
Membuat Zidane yang mendengar itu, seketika tersenyum sendu. dan ketika air mata itu hampir jatuh, laki-laki yang memiliki wajah manis itu segera memalingkan pandangannya. karena merasa tidak sanggup dengan apa yang ia saksikan saat ini.
"maafkan Ayah Haidar. Ayah tidak bermaksud untuk membuatmu menderita seperti ini."batin laki-laki itu menjerit pilu.
Tangan kanannya terulur mengusap kepala dari laki-laki kesayangan Zidane itu. Sungguh, Jika waktu bisa diputar kembali laki-laki itu tidak akan gegabah untuk menculik Asmirandah dan memberikan wanita itu ramuan penurut seperti itu. jika Zidane tahu hasilnya akan seperti ini, mungkin lebih baik laki-laki itu mencoba untuk mendekati Asmirandah secara normal saja.
Akan tetapi, semua sudah terlambat. nasih sudah benar-benar menjadi bubur dan tidak bisa diubah kembali. yang hanya dapat dilakukan oleh Zidane saat ini, memperbaiki semuanya. dengan cara mempertemukan putranya itu dengan ibu kandungnya. ibu kandung yang selama ini diidam-idamkan oleh Haidar.
****
Saat ini pasangan ayah dan anak itu tengah bernyanyi di dalam mobil karena sebentar lagi akan bertemu dengan seseorang yang sangat mereka rindukan. lebih tepatnya sangat dirindukan oleh Haidar. karena bocah kecil berusia 2 tahun itu benar-benar merindukan sosok Asmirandah.
Karena dia selama ini, hanya menjumpai wanita itu di dalam foto. dan sesekali akan bersambang, melalui alam mimpi.
"Yah, apakah Mama sangat cantik?"Tanya bocah kecil itu Seraya menatap ke arah laki-laki dewasa itu dengan pandangan mata yang begitu lucu.
Zidane seketika terkekeh geli melihat raut wajah yang begitu menggemaskan dari putranya itu. karena merasa tidak tahan dengan tingkah laku dari putranya, pada akhirnya laki-laki berwajah manis itu segera memberikan beberapa kali kecupan di wajah mungil milik Haidar.
Tentu saja hal itu membuat anak laki-laki berusia 2 tahun itu seketika tertawa terbahak-bahak karena merasa geli dengan tingkah laku yang ditunjukkan oleh sang Ayah.
"Ayah stop geli hahaha!"tawa bocah kecil itu seketika mengudara.
membuat Zidan semakin gencar untuk menggoda anak laki-lakinya bersama dengan Asmirandah itu.
Karena keasyikan bercanda dan tertawa bersama, mereka telah sampai di bandara. dan dengan segera pasangan ayah dan anak itu turun dari dalam mobil untuk menuju ke dalam sana.
"Ayah kita naik pesawat?"Tanya bocah kecil itu dengan raut wajah berbinar. karena Ini pertama kalinya Haidar naik pesawat dalam keadaan sadar.
Karena pada saat dibawa oleh Zidane pertama kali, header dalam posisi yang masih memejamkan mata. sehingga bocah berusia 2 tahun itu tidak menemukan keindahan seperti ini.
__ADS_1
"hmm. apakah kamu takut son?"tanya laki-laki itu Seraya mensejajarkan tinggi badannya dengan tinggi badan putranya itu.
Beberapa saat kemudian, kepala dari bocah kecil itu pun mengangguk. namun tak lama berselang, kembali bergerak menggeleng.
Tentunya Hal itu membuat Zidan yang melihat itu, semakin tertawa lepas karena melihat tingkah laku lucu yang ditunjukkan oleh putranya.
"jadi jagoan Ayah ini takut atau tidak, hmm?"tanya laki-laki itu Seraya menaik turunkan alisnya.
"sedikit."cicit Haidar dengan raut wajah yang begitu menggemaskan.
Membuat Zidane yang melihat itu, seketika terkekeh pelan. kemudian langsung menggendong tubuh dari putranya itu dan membawanya masuk ke dalam zat pribadi yang telah dipersiapkan oleh seluruh anak buah dari Zidane.
"Haidar tidak perlu takut. karena di sini, ada Ayah yang akan selalu menemani Haidar."ucapnya dengan begitu lembut dan langsung memeluk tubuh putranya itu dengan begitu erat.
Haidar tampak menganggukkan kepala. kemudian dengan segera, Zidan membawa bocah kecil itu masuk ke dalam pesawat pribadi miliknya itu.
Zidane dengan sigap langsung memeluk tubuh dari putranya itu kemudian membawa ke dalam pangkuannya.
"kalau kamu takut, lebih baik pejamkan mata. karena sepertinya, perjalanan ini masih panjang."bisik laki-laki itu mencoba untuk menenangkan putranya.
"memangnya berapa lama?"tanya Haidar dengan raut wajah penasaran.
"15 jam."sahut Zidane Seraya tersenyum simpul.
Haidar tampak mengerutkan keningnya karena merasa tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh sang Ayah. dan Zidane yang melihat itu, seketika langsung bersuara.
"kita akan tiba besok sore sayang."terang laki-laki itu. dan hal itu langsung membuat Haidar yang mendengarnya menganggukkan kepala seolah mengerti dengan apa yang dibicarakan oleh laki-laki dewasa yang ada di belakangnya itu.
****
__ADS_1
"apa yang ingin kamu lakukan Asmirandah?"tiba-tiba saja Ajeng datang menghampiri wanita cantik itu. membuatnya sedikit terkejut dan melangkah mundur.
"ah, emm..."Asmirandah tampak gelagapan saat ini. wanita cantik itu merasa kebingungan bagaimana cara menjelaskan semuanya pada ibunda dari Zidane itu.
Ajeng yang mengerti situasi, seketika langsung menepuk bahu milik mantan menantunya itu dengan lembut.
"Jika kamu ingin memberikan obat bius itu pada Jordan, jangan lakukan sekarang."bisik wanita itu tepat di telinga Asmirandah.
"lalu kapan? aku ingin sekali bertemu dengan Haidar. dan hanya cara ini, yang bisa aku lakukan."gumamnya Seraya menatap sendu.
Ajeng mendengar itu, seketika tersenyum simpul.
"bersabarlah. baiknya Kau Kembali ke dalam kamarmu. jangan sampai, laki-laki itu mengetahui apa yang ingin kamu rencanakan."Ajeng mencoba untuk membawa Asmirandah untuk menjauh dari sana.
"memangnya ada apa? bukankah Haidar sebentar lagi akan datang? hanya cara itulah yang bisa aku lakukan untuk bisa leluasa bertemu dengan Putraku itu."Asmirandah tampak sekali sangat kebingungan.
"Haidar dan juga Zidane, akan tiba besok sore. jadi percuma saja kamu melakukan hal itu sekarang. karena usahamu ini akan sia-sia belaka. atau bahkan mereka akan sedikit curiga Jika kamu melakukannya sekarang."Ajeng tampak menatap kekanan dan ke kiri.
"lalu kapan?"tanya Asmirandah dengan raut wajah yang begitu penasaran dan juga sudah merasa tidak tahan dengan situasi ini.
"besok sore saja agar efeknya lebih lama dan kamu bisa menikmati waktumu itu bersama dengan Haidar."Asmirandah mengangguk setuju.
Kemudian wanita cantik itu melangkahkan kakinya untuk kembali masuk ke dalam kamar bergabung dengan suami dan juga anaknya.
Perasaan dari Asmirandah kini benar-benar begitu berkecamuk. Wanita itu sudah benar-benar merasa tidak tahan ingin bertemu dengan Putra sulungnya itu.
"semoga kamu tidak akan pernah membenci Mama jika tahu apa yang sebenarnya Mama lakukan sayang."lirih Wanita itu dengan lelehan air mata yang membasahi pipi.
Kemudian segera melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam kamar. di mana pastinya, suami dan anaknya itu sedang menunggu. jangan sampai laki-laki yang memiliki jambang tipis di kiri dan kanan wajahnya itu curiga tentang apa yang ia lakukan saat ini.
__ADS_1