Ditikung Kakak Kandung

Ditikung Kakak Kandung
Bab 182


__ADS_3

"jadi ini calon istrimu?"tanya Garda dengan ekspresi yang sama dengan yang ditunjukkan oleh Sahara.


Jordan hanya menganggukkan kepala saja. laki-laki itu segera menggandeng tangan Asmirandah untuk berkenalan pada sang Ayah.


"siapa namamu?"tanya Garda dengan nada yang mengintimidasi. sehingga membuat wanita itu, ketika menundukkan kepala karena merasa takut dan juga segan secara bersamaan.


"As---"


"namanya Sheila."ucapan Asmirandah seketika terpotong saat mendengar penuturan dari laki-laki yang ada di sebelahnya saat ini.


"Kau tinggal di mana?"tanya laki-laki paruh baya itu.


"tinggal di negara Flores. sama dengan aku"Lagi Dan Lagi, Jordan menjawab pertanyaan yang ditunjukkan untuk Asmirandah.


Tentunya Hal itu membuat Garda yang mendengarnya, merasa begitu kesal. hingga pria paruh baya itu, seketika melayangkan tatapan tajam ke arah Putra tunggalnya itu.


"yang Papa tanya itu dia bukan kamu."sembur Garda dengan galak. bahkan sangking galaknya, Asmirandah sampai melompat kecil karena terkejut.


"ck. Papa jangan bikin Sheila takut." protes Jordan di sertai decakan kesal dari mulut laki-laki yang memiliki jambang tipis di kiri dan kanan wajahnya itu.


Membuat Garda yang mendengar itu, seketika mendengus kesal."oke Papa nggak akan galak-galak lagi."ucapnya Seraya mengangkat kedua tangan di udara. pertanda bahwa laki-laki itu, menyerah.


hening...


Untuk beberapa saat kemudian, suasana di antara mereka berempat begitu hening dan juga sangat canggung. hingga tak berselang lama,...


"ekhem."

__ADS_1


Suara deheman keras dari Garda, membuat semua orang menoleh dan terkejut. tak terkecuali Sahara. hingga Garda, seketika mendapatkan tatapan tajam Yang dilayangkan oleh Sahara.


"aku ingin menikah dengan Sheila."tiba-tiba saja, laki-laki yang memiliki jambang tipis di kiri dan kanan wajahnya itu bersuara dan mengutarakan kata-kata itu.


Hingga membuat Garda dan juga Sahara yang mendengar itu, seketika menoleh. dan tak lama berselang, kedua manusia paruh baya itu, menganggukkan kepala Seraya tersenyum kecil.


"kami akan mendukung apapun rencanamu. kapan pernikahan kalian akan digelar?"tanya Sahara menatap ke arah Jordan dan juga Asmirandah.


Tentu saja hal itu membuat Asmirandah sendiri, merasa sedikit gugup. karena memang mereka sudah menikah 2 tahun yang lalu. dan tak lama berselang, wanita cantik itu menoleh pada sang suami untuk memberikan sebuah isyarat.


Sementara Jordan sendiri, laki-laki yang memiliki jambang tipis di kiri dan kanan wajahnya itu hanya menganggukkan kepala saya tersenyum kecil. seakan mengatakan bahwa semuanya akan baik-baik saja.


"satu bulan lagi, mungkin kita akan menikah. Tapi, aku tidak ingin ada perayaan apa-apa. aku hanya ingin acara inti saja yang dilaksanakan."ucapan dari Jordan itu, tentu saja mengundang pertanyaan dari kedua orang tuanya.


Kenapa bisa seperti itu, bukankah mereka akan menikah dan melaksanakan acara yang begitu penting dalam hidup mereka? tapi kenapa seolah-olah mereka tidak bersukacita? pikiran itu sudah menari-nari dalam diri Sahara dan juga Garda.


"aku sedang ada pekerjaan di sana. jadi, aku hanya memiliki waktu setengah hari. jadi tidak akan cukup jika harus melaksanakan perayaan yang megah."balas wanita laki-laki itu dengan nada yang sangat tenang.


Dan beruntungnya, Sahara dan juga Garda mempercayai atas alasannya itu. dan pada akhirnya mereka kembali berbincang-bincang dengan begitu hangat. Sahara dan juga Garda sempat menanyakan Di mana keberadaan kedua orang tua Asmirandah. namun dengan tenang, Jordan kembali mengatakan bahwa kedua orang tua Wanita itu telah lama tiada.


Jordan merasa tidak terlalu terbebani dengan kebohongannya itu. karena memang apa yang ia katakan kebanyakan adalah kebenaran. jadi, tidak ada beban terlalu besar yang harus ia pikul setelah ini.


****


Setelah selesai mempercantik diri dengan sedemikian rupa, Tiara segera keluar dengan menggendong Elvio yang memang masih berada dalam gendongan wanita itu. Beruntungnya, bayi berusia dua bulan itu juga tampak baik-baik saja.


"para hadirin sekalian, marilah kita sambut anggota baru di keluarga Prakoso!"ucapan dari seseorang yang ditugaskan untuk memandu acara itu, sukses membuat semua orang memusatkan perhatiannya pada seorang wanita yang tengah menggendong bayi mungil. tak terkecuali Asmirandah dan juga Jordan.

__ADS_1


Bahkan wanita cantik itu, akan memalingkan wajahnya ke arah lain karena merasa tidak kuat dengan pemandangan yang ada di hadapannya saat ini. dan beruntungnya, hal itu sama sekali tidak disaksikan oleh Jordan. karena laki-laki yang memiliki jambang tipis di kiri dan kanan wajahnya itu, saat ini tengah fokus menatap Tiara dengan senyuman yang tersungging begitu saja di wajah tampannya.


"dia adalah pewaris selanjutnya dari keluarga Prakoso dan juga perusahaan PRK.corp. kita sambut, inilah dia Elvio Keanu Prakoso. berikan tepukan yang meriah pada cicit saya ini!"seru Oma Keisha dengan bangganya.


Membuat semua orang yang ada di sana, seketika bertepuk tangan dengan begitu meriahnya. kecuali satu orang. yang menatap sendu ke arah pemandangan itu. siapa lagi orangnya jika bukan Asmirandah.


Dengan dada yang bergemuruh, wanita cantik itu mencoba untuk mengendalikan emosinya. kenapa dia harus merasa sakit hati saat bayi itu diumumkan sebagai pewaris utama dari keluarga Prakoso? bukankah dulu adalah keinginannya untuk menyembunyikan Haidar? tapi, sungguh Asmirandah merasa begitu sakit hati saat putranya tidak diakui seperti ini.


Karena merasa tidak kuat dengan situasi yang ada saat ini, pada akhirnya Asmirandah memutuskan untuk pergi ke kamar mandi untuk menenangkan diri.


Tanpa disadari oleh siapapun, Ada sesosok yang mengawasi gerak-gerik dari Asmirandah sedari tadi.


"aku harus bisa bertemu dengannya."ucap orang itu Seraya mengikuti langkah dari Asmirandah hingga sampai ke depan toilet wanita.


Sementara Asmirandah sendiri, di dalam sana wanita itu menangis tersedu-sedu. dan tak lama berselang, akan mengusap air matanya yang jatuh membasahi wajah palsunya itu. karena saat ini, Asmirandah masih menggunakan topeng kulit pemberian dari Jordan. dan wanita itu belum berani untuk melepaskannya.


Setelah hampir 15 menit berada di dalam, pada akhirnya Asmirandah memutuskan untuk keluar.


Ceklek


Degh


Jantung dari Asmirandah seketika ingin lepas dari tempatnya. bagaimana tidak? saat wanita itu membuka pintu, di hadapannya saat ini terdapat Zidane yang tengah menatapnya dengan tatapan yang sulit untuk diartikan.


Hal itu sempat membuat Asmirandah membeku untuk beberapa saat. namun, setelah diingat-ingat dirinya kembali bersikap seperti biasa. karena memang saat ini, dirinya menggunakan topeng kulit. Yang pastinya, tidak akan dikenali oleh siapapun. termasuk juga, oleh Zidane.


"permisi tuan Anda menghalangi jalan saya."sekuat tenaga, Asmirandah mencoba untuk bersikap biasa saja. toh memang saat ini, mereka sudah tidak ada hubungan apapun lagi sehingga tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

__ADS_1


__ADS_2