Ditikung Kakak Kandung

Ditikung Kakak Kandung
Bab 198


__ADS_3

Di Saat mereka tengah bercanda tawa sebagai Ayah dan anak, terdengar suara mesin mobil yang baru saja berhenti tepat di halaman depan rumah itu.


Tentunya itu membuat Zidane merasa sangat terkejut. laki-laki berwajah manis itu, segera bangkit berdiri dan langsung memerintahkan orang-orang yang ada di sana untuk menyembunyikan Haidar. sementara Haidar sendiri, bocah kecil itu hanya bisa pasrah karena memang dia tidak mengerti apa yang terjadi saat ini.


"siapa yang datang apakah orang-orang suruhan Oma Keisha sudah berhasil menemukanku?"tanya laki-laki itu pada dirinya sendiri.


"di depan ada siapa?"tanya Zidane pada para pelayan dan juga para pengawal yang memang telah berjaga di sana.


Langkah dari Zidane seketika diperlambat saat melihat seseorang yang sangat ia kenali di depan sana tengah berdiri menatapnya dengan senyuman yang mengembang.


"di mana Cucu Mami?"Ajeng berjalan dengan cepat dan langsung memeluk tubuh Putra semata wayangnya itu dengan erat.


Zidane tampak membuang muka ke arah lain untuk menghela nafas lega. karena ternyata, apa yang ia takutkan tidak terbukti sama sekali.


"kenapa Mami nggak menelpon dulu? hampir aja aku mau mengarahkan pasukanku untuk menghadang pergerakan Mami. karena aku mengira, suruhan wanita tua itu tahu keberadaan rahasiaku ini." dengusnya sedikit kesal.


Ajeng yang mendengar itu justru malah terkekeh pelan karena melihat ekspresi wajah dari putranya itu yang menurutnya sangat menggemaskan.


"utututu, jadi sepertinya Putra mami ini sedang mengambek?"tanya wanita paruh baya itu dengan cara menggoda seperti anak kecil.


"Mami!"peringat laki-laki itu dengan tatapan yang begitu tajam. hingga membuat tawa dari Ajeng seketika pecah begitu saja.


Setelah puas menertawai hal-hal yang menurut Zidane kurang berfaedah, laki-laki itu segera mengajak ibunya untuk menemui Haidar yang memang ia menyuruh para pelayan dan juga para pengasuh untuk membawanya ke dalam.


"memangnya kenapa dia diletakkan di dalam?"tanya Ajeng mulai sewot sendiri.


"ya karena aku pikir, Mami itu adalah suruhan Oma dan juga Opa. apalagi memangnya?"sahut presiden dengan enteng.

__ADS_1


Ajeng seketika mendengus kesal. wanita paruh baya itu segera mempercepat langkahnya saat melihat pergerakan dari seorang laki-laki kecil yang tengah bermain dengan para pengasuhnya itu.


"Haidar sayang!"ucap Ajeng Seraya melebarkan kedua tangannya dan langsung memeluk tubuh mungil itu dengan sangat erat.


"Oma sangat rindu padamu sayang."ucapnya Seraya memberikan beberapa kali kecupan di wajah tampannya.


"haha iya Oma, atu uga tanen tok."jawab bocah kecil itu dengan nada suara yang begitu menggemaskan hingga membuat Ajeng merasa tidak tahan dan langsung melayangkan beberapa kali kecupan di wajahnya. dan hal itu semakin membuat Haidar tertawa puas.


****


"Tiara Kau dari mana saja?"wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu, seketika sangat terkejut saat dirinya baru datang sudah mendapatkan sapaan dari penguasa keluarga Prakoso itu.


Diam-diam, wanita itu mengumpat pelan karena kehadiran dari Oma Keisha yang pulang secara mendadak itu hampir membuat jantungnya lepas begitu saja dari tempatnya.


"O... Oma sejak kapan ada di sini? Bukankah Oma mengatakan akan menginap di panti asuhan itu untuk beberapa hari?"tanya wanita berambut panjang sampai pinggang itu dengan nada suara terbata-bata.


"oh Oma tidak jadi ke sana karena semuanya sudah diurus oleh Opa. jadi, Oma pulang saja. lagipula tubuh Oma sedikit merasa tidak enak."lapor wanita renta itu pada Tiara.


'Mungkin saja dia belum mengetahui apa yang aku lakukan selama ini pada cucu kesayangannya itu.' batin wanita itu mencoba untuk berprasangka baik kali ini.


"kau belum menjawab pertanyaan Oma. kamu dari mana saja kok belum pulang? kenapa kamu meninggalkan anakmu ini seorang diri? Bukankah, sudah jelas peraturannya di sini bahwa seorang ibu dilarang meninggalkan anaknya dalam kondisi apapun?"pertanyaan dan pertanyaan itu seketika dilontarkan dengan begitu saja oleh Oma Keisha.


'mati aku!' rutuk Tiara membatin. wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu mencoba untuk mencari sesuatu alasan yang menurutnya masuk logika.


"O...oh, aku baru saja pergi ke taman komplek ini Oma. aku ingin berjalan-jalan agar tubuh fit. maafkan aku karena meninggalkan Elvio."ucapnya lirih Seraya menundukkan kepala.


Diam-diam, wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu berharap-harap cemas pada reaksi yang ditunjukkan oleh wanita tua itu.

__ADS_1


'semoga saja ini berhasil.' batinnya berharap-harap cemas.


Oma Keisha seketika mengangguk-anggukkan kepala. pertanda bahwa wanita tua itu mempercayai ucapannya.


"Ya sudah lebih baik kamu urus saja i love you dia menangis terus sejak tadi."setelah mengatakan hal itu, wanita renta itu segera pergi dari sana. meninggalkan Tiara yang masih tertegun di tempatnya.


'kenapa Ada apa dengan wanita tua itu? apa jangan-jangan dia marah karena aku meninggalkan bayi sialan itu seorang diri?' Tiara yang membatin itu seketika berdecak kesal.


Dan pada akhirnya wanita berambut panjang sampai pinggang itu segera masuk ke dalam rumah membuntuti Oma Keisha.


****


"kalian beraninya bermain-main denganku?!"Sentak wanita itu dengan melayangkan tatapan tajam pada para pelayan yang telah diwanti-wanti sejak pertama kali Tiara melakukan perbuatan itu.


"ma...maaf Nyonya tapi kami tidak pernah melakukan hal itu."ucap mereka dengan tubuh gemetar hebat dan suara terbata-bata.


Tiara yang mendengar itu, semakin melayangkan tatapan tajamnya."lalu apakah wanita tua itu tahu sendiri jika kalian tidak memberitahunya?"tanyanya dengan nada suara yang sangat angkuh.


"memang seperti itu nyonya."beritahu salah seorang pelayan dengan tubuh yang masih gemetaran.


"maksudnya bagaimana?"tanya Tiara dengan nada suara tidak mengerti.


"kami tidak pernah membongkar rahasia nyonya. Nyonya sepuh mungkin tahu karena saat beliau datang dan sampai di rumah ini, Nyonya tidak ada. dan Tuan kecil Elvio sedang digendong pelayan lain. mungkin itu sebabnya, Nyonya mungkin marah. karena memang, beliau tidak suka jika seorang bayi yang terlahir dari keluarga Prakoso diasuh oleh orang lain."jelas pelayan itu memberitahu.


Tiara yang mendengarnya, seketika memutar bola mata malas dan mendengus kesal."peraturan macam apa itu? dasar menyebarkan sekali!" gerutunya seraya mengambil Elvio dengan gerakan yang sangat kasar.


Membuat para pelayan itu seketika merasa begitu terkejut. dan secara kompak, mereka semua segera berteriak bertahan karena melihat aksi yang dilakukan oleh wanita itu.

__ADS_1


"kenapa apakah kalian merasa kasihan dengan bayi ini?"tanya Tiara Seraya menepuk kaki mungil Elvio dengan keras.


Hingga membuat bayi mungil itu menangis dengan sangat kencang. dengan segera karena takut ketahuan oleh Oma Keisha, Tiara segera menyumpal kan sebuah kain yang ada dalam genggamannya ke dalam mulut mungil Elvio.


__ADS_2