadi yang memang telah menunggu.

__ADS_1


"kalian jaga kesehatan di sana. karena aku disini, dalam keadaan baik-baik saja."ucap Jordan penuh dengan kelembutan pada kedua orang tuanya terutama pada Sahara sang Bunda.


"iya sayang. kalau begitu kamu pulang dulu ya,"ucap wanita paruh baya itu penuh dengan kelembutan.


Dan pada akhirnya, mereka kembali ke tempat tinggal masing-masing.


***


Sementara itu di tempat lain, terlihat Asmirandah tengah berjalan-jalan di sekitaran rumah itu dengan ditemani beberapa pengawal dan juga pelayan yang memang ditugaskan untuk menjaganya di saat Jordan tidak ada di sana.


"Nyonya Mau makan apa?"hanya salah satu pelayan yang ada di sekitaran Asmirandah.


Sementara wanita hamil itu sendiri, hanya terdiam. Karena sejujurnya, pikiran dari Asmirandah masih melanglang buana ke tempat di mana putranya berada.


"Nyonya kenapa melamun seperti itu?"pertanyaan dari para pelayan itu seketika menghentikan pikirannya.


"tidak aku tidak apa-apa. aku hanya ingin istirahat."setelah mengatakan hal itu, Asmirandah Kembali menuju kamar pribadinya.


"kalian semua boleh pergi dari sini."perintah wanita hamil itu pada para pekerja di rumah itu.


"baik nyonya."sahut mereka serempak dan langsung memutuskan untuk pergi dari sana.


***


"Mama benar-benar kangen sama kamu sayang." gumam Asmirandah dengan ucapan yang begitu lirih. dan tak lama berselang, wanita itu mengeluarkan bulir bening dari dalam kedua matanya.


***


Sementara itu di tempat lain, terlihat seorang wanita yang juga tengah berbadan dua terlihat telah mempersiapkan diri. Karena Wanita itu, akan bertemu dengan seseorang.


"Tiara, Kau mau ke mana?"pertanyaan dari seseorang, seketika menghentikan aktivitasnya. tak lama berselang, wanita itu menoleh ke arah sumber suara.


"Oma Keisha, ini aku mau pergi sebentar."jawab wanita itu dengan senyuman yang begitu tulus dan juga hangat. dan tentunya, hal itu tidak benar-benar dilakukan oleh Tiara. entah bagaimana caranya wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu, tidak lagi memperlihatkan senyum tulusnya secara benar-benar dan juga sempurna.

__ADS_1


Gas yuk intip.



__ADS_2