
Beberapa hari kemudian,....
Kini Asmirandah tengah berada di sebuah studio foto yang ada di negara Flores. wanita cantik itu tengah menikmati liburan singkat bersama dengan Jordan dan juga Arabella. itu semua bukanlah tanpa alasan. karena Asmirandah, sebenarnya tidak ingin keluar dari rumah karena dia sedang mager.
Namun Jordan memaksa wanita itu untuk mengikuti kemanapun langkahnya berada. dan pada akhirnya, yang dapat dilakukan oleh wanita itu, hanyalah berpasrah saja.
"bagaimana, apakah kamu merasa bahagia?" tanya laki-laki itu Seraya melingkarkan tangannya di perut ramping sang Istri.
Asmirandah yang mendengar itu, seketika senyum kecil. kemudian kembali memfokuskan pandangannya, pada Arabella saat ini tengah bermain dengan para pelayan yang memang sengaja dibawa oleh laki-laki itu.
"semoga setelah ini, Arabella akan langsung mendapatkan adik."gumam laki-laki itu tepat di telinga Asmirandah.
Membuat wanita itu seketika mematung di tempatnya. karena memang, tidak ada yang dapat dilakukan saat ini selain berdiam diri.
Seraya di dalam hatinya, wanita itu memohon agar semua rahasianya itu, tidak terbongkar begitu saja.
"semoga sampai kapanpun juga, tidak akan pernah mengetahui hal ini. agar posisi dan juga kedudukan diriku bersama orang-orang yang aku sayangi, bisa sama-sama aman."ucap wanita itu dalam hati.
Jordan yang melihat keterdiaman dari wanita yang ada di hadapannya saat ini, seketika mengerutkan keningnya.
"apa ada sesuatu yang kamu pikirkan?" tanya laki-laki itu, Seraya menyentuh bahu dari wanita ia cintai. membuat wanita itu, seketika tersentak kaget.
"Ng... nggak ada apa-apa."jawabnya dengan nada suara terbata-bata. kemudian dengan segera, wanita itu memutuskan untuk masuk ke dalam kamarnya.
Jordan memang sangat memperlakukan Asmirandah seperti seorang putri raja. bayangkan saja, wanita itu saat ini tengah berada di resort mewah yang berharga puluhan juta atau bahkan ratusan juta semalam. dan hal itu sengaja dipilih oleh Jordan untuk melakukan honeymoon kedua. berharap mendapatkan keturunan kembali dari wanita cantik itu.
"apakah kamu mau makan sesuatu?"tanya laki-laki yang memiliki jambang tipis di kiri dan kanan wajahnya itu dengan kalimat dan ada suara yang begitu lembut.
__ADS_1
Membuat Asmirandah yang mendengarnya seketika terdiam untuk beberapa saat. dan tak lama berselang, wanita cantik itu pun menganggukkan kepalanya
membuat Jordan yang mendengar itu seketika tersenyum lebar."apa yang kau inginkan ratuku?"tanya laki-laki itu Seraya menatap Asmirandah dengan tatapan memuja.
" sosis dan roti bakar Sepertinya enak."wanita itu Seraya tersenyum lebar karena membayangkan kedua makanan itu kedua mata yang sangat berbinar.
"siap laksanakan ratuku!"laki-laki itu Seraya bersikap hormat. membuat Asmirandah yang melihatnya, menarik kedua sudut bibirnya atas membentuk sebuah senyuman yang begitu manis.hingga beberapa saat kemudian Jordan yang melihat itu pun juga ikut tersenyum.
Kemudian laki-laki yang memiliki jambang tipis di kiri dan kanan wajahnya itu segera memerintahkan kepada para pelayannya untuk mencarikan makanan yang diinginkan oleh wanita kesayangannya itu.
*****
cara itu di belahan bumi yang lain terlihat dua orang wanita paruh baya yang tengah berbincang-bincang dengan hangat di ruang tamu. hingga tak lama berselang, salah satu dari mereka memutuskan untuk pamit.
"Mbak aku masuk ke dalam dulu ya? mau nyiapin makanan untuk Mas Garuda."pamit Sahara pada Ajeng.
Membuat wanita paruh baya itu seketika tersenyum simpul dan menganggukkan kepala persilahkan adik iparnya itu untuk ke dalam kamarnya.
untuk beberapa saat kemudian, suasana di ruang tamu itu tampak sangat hening. karena memang tidak ada siapa-siapa di rumah itu kecuali dirinya dan juga Tiara yang tengah berada di dalam kamarnya. entah apa yang dilakukan oleh wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu sampai tidak keluar dari dalam kamar. walaupun hari sudah tampak siang.
Tiba-tiba saja kedua bola mata dari wanita paruh baya itu seketika membulat sempurna saat mengingat apa yang dikatakan oleh Zidane beberapa hari yang lalu itu.
"apakah dia melakukan hal itu lagi pada bocah kecil itu?"tanya Ajeng dengan raut wajah cemasnya.
Dengan secepat kilat, wanita paruh baya itu segera menuju ke dalam kamarnya untuk mengambil sesuatu barang. barang yang dapat membantunya untuk melihat apa yang dilakukan oleh menantu kesayangan yang dipilihkan oleh Oma Keisha itu.
"nah ini dia barangnya!"gumam wanita itu Seraya tersenyum simpul ke arah sesuatu yang ada dalam genggamannya.
__ADS_1
Kemudian, mulai berjalan untuk mendekati pintu kamar dari wanita itu untuk menempelkan alat yang diberikan Zidane pada Ajeng.
Setelah beberapa saat kemudian, pada akhirnya wanita paruh baya itu segera kembali ke dalam kamar.
"sekarang tinggal tunggu apa yang ia lakukan pada cucuku itu."bagaimanapun keadaan dan juga tingkah laku dari Tiara, tetap tidak membuat perubahan apapun. karena sampai kapanpun juga, Elvio tetap menjadi cucu kandungnya dan tidak bisa diganggu gugat lagi.
***
Sementara itu di dalam kamar, Lagi Dan Lagi wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu kembali diteror oleh seseorang dengan menempatkan beberapa foto saat dirinya membakar dan menghajar Naomi. entah dari mana datangnya bukti foto itu. yang jelas saat ini, cara benar-benar merasakan kelapangan yang luar biasa.
"aaaaarrgghhh! ternyata memang dia ingin bermain-main denganku!"geram-nya Seraya mengepalkan tangannya kuat-kuat.
Oeeekk Oeeekk Oeeekk
Di saat wanita itu tengah sibuk dengan pemikirannya masing-masing, terdengar suara tangisan yang begitu melengking yang berasal dari box bayi. itu semakin membuat Tiara merasa murka.
Tanpa pikir panjang lagi, wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu langsung mengambil bayi mungil itu dan meletakkannya dengan kasar di atas tempat tidur.
puk
Dengan sekuat tenaga, wanita gila itu memukul paha dari bayi mungil itu dengan keras. dan tak lama berselang, tangisan dari bayi itu semakin pecah.
Sepertinya saat ini, Tiara benar-benar melupakan akan sesuatu. bahwa perbuatannya ini, telah diketahui oleh Zidane.
"diam kau anak sialan!"teriaknya dengan marah. dan tanpa pikir panjang lagi, wanita cantik itu segera menyumpal mulut dari Elvio agar bayi itu bisa cepat diam.
Lama kelamaan, bayi malang itu seketika terlelap mungkin karena merasa lelah dengan yang terjadi pada dirinya saat ini.
__ADS_1
"nah kan akhirnya kau tidur juga."gumam wanita itu Seraya menatap malas ke arah Elvio. kemudian Tiara kembali mengamati barang yang baru saja sampai itu.
"aku harus cepat mencari siapa orang yang berani-beraninya melakukan hal ini padaku. apakah dia sudah merasa hebat karena sudah melawanku?!"tanya wanita itu Seraya mengepalkan tangannya kuat-kuat.