Ditikung Kakak Kandung

Ditikung Kakak Kandung
Bab 59


__ADS_3

Mendengar penuturan dari wanita itu, seketika membuat Zidane menatap ke arah sang kekasih dengan tatapan yang menunjukkan rasa kecewa yang luar biasa.


"kenapa kamu melakukan itu Asmirandah?"tanya Zidane menatap tajam ke arah wanita yang berstatus sebagai kekasihnya itu.


Tubuh Asmirandah seketika bergetar hebat bukan karena merasa takut. tapi merasa kecewa pada hidupnya sendiri. karena Lagi Dan Lagi, wanita itu mengalami kegagalan dalam masalah percintaannya.


Sungguh Asmirandah merasa sangat tidak kuat jika harus kembali mengalami kegagalan seperti itu.


"aku mohon, maafkan aku Bang."batin Asmirandah menjerit dengan raungan yang begitu memilukan. dan tentunya, yang dapat mengetahui raungan itu, Asmirandah sendiri dan Tuhan tentunya.


"kenapa kamu diam saja Asmirandah? katakan padaku, bahwa apa yang aku dengar ini, adalah sebuah dusta?"tanya laki-laki berkulit hitam manis itu dengan tatapan tajam namun juga dalam.


Hal itu semakin membuat Asmirandah merasa tidak berkutik dan merasa sangat bersalah dengan laki-laki itu. tanpa berkata apa-apa lagi, Asmirandah melangkahkan kakinya untuk keluar dari restoran tempat mereka bertemu.


Tentu saja, hal itu membuat Zidane yang melihatnya, segera berlari ingin menghampiri kekasihnya itu. namun hal itu langsung dicegah oleh Naomi yang langsung mencekal pergelangan tangan dari laki-laki itu.


"kamu mau ke mana, Sayang? sudahlah biarkan dia pergi! lebih baik, kita menghabiskan waktu kita di tempat ini. apakah kau tidak ingat jika tempat ini adalah tempat kita memadu kasih dulu?"tanya Naomi dengan raut wajah tidak tahu diri dan juga kata-kata yang begitu menjijikan di telinga Zidane.


"lepaskan!"Sentak laki-laki itu Seraya melayangkan tatapan tajam pada wanita yang pernah ada dalam hatinya dulu. "apakah kau tidak memiliki urat malu, sehingga kau melakukan hal in?"tanya Zidane dengan tatapan tajam menghunus.


Naomi yang mendengar itu, seketika terhenyak. wanita itu sama sekali tidak menyangka, bahwa dirimu akan menemukan kata-kata menyakitkan yang keluar dari mulut laki-laki yang sampai saat ini, masih mendiami hatinya itu.


"ka..kau berani mengatai aku seperti itu? Sadar Zidane, aku adalah wanita yang kamu cintai dulu. Dan kamu berjanji, akan menerima dan memaafkan apapun yang aku lakukan. tapi sekarang, kenapa kamu seperti ini?!"teriak Naomi menggelegar.

__ADS_1


Sepertinya wanita itu, tidak memperdulikan tatapan dari semua orang yang menatapnya dengan tatapan aneh. karena merasa malu dengan tingkah laku dari wanita itu, Zidan dengan segera melangkahkan kakinya untuk keluar dari sana. dan hal itu diikuti oleh Naomi.


Wanita itu berusaha untuk mengejar dan menggapai tangan dari laki-laki yang masih sangat ia cintai itu.


"tolong jangan seperti ini Naomi, kau mempermalukan dirimu sendiri!"ucap laki-laki itu penuh dengan penekanan.


"aku tidak peduli Zidane. yang aku pedulikan saat ini, adalah bisa bersama denganmu lagi."ucap wanita itu dengan muka tebal tebal tembok. karena Naomi berkata dengan tanpa rasa malu di dalam dirinya.


Zidane yang mendengar itu, seketika menghirup udara sebanyak mungkin. dan beberapa saat kemudian, menghembuskan secara perlahan.


"kamu pernah dengar, kan kalau aku akan memaafkan apapun yang kamu lakukan asal tidak perselingkuhan? Dan hal itu, yang saat ini aku lakukan."ucap Zidane dengan nada yang direndahkan.


Namun hal itu justru mampu membuat Naomi yang mendengarnya, Diam membeku tak berkutik.


"kenapa kamu melakukan ini Zidane? aku sungguh-sungguh mencintaimu. tapi kenapa kamu melakukan hal ini?"tanya wanita itu dengan raut wajah frustasi.


Karena laki-laki itu, berencana akan meminta penjelasan pada Asmirandah tentang apa yang ia lakukan saat ini.


Sementara Naomi, wanita itu menatap nanar kepergian dari Zidane yang semakin lama semakin menghilang dari pandangannya.


"aku bersumpah! akan membuatmu kembali bertekuk lutut padaku! karena sampai kapanpun juga, kamu akan menjadi milikku. tidak akan ada wanita lain yang akan memilikimu! termasuk juga Asmirandah!"setelah mengatakan hal itu, Asmirandah segera pergi meninggalkan tempat itu. tanpa memperdulikan tatapan dari semua orang yang menatapnya dengan tatapan aneh dan juga kebingungan.


Tanpa disadari oleh semua orang, ada seseorang yang mengamati interaksi mereka semenjak berada di dalam restoran. siapa lagi orangnya jika bukan Jordan. niat laki-laki itu untuk mengikuti sang kakak sepupu, akhirnya membawa langkahnya mengetahui tentang permasalahan mereka.

__ADS_1


"kasihan kamu Asmirandah! aku harus berusaha untuk menghiburnya."Jordan segera melangkahkan kakinya untuk pergi dari sana. lihat laki-laki itu, ingin mencari keberadaan Asmirandah.


****


"hiks hiks hiks. maafkan aku Bang. aku tidak ada niatan untuk membuatmu membenciku."ucap Asmirandah menangis terisak di sebuah taman yang terdapat berbagai macam bunga yang begitu wangi.


Tentu saja, hal itu membuat Asmirandah merasa sangat tenang. tiba-tiba saja, terdengar nafas dari seseorang yang berada tepat di sampingnya. dan Hal itu membuat Asmirandah seketika menoleh. hingga membuat kedua matanya, seketika membulat sempurna.


"Jor... Jordan, untuk apa kau ada di sini?"tanya Asmirandah dengan nada terbata-bata.


"ini minum dulu. minuman ini, yang akan membuatmu merasa tenang."bukannya menjawab pertanyaan dari wanita itu, Jordan memberikan minuman kepada Asmirandah.


Dengan perlahan-lahan, wanita itu mulai menerima pemberian dari Jordan. dan perlahan-lahan juga, Asmirandah mulai meneguknya hingga tersisa setengah botol.


"terima kasih."


"sama-sama."


Setelah mengatakan hal itu, kedua anak manusia itu terdiam dengan pikirannya masing-masing. namun, beberapa kali Jordan menatap ke arah Asmirandah secara diam-diam.


"cantik."tanpa sadar, laki-laki itu mengatakan hal yang belum pernah ia katakan sebelumnya. membuat Asmirandah yang mendengar itu, seketika menoleh ke arah sumber suara.


"apakah kau tengah berbicara padaku?"tanya Asmirandah untuk memastikan semuanya. tentunya Hal itu membuat Jordan yang mendengarnya, seketika gelagapan.

__ADS_1


"Bu.. bukan. mungkin saja kamu salah dengar. karena memang aku tidak mengatakan apapun saat ini."ucap Jordan sedikit berkilah dan mencoba untuk meyakinkan wanita yang ada di sebelahnya saat ini.


Asmirandah yang mendengar itu, seketika menganggukkan kepala. kemudian kembali melemparkan pandangan ke arah lain. cara yang menghirup udara sebanyak mungkin.


__ADS_2