Ditikung Kakak Kandung

Ditikung Kakak Kandung
Bab 179


__ADS_3

Dua hari kemudian....


Saat ini keluarga dari keluarga Prakoso telah berkumpul dan berbincang-bincang dengan hangat. mereka semua membahas tentang acara penyambutan anggota baru yang dikeluarkan mereka itu dengan begitu meriah.


Sempat terjadi perdebatan di sana. karena adanya perbedaan pendapat di antara mereka semua. salah satunya adalah, tentang tempat yang akan ditentukan untuk acara penyambutan itu.


Karena sebagian keluarga dari Prakoso menginginkan acara penyambutan itu dilakukan di rumah saja. namun yang satunya lagi bersikukuh untuk merayakannya di hotel berbintang. supaya bisa untuk menampung banyak orang lagi di sana.


"sudahlah tidak usah berdebat!"ucap Ajeng mencoba untuk menengahi perdebatan itu.


membuat Oma Keisha dan juga anggota keluarga yang lain, seketika terdiam. hingga tak lama berselang....


Oeeekk Oeeekk Oeeekk


Semua orang menoleh kepada Tiara yang tengah menggendong Elvio. tiba-tiba saja bayi kecil itu, menangis dengan cukup kencang hingga membuat orang-orang yang ada di sana, sedikit terkejut.


"kenapa putramu itu menangis?"tanya Oma Raina--kakak kandung dari Opa Galang. wanita rentah itu sengaja didatangkan oleh Oma Keisha untuk mengikuti acara penyambutan anggota baru itu.


"ah mungkin saja Dia haus."celetuk salah satu anak dari Oma Raina yang kebetulan ikut menghadiri acara penyambutan itu.


Mereka semua seketika menoleh ke arah Tiara dan memberi tatapan seolah-olah harus memberikan air kehidupan yaitu Saat ini juga. tentunya Hal itu membuat Tiara sedikit merasa gelagapan. mana mungkin dirinya ingin menggali kuburannya sendiri dengan memberikan air kehidupan itu di hadapan mereka.


Tiara sangat takut. jika rahasianya akan terbongkar. tapi setelah diingat-ingat, wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu, sedikit bernafas dengan lega.


"bukankah seharusnya aku tidak merasa khawatir? bukankah aku sudah meminum obat untuk menghentikan air kehidupan itu terus berproduksi?"tanya wanita itu dalam hati.


Tak lama berselang, wanita itu segera menuruti perintah dari orang-orang itu. dengan sesekali, Tiara akan meringis karena tidak terbiasa dengan semua ini.

__ADS_1


"kenapa dia masih menangis juga?"tanya Uma Keisha menatap heran ke arah Tiara dan juga baby Elvio secara bergantian.


Seketika itu pula, Tiara menundukkan kepala. dan tak lama berselang, terdengar isakan tangisan begitu memilukan. membuat semua orang yang ada di sana, seketika terkejut luar biasa.


"kenapa ? Ada apa?"tanya Oma Keisha dengan raut wajah manik.


Belum ada jawaban dari wanita itu. karena Tiara sendiri, masih mencoba untuk menampilkan raut wajah terbaik yang ia miliki saat ini. hingga tak lama berselang, wanita itu segera menegakkan tubuhnya dan juga kepalanya menghadap ke arah keluarga itu dengan senyuman yang terlihat begitu getir.


"maafkan aku."tiba-tiba saja, kalimat itu meluncur bebas dari dalam mulut Tiara. membuat semua orang yang ada di sana, semakin tercengang kebingungan.


"kenapa ?kenapa kamu minta maaf seperti ini?"tanya Ajeng kali ini. karena wanita paruh baya itu, merasa muak dengan peran yang tengah dimainkan oleh menantunya itu.


"sebenarnya, air kehidupan yang aku produksi semakin lama semakin menipis. aku sudah mengatakan ini pada dokter dan sudah diberi resep untuk memperlancar air kehidupan itu kembali. tapi sampai saat ini, semua itu terasa sia-sia. Aku.... aku gagal menjadi seorang ibu yang sempurna karena tidak bisa memberikan yang seharusnya diberikan seorang ibu pada anaknya."ucap wanita itu dengan tubuh bergetar hebat.


degh


Semua orang yang ada di sana, seketika terdiam dengan pandangan yang masih tampak begitu terkejut.


"satu minggu yang lalu."jawab Tiara Seraya menundukkan kepala. padahal yang sebenarnya terjadi adalah, wanita itu memang sengaja meminum ramuan dan juga beberapa obat-obatan yang mempermudah air kehidupan itu menyurut. dan selanjutnya akan habis tak tersisa.


"lalu bagaimana kau memberikan Elvio ini asupan?"kali ini, Sahara yang bertanya. membuat semua orang yang ada di sana, mengganggu setuju karena juga menunggu jawaban dari pertanyaan itu.


"sebenarnya kemarin-kemarin itu masih bisa untuk dikeluarkan. tapi pagi tadi, semuanya sudah berubah sudah tidak ada lagi air kehidupan itu."jawab wanita itu Seraya menundukkan kepala.


"lalu kenapa kamu tidak bilang? kenapa kamu malah diam saja?"cecar Oma Raina menatap tajam ke arah menantu dari adiknya.


"aku takut. aku takut kalian akan langsung t memberikan label sebagai ibu yang tidak bisa mengurus anak jika aku mengatakan hal ini. aku sungguh sangat ketakutan."jawabnya Seraya kembali menundukkan kepala.

__ADS_1


Tentunya Hal itu membuat semua orang yang ada di sana, seketika bungkam. karena memang apa yang dikatakan oleh Tiara itu adalah suatu kebenaran.


Di dalam tradisi keluarga Prakoso, seorang wanita yang tidak bisa memberikan air kehidupan secara baik, maka perempuan itu akan dianggap gagal.


Semua orang seketika menatap ke arah Oma Keisha. membuat wanita renta itu, seketika membuang muka ke arah lain dan menghela nafas panjang.


"Marni!"panggil Oma Keisha pada kepala pelayan di rumahnya itu. tak lama berselang, wanita paruh baya itu datang dengan langkah tergopoh-gopoh menghampirinya.


"iya Nyonya sepuh, ada apa?"tanya wanita paruh baya itu yang bernama Marni dengan menundukkan kepala.


"belikan susu formula yang paling mahal dan juga paling terbaik di negara ini."ucap Oma Keisha Seraya menyerahkan black card pada kepala pelayan itu dan langsung diambil dan di bawa.


Sementara Tiara, diam-diam wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu, mengumpat. saat melihat pemandangan itu.


"aku harus bisa untuk mendapatkan black card itu kembali."gumam wanita itu penuh tekad dalam hatinya.


Matanya menatap nanar ke arah Marni yang semakin lama semakin menjauh itu. tak lama berselang, menundukkan kepalanya.


"sudahlah Tiara. kau tidak usah bersedih lagi. semuanya akan baik-baik saja."ucap Oma Keisha mencoba untuk menenangkan cucu menantu kesayangannya itu.


Membuat Ajeng yang berada di sebelahnya, diam-diam memutar bola mata malas."dasar wanita penuh drama!"cibirnya dengan nada yang begitu pelan.


Sementara Sahara yang ada di sebelahnya, tiba-tiba saja terkekeh. membuat Ajeng sempat mendelik karena merasa terkejut sikap yang ditunjukkan oleh Adik iparnya itu.


****


Sementara itu di tempat lain, terlihat Zidane yang baru saja selesai bermain dengan Haidar. pasangan Ayah dan anak itu, sesekali akan tertawa dengan begitu riangnya saat berhasil memasukkan bola ke dalam gawang.

__ADS_1


Yap mereka saat ini, tengah bermain bola bersama di kediaman tersembunyi milik laki-laki yang memiliki wajah manis itu.


"ayo Ayah! dolong telus!"teriak Haidar dengan begitu riangnya. membuat Zidan yang mendengar itu, seketika tersenyum simpul. mereka berdua kembali bermain dengan sesekali akan tertawa riang.


__ADS_2