Ditikung Kakak Kandung

Ditikung Kakak Kandung
Bab 201


__ADS_3

"Maaf saya terlambat."ucapan dari Tiara itu, membuat orang-orang yang ada di sana seketika menoleh ke arah sumber suara.


Oma Keisha yang mendengar itu, segera bangkit dari duduknya dan langsung mengambil Elvio dari gendongan ibunya.


"cucu Oma udah wangi udah ganteng."ucapnya Seraya mencium seluruh wajah dari Elvio. membuat bayi berusia 2 bulan itu, menggeliat dalam tidurnya. sontak saja hal itu membuat Oma Keisha yang melihatnya, terkekeh geli.


Sementara itu Jordan menatap pemandangan itu dengan tatapan tidak suka. karena laki-laki itu tahu, putrinya tidak akan pernah mendapatkan perlakuan sebaik putra dari Zidane. walaupun Jordan mengatakan jika memiliki anak angkat, tetap saja perlakuan dari keluarga Prakoso tidak akan semanis dan sehangat putra dari Zidane. dan hal itu sukses membuat sifat irinya, kembali tumbuh.


'sialan! bagaimanapun juga, putriku juga harus mendapatkan kasih sayang dari mereka. karena dia, juga memiliki darah dari keluarga Prakoso. seharusnya, dia juga mendapatkan perlakuan yang sama.' batin laki-laki itu mengeram kesal.


Sementara itu, Tiara sesekali akan menatap laki-laki pujaan hatinya itu, dengan sesekali tersenyum malu-malu. dan hal itu berhasil ditangkap oleh Ajeng yang memang ada di sana.


'cih, kenapa dia bisa seperti itu? apakah dia emang tertarik pada Jordan?' batin Ajeng yang mulai julid.


Obrolan obrolan singkat itu seketika mulai mengalir begitu saja dan mulai berubah menjadi sesuatu yang mengasyikkan. di sepanjang obrolan itu, Tiara tak anti-hentinya mencoba untuk bertanya pada Jordan. membuat Oma Keisha beserta kedua orang tua Jordan, tersenyum senang. karena memang mereka tidak memiliki firasat apapun. berbeda dengan Ajeng. ibunda dari Zidane itu, seketika akan menatap sinis pada wanita yang sebenarnya berstatus sebagai menantunya itu. dan ekspresi itu tentunya tidak diketahui oleh siapapun. karena mereka semua, larut dalam kesenangan dan juga euforia masing-masing.


"Oma sangat menyayangimu sayang."entah sudah berapa kali, wanita retak itu mengatakan hal yang sama pada Elvio. membuat semua orang yang ada di sana, sedikit merasa bosan. karena sudah hampir ke-10 kalinya, wanita retak itu menggaungkan kalimat yang sama.


Tak terkecuali Jordan. laki-laki yang memiliki jabang tipis di kiri dan kanan wajahnya itu ingin sekali menghilangkan bayi kecil itu agar tidak bisa menjadi penghalang putrinya nanti dalam mendapatkan semua yang dimiliki oleh keluarga Prakoso.


Namun sayangnya, laki-laki itu tidak memiliki keberanian lebih untuk melakukannya. lagi pula, bukankah dia sudah memiliki tekad untuk keluar dari keluarga toxic seperti ini? lalu untuk apa dia merasa sakit hati?


Karena merasa tidak suka dengan pemandangan itu, pada akhirnya Jordan memutuskan untuk pergi dari sana guna menenangkan diri mengambil air minum yang ada di belakang kediaman keluarga Prakoso.


Laki-laki itu tanpa permisi, melangkahkan kakinya untuk menuju ke ruang belakang untuk sekedar mengambil minum.

__ADS_1


"bagaimana apakah kamu benar-benar sudah senang?"Jordan menoleh ke arah sumber suara. saat laki-laki yang memiliki jambang tipis di kiri dan kanan wajahnya itu, mendengar suara seseorang yang tengah bertanya.


Dan setelah membalikkan tubuhnya, laki-laki itu melihat kehadiran Zidane. seketika itu pula, Jordan tersenyum sinis.


"memangnya kenapa? apakah kau masih tidak terima bahwa aku sebagai pemenangnya?"tanya laki-laki berjambang tipis itu tersenyum miring.


Sementara Zidane sendiri, laki-laki berwajah manis itu, segera melangkahkan kakinya secara perlahan untuk mendekati sosok yang ada di hadapannya saat ini.


"pemenang atau pecundang?"tanyanya Seraya terkekeh sinis."mana ada pemenang yang merebut dengan cara dari belakang seperti itu? itu namanya pecundang."


Bugh


Tepat saat Zidane menyelesaikan kalimat itu, satu buah pukulan, mendarat dengan sempurna tepat di wajah laki-laki manis itu. siapa lagi pelakunya jika bukan Jordan.


Terlihat, aura yang begitu menyeramkan yang keluar dari tubuh laki-laki berjambang tipis di kiri dan kanan wajahnya itu. membuat siapa saja yang melihat itu, pasti akan langsung merasa takut.


"kenapa apakah kau merasa tersinggung dengan perkataanku itu? bukankah itu memang benar-benar kenyataan?"tanya Zidane dengan nada suara yang begitu sinis. dan tak lama berselang, laki-laki itu segera meludah tepat dihadapan Jordan.


"kurang ajar berani Kau padaku?!"teriak laki-laki yang memiliki jambang tipis di kiri dan kanan wajahnya itu dengan nada suara yang begitu lantang.


Satu buah tangannya, terangkat ke atas hendak mengayunkan untuk memukul laki-laki yang ada di hadapannya itu.


"apa yang kalian lakukan?!"teriak seseorang dari ambang pintu.


Membuat dua laki-laki yang tengah bergulat itu, seketika menoleh ke arah sumber suara dengan tatapan yang sama-sama terkejutnya.

__ADS_1


"Oma?" beo kedua laki-laki itu Seraya melepaskan diri masing-masing dan sedikit menjauh.


"kenapa kalian bertengkar seperti ini?!"tanya wanita renta itu dengan tatapan tajamnya menatap ke arah Zidane dan juga Jordan secara bergantian.


"ah... kami hanya latihan saja Oma."setelah berpikir cukup lama, pada akhirnya Jordan memiliki alasan yang menurutnya sangat tepat.


"latihan? kalau latihan kenapa harus di sini memangnya tidak ada tempat lain?"tanya wanita renta itu dengan raut wajah heran


"ini karena spontan saja Oma. saat Jordan menyentuh pundakku, aku juga langsung melawannya."ucap Zidane juga berusaha untuk meyakinkan wanita tua itu.


Oma Keisha yang mendengar itu pun seketika menganggukkan kepala. sepertinya wanita tua itu, mencoba untuk mempercayai penuturan dari kedua cucu laki-lakinya itu. walaupun, sedikit ada yang tidak masuk di akal. namun wanita itu memutuskan untuk abai.


"Ya sudah kalau begitu kalian kembali ke ruang keluarga. Ada yang ingin kita bahas mengenai pernikahan Jordan dan juga Sheila."setelah mengatakannya, wanita tua itu segera pergi dari sana.


Meninggalkan dua laki-laki itu yang masih saling tatap dengan tatapan tajam. dan setelah beberapa saat kemudian, mereka segera kembali ke tempat masing-masing.


****


"bagaimana menurutmu? apakah kau ingin menambahkan acara pada pernikahanmu itu?"tanya Garda pada putranya.


"tidak Pa, aku hanya ingin pernikahanku berjalan dengan prosesi adat di keluarga Prakoso saja."sahut laki-laki itu dengan mantap.


"memangnya kenapa? apakah kau tidak ingin melakukan pernikahan itu secara besar-besaran? Bukankah pernikahan ini adalah pernikahan seumur hidup?"tanya Oma Keisha dengan nada suara yang sangat heran.


"aku tidak memiliki waktu yang lebih Oma. aku harus mencari uang yang banyak untuk istri dan anakku nanti."sahutnya dengan santai.

__ADS_1


Memang, Jordan dan juga Asmirandah telah menikah. namun mereka belum melakukan pernikahan sesuai dengan adat dan juga ketentuan dari keluarga Prakoso. sehingga laki-laki yang memiliki jambang tipis di kiri dan kanan wajahnya itu, hanya ingin melakukan hal itu.


__ADS_2