
Sementara itu di kediaman Prakoso, terlihat Tiara yang baru saja selesai mandi dan juga saat ini tengah berdandan dengan begitu cantiknya. entah apa yang dipikirkan oleh wanita berambut panjang sampai pinggang itu sehingga saat ini tengah bersolek di depan kaca.
sementara bayi mungil itu, masih berada di dalam box bayi dengan tangisan yang begitu menyayat hati. bagaimana tidak, bayi yang seharusnya masih mendapatkan asupan makanan dari air kehidupan itu, harus dibiarkan kelaparan oleh Tiara dari pukul 03.00 pagi tadi. Karena Wanita itu, memberikan 'Susu'buatannya, terakhir jam 12.00 malam tadi.
Tentunya itu bukan susu yang sebenarnya. karena Tiara dengan sengaja, memberikan bayi malang itu susu dengan campuran air bekas rendaman beras yang sudah dimasak sedemikian rupa oleh wanita itu.
Entah apa yang terjadi nantinya, jika sesepuh keluarga Prakoso tahu. tentang apa yang dilakukan oleh Tiara.
"huh menyusahkan sekali."ucap wanita itu bangkit dari tempat duduknya dan dengan segera menghampiri box bayi. di mana bayi mungil itu berada. dengan sangat tidak hati-hati, Tiara menggendong bayi malang itu dan membawanya menuju wastafel.
Di sana dengan tanpa perasaan, wanita itu memandikan bayi prematur seperti tengah memandikan boneka sangat kasar dan tidak berperikemanusiaan.
Setelah membersihkan tubuh mungil itu, Tiara segera memakaikan baju dan juga diapers pada bayi mungil itu. dan setelah selesai, segera memberikan minuman yang telah dia racik.
Beruntungnya, bayi malang itu tidak menunjukkan reaksi apapun atas perlakuan dan juga atas asupan yang diberikan oleh sang ibu. karena jika tidak, maka Tiara akan langsung mendapatkan dampratan dari keluarga terpandang itu. karena dinilai, telah lalai dan dengan sengaja membuat penerus mereka celaka.
"nah mending kau tidur saja!"ucap wanita itu tajam saat melihat perlahan-lahan, bayi yang berada di dalam box bayi itu tertidur pulas dengan botol berisi 'minuman' racikannya.
Tepat saat bayi itu tertidur pulas, terdengar suara ketukan pintu dari arah luar kamarnya. tentu saja hal itu membuat Tiara merasa sedikit panik. cinta itu dengan segera menyingkirkan sesuatu yang menurutnya berpotensi membongkar perbuatannya itu.
Setelah semuanya selesai untuk disembunyikan, wanita itu bergegas mengambil putranya dengan sedikit kasar. namun untungnya, bayi mungil itu tidak terganggu sedikitpun.
__ADS_1
"Sayang kau sudah bangun?"tanya Oma Keisha saat mendapati cucu kesayangannya bersama dengan bayi yang ada di tangannya.
"sudah Oma. aku juga sudah sarapan. Terima kasih atas fasilitas yang rumah berikan saat ini. ini semua, memudahkanku untuk menghasilkan air kehidupan yang berkualitas untuk Putraku ini."ucapnya Seraya mencium pipi gembul milik bayi itu dengan perasaan terpaksa.
tak lama berselang, wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu sedikit tersentak karena mencium aroma yang tidak sedap dari tubuh mungil putranya. dengan diam-diam, wanita itu segera mengambil sebuah minyak yang berada tidak jauh dari tempatnya berdiri saat ini. tanpa sepengetahuan dari wanita renta itu, Tiara segera mengoleskan minyak itu pada tubuh dan wajah putranya.
"apakah putramu ini sudah mandi?"tanya Oma Keisha menatap ke arah bayi mungil yang saat ini tengah tertidur pulas itu. Tiara menganggukkan kepala.
"kalau begitu kita harus berjemur sebentar. dan setelah ini, kita akan ke rumah sakit untuk mengecek perkembangan dari putramu itu."mendengar pernyataan dari wanita sepuh itu, tentu saja hal itu membuat Tiara menegang seketika.
"kenapa harus sekarang Oma?"tanya wanita itu dengan spontan. membuat wanita rentak itu, seketika menaikkan sebelah alisnya.
"euuumm maksudku kenapa tidak menunggu Putraku ini berumur satu atau dua bulan saja. lagi pula di sana, akan banyak bertebaran virus di mana-mana. dan aku tidak ingin, terjadi sesuatu pada Putraku."ucap Tiara dengan ekspresi wajah penuh harap.
"hmm baiklah kalau begitu. kita akan pergi ke rumah sakit, setelah putramu ini berusia 2 bulan."putus Oma Keisha pada akhirnya.
Dan hal itu sempat membuat Tiara yang mendengarnya, ternama untuk beberapa saat. sebelum akhirnya, wanita itu pun ikut tersenyum senang.
mereka segera melangkahkan kakinya untuk menuju ke teras rumah untuk menjemur bayi mungil itu terlebih dahulu.
"apakah kau sudah memberikan nama untuk putramu ini?"tanya Oma Keisha secara tiba-tiba saat mereka sudah berada di luar rumah.
__ADS_1
Tiara menoleh sebentar. dan pada akhirnya wanita itu menggelengkan kepala. karena memang Tiara belum menemukan nama untuk putranya itu. Ralat! lebih tepatnya, tidak mau ambil pusing tentang nama anak yang memang tidak ia inginkan.
"apakah Oma boleh memberikan nama untuk putramu ini?"tanya wanita renta itu dengan hati-hati. karena memang di dalam keluarga Prakoso, nama seorang bayi itu harus ditentukan oleh kedua orang tua kandungnya sendiri tanpa harus dicampuri oleh pihak keluarga yang lain. Itu sudah keputusan mutlak dari sesepuh sesepuh Prakoso yang dulu.
Tiara yang mendengar itu seketika menganggukkan kepala. membuat wanita rentak itu, seketika tersenyum dengan begitu riangnya. tanpa pikir panjang lagi, wanita itu segera menjatuhkan satu kecupan di pipi gembul milik cicitnya itu.
"emang namanya siapa Oma?"tanya wanita itu dengan raut wajah tidak sabar. karena jujur saja, Tiara juga merasa antusias ingin mendengar nama yang terbaik untuk putranya itu. yang jelas, lebih baik dari nama Putra Zidane dan juga Tiara.
"Elvio Keanu Prakoso. bagaimana menurutmu, apakah namanya sangat cantik?"tanya Oma Keisha dengan raut wajah berbinar.
Tiara tanpa sadar menganggukkan kepala dan tersenyum tipis. kemudian menjatuhkan satu kecupan tepat di pipi putranya itu.
"baiklah kalau begitu! setelah ini, kita akan mengadakan pesta penyambutan untuk Elvio."ucapnya tersenyum senang.
Setelah selesai menjemur baby Elvio, Oma Keisha mengajak Tiara untuk menuju ruang keluarga. karena di sana, semua orang tengah berkumpul.
"semua, dengar perkataanku ini!"ucap wanita renta itu Seraya bertepuk tangan sebanyak tiga kali. membuat semua orang yang ada di sana, seketika menoleh dan terfokus pada satu..
"tiga hari lagi, kita akan mengadakan pesta penyambutan untuk Elvio. Oma harap, kalian akan menampilkan performa terbaik kalian."ucap wanita itu dengan sedikit lantang.
"Elvio?" beo semua orang yang ada di sana. membuat Oma Keisha yang mendengar semua itu, seketika menganggukkan kepala.
__ADS_1
"nama dari Putra Zidane dan juga Tiara, adalah Elvio Keanu Prakoso. dan hal itu sudah disetujui oleh si pemilik anak yang tak lain adalah ibunya. jadi Oma harap, kalian tidak ada yang protes akan keputusan ini."ucap wanita itu dengan tegas.