Ditikung Kakak Kandung

Ditikung Kakak Kandung
Bab 99


__ADS_3

Setelah Mempertimbangkan semuanya, pada akhirnya, laki-laki berwajah hitam manis itu, segera menuruti keinginan dari keluarga besarnya.


"oke. kalau begitu, aku pergi dulu. aku titip Asmirandah dan juga putraku. kalau ada apa-apa, segeralah hubungi aku." ucap laki-laki berwajah manis itu sebelum pergi meninggalkan ruangan itu.


"oh ya di mana Tiara?"tanya Zidane saat laki-laki itu tetap berada di ambang pintu.


"sejak semalam, dia belum datang kesini lagi."jawab Jordan Seraya menatap ke arah laki-laki yang berstatus sebagai kakak sepupunya itu. sebelum akhirnya, memutuskan untuk memandang ke arah ponselnya.


"Ya sudah. kalau begitu, aku akan datang ke sana. kau jangan lupa untuk selalu mengajariku tentang perkembangan mereka."tunjuk Zidan pada Asmirandah. dan hal itu langsung dijawab anggukan kepala oleh laki-laki yang memiliki jambang tipis di wajahnya itu.


Selepas kepergian dari Zidane, pandangan Jordan sempat terarah kepada sosok Asmirandah yang masih terlelap dalam tidur panjangnya itu dengan ekspresi wajah yang sulit diartikan.


***


"sayang, apakah kau sudah siap?"tanya seorang wanita paling berbahaya pada Putri semata wayangnya. karena saat ini, mereka akan menghadiri sebuah pertemuan.


"sebentar lagi Mah."jawab wanita yang ada di dalam kamarnya itu.


"ayo, nanti kita telat." ucap sang Ibu dari balik pintu.


Tak lama berselang, terdengar suara pintu yang dibuka dari dalam. beberapa saat kemudian, muncullah seorang wanita cantik dari balik pintu itu dengan pakaian yang sangat menawan.


"anak Mama cantik sekali."puji wanita paruh baya itu pada putrinya sendiri. sementara wanita itu, hanya tersenyum simpul sebagai sebuah tanda formalitas saja.


Karena sebenarnya, Wanita itu sangat menolak ajakan dari sang Mama yang mengajaknya untuk sarapan pagi bersama dengan seorang keluarga. dan wanita itu yakin, ini bukanlah sekedar pertemuan biasa. pasti ada sesuatu di dalamnya.


Namun, wanita muda itu tidak bisa berbuat apa-apa karena ini adalah permintaan dari kedua orang tuanya.


"Tiara, apakah sudah siap?"tanya seseorang dari sebuah ruangan yang tidak jauh dari kamarnya.


"sudah Pah."jawab wanita itu yang tak lain adalah Tiara.

__ADS_1


Yap. Tiara diminta untuk kembali lebih awal karena wanita itu akan menghadiri sebuah acara bersama dengan kedua orang tuanya. walaupun pada awalnya, wanita cantik berambut panjang sampai pinggang itu, sangat menolak keras permintaan dari kedua orang tuanya itu. karena Tiara tahu, apa yang akan terjadi selanjutnya.


Tapi, kedua orang tua wanita itu sempat meyakinkan bahwa semuanya tidak akan melenceng dari rencana awal mereka yaitu hanya sekedar makan dan juga berbincang-bincang. sehingga membuat Tiara, akhirnya luluh juga.


"Putri kita cantik sekali."bisik Tika pada sang suami. saat mereka perlahan-lahan mulai melangkahkan kakinya untuk menuju lantai dasar rumah itu.


"iya pasti dia akan cocok dengan Zidane."balas Bagas tersenyum simpul.


Sementara Tiara di depan sana, sesekali akan melirik ke belakang saat mendengar bisik-bisik dari kedua orang tuanya itu. walaupun wanita itu tidak mengerti apa yang telah dibicarakan oleh kedua orang tuanya, namun wanita itu merasa sedikit terusik dengan acara bisik-bisik itu.


'semoga mereka tidak merencanakan Yang aneh-aneh.'batin Tiara memohon dalam hatinya.


****


"akhirnya kau datang juga."sambut Oma Keisha pada cucu kesayangannya itu. sementara Zidane, laki-laki berwajah hitam manis itu hanya menatap datar ke arah orang-orang yang tengah tersenyum ke arahnya.


"Ada apa menyuruhku datang kemari?"tanpa mengindahkan pertanyaan dari wanita sepuh itu, Zidane justru malah balik bertanya Soraya menatap datar ke arah semua orang yang ada di sana.


Sementara itu, Oma Keisha dan juga Opa Galang hanya menatap datar ke orang semua orang yang ada di sana. dengan aura yang sangat mencekam dari kedua manusia seperti itu.


Namun, hal itu sama sekali tidak di Kudus oleh laki-laki berwajah manis itu. karena tatapan dari Zidane, tetap saja dingin dan juga datar. seakan membalas perlakuan kejam dari dua sesepuh itu.


"Maaf kami terlambat!"tiba-tiba saja fokus dari semua orang teralihkan saat mendengar suara di belakang sana. hingga membuat semuanya, menoleh ke arah sumber suara.


Seketika itu pula, kedua bola mata kedua orang itu seketika membulat sempurna. saat menyadari kehadiran masing-masing. dan tanpa komando apa-apa, Zidane dan juga Tiara menatap ke arah kedua orang tuanya bersama-sama.


"apa maksudnya ini?!"tanya Zidan dengan nada datar dan juga dingin.


"lebih baik kita sarapan saja dulu."jawab Oma Keisha pada semua orang yang ada di sana.


Zidane yang mendengar itu, seketika ingin naik pitam. namun langkah dari laki-laki berwajah manis itu segera terhenti saat melihat dan merasakan pergerakan dari Ajeng yang seolah menahannya.

__ADS_1


"jangan membuat mereka marah. turuti apa perkataan mereka."bisik wanita itu tepat di telinga putranya.


Tentunya Hal itu membuat Zidane yang mendengarnya, sekuat tenaga menahan amarahnya. hingga tak lama berselang, menghembuskan nafasnya secara perlahan.


Sesekali, laki-laki berwajah manis itu akan menatap ke arah Tiara. sehingga membuat tatapan keduanya, sesekali akan bertemu. dan hal itu Malah disalah artikan oleh tatapan seseorang.


Mereka pada akhirnya menikmati makanan itu dengan suasana yang sangat hening.


*****


"dia sudah dalam kondisi sendiri!"beritahu seorang laki-laki yang berdiri tidak jauh dari tempat di mana Asmirandah berada.


(baik aku akan segera ke sana. pastikan dia sudah dalam kondisi sadarkan diri.)


"kau tenang saja. semua akan ada waktu yang tepat.)


Tut Tut Tut


Panggilan itu seketika terputus.dan tak lama berselang, tatapan dari orang itu tertuju pada seorang wanita yang mulai menampakkan kondisi membaik dan juga pergerakan dari anggota tubuhnya.


'dia memang akan segera sadarkan diri.' batin laki-laki itu tersenyum smrik.


****


"kau mau ke mana?"tanya seseorang saat melihat pergerakan dari Naomi yang hendak menjauh dari tempat tinggalnya. hingga membuat wanita itu, seketika menoleh ke arah sumber suara.


"aku ada urusan sebentar."jawab Naomi dengan nada yang sangat datar dan terkesan sangat dingin.


Tak ingin mengalah, lawan bicara dari Naomi yang tak lain adalah Yudha itu, mencekal pergelangan tangan dari wanita itu.


"jangan pernah menyembunyikan sesuatu dariku. atau nantinya, kau akan menyesal."ancam laki-laki itu penuh dengan tatapan yang mengintimidasi dan juga tatapan yang sangat datar.

__ADS_1


"cih, aku tidak peduli!" setelah mengatakan hal itu, wanita cantik yang merupakan kakak kandung dari Asmirandah itu menghempaskan tangan dari laki-laki yang pernah menjadi bagian dari hidupnya.


__ADS_2