
Karena tidak memiliki pilihan lain, pada akhirnya Ajeng hanya berdiam diri di kamar itu. karena menurutnya, terlalu risiko jika harus nekat menemui cucunya seperti ini. apalagi orang-orang masih berada di rumah itu.
"maafkan Oma sayang.Oma tidak bisa berbuat apa-apa."pada akhirnya, malam itu yang dapat dilakukan oleh Ajeng hanyalah menangis di dalam kamarnya tanpa berani untuk bersuara sedikitpun.
Karena Wanita itu takut jika sang suami akan langsung terbangun dan menanyakan mengapa dirinya menangis tersedu-sedu seperti itu. dan untuk saat ini, pikiran Ajeng terlalu buntu untuk memberikan alasan yang logis seperti biasanya.
Pagi harinya...
Sinar matahari gitu cerah menyinari bumi dan seisinya. persis seperti suasana hati seorang wanita yang baru saja membuka matanya secara perlahan.
Senyum wanita itu seketika mengembang saat mengingat bagaimana ia menjadi sosok wanita ganas seperti malam itu. setelah puas meregangkan otot-otot tubuhnya, pada akhirnya Tiara memutuskan untuk segera membersihkan diri.
tak lama berselang setelah Tiara masuk ke dalam kamar, Zidane juga mulai membuka matanya. laki-laki itu menggeliat untuk meregangkan otot-otot tubuhnya yang terasa kaku.
"kenapa badanku terasa sakit semua?"tanya laki-laki itu pada dirinya sendiri Seraya menatap bingung ke sekeliling. tak lama berselang, kepalanya terasa begitu pusing seperti seseorang yang baru saja menenggak minuman keras. padahal Zidane yakin dirinya malam itu tidak meminum minuman beralkohol. tapi kenapa kepalanya begitu pening?
Kedua mata laki-laki itu seketika beralih menatap pintu kamar mandi yang dibuka dari dalam. dan tak lama berselang, seorang keluar dari dalam kamar mandi itu. yang membuat kedua mata dari Zidane, seketika melebar sempurna.
"apa yang kau lakukan?"tanya laki-laki itu dengan rahang mengeras.
"apalagi, Tentu saja aku meminta hakku sebagai seorang istri."sahut wanita itu dengan entengnya.
"kau ini benar-benar gila! apa yang kau inginkan sebenarnya?"tanya laki-laki itu semakin mengeram tertahan karena merasa telah dipermainkan oleh wanita yang ada di hadapannya saat ini.
"Kau tidak perlu tahu."setelah mengatakan hal itu, Tiara segera berlalu untuk menuju ke kamar pribadinya sendiri. karena memang tugasnya malam ini, telah selesai.
"aaaakkhh!" Zidane seketika berteriak dengan sangat kencang. karena Lagi Dan Lagi, dirinya merasa telah menghianati Asmirandah. walaupun kenyataannya, itu adalah hal yang wajar. karena dirinya dan juga Tiara adalah sepasang suami istri yang sudah pasti bisa melakukan hubungan seperti itu. dan lagi, Asmirandah bukan lagi menjadi istrinya. Melainkan, Wanita itu telah menjadi istri dari adik sepupunya.
__ADS_1
Tapi tetap saja Zidan merasa sangat bersalah karena hati mereka masih terpaut satu sama lain. walaupun raga keduanya telah benar-benar terpisahkan oleh keegoisan dan juga campur tangan orang lain.
Karena merusak frustasi akibat pemikirannya sendiri, pada akhirnya Zidane memutuskan untuk segera membersihkan diri. memikirkan semuanya saja, bisa membuat kepala dari laki-laki itu meledak.
Setengah jam berlalu, Zidane keluar dari dalam kamar mandi dengan kondisi tubuh dan juga wajah yang lebih segar dari sebelumnya. dan setelah selesai bersiap-siap, laki-laki manis itu segera turun untuk menemui orang-orang yang ada di sana.
"selamat pagi semuanya!" sapa Tiara dengan senyuman yang begitu merekah. membuat semua orang yang ada di sana, balas untuk menyapanya. namun berbeda dengan Zidane. karena laki-laki berwajah manis itu hanya menatap datar ke arah wanita yang berstatus sebagai istrinya itu.
"wah tumben cucu kesayangan Oma gembira seperti ini, memangnya ada apa?"tanya Oma Keisha dengan senyuman yang merekah di bibir keriputnya.
Tiara berjalan mendekat dan membisikkan sesuatu tepat di telinga wanita rentah itu. seketika itu pula, wajah dari Oma Keisha berubah menjadi sumringah. wanita renta itu menatap ke arah Zidane dan juga Tiara secara bergantian.
"semoga saja usaha kalian berhasil."ucap wanita itu Seraya memeluk tubuh Tiara dan juga Zidane secara bergantian.
Sementara laki-laki berwajah manis itu sendiri, hanya dapat melihat tingkah laku dari neneknya itu dengan ekspresi wajah Cengonya. karena memang, laki-laki itu tidak mengerti apa yang dimaksud oleh wanita renta itu.
"Zidane tunggu!" panggil Ajeng pada putranya itu. membuat si pemilik nama, seketika menghentikan langkahnya. dan mengarahkan pandangannya, kepada wanita paruh baya itu dengan raut wajah bertanya-tanya.
"Ada apa Mami memanggilku?"tanya laki-laki berwajah manis itu dengan nada suara yang heran.
"Mami ikut."ucap wanita itu Seraya menarik tangan dari putranya agar segera masuk ke dalam mobil. sebelum menikah akan ketahuan.
****
Di perjalanan, raut wajah dari Ajeng begitu sangat khawatir. membuat Zidan yang melihat itu, merasa sangat penasaran.
"kenapa Mami khawatir sekali?"tanya laki-laki itu menatap serius ke arah sang ibu.
__ADS_1
Ajeng hendak mengatakan yang sebenarnya pada putranya itu. namun seketika, hal itu segera diurutkan. Mengingat, Zidane akan meeting penting sebentar lagi. jika Ajeng mengatakan yang sebenarnya, maka dapat dipastikan bahwa Zidane pasti akan mengundur atau bahkan membatalkan pertemuan itu. dan itu akan membuat orang-orang yang berada di dalam keluarga Prakoso, akan merasa curiga. dan Ajeng tidak ingin sampai hal itu terjadi.
" hanya numpang untuk ke mall. karena ada sesuatu yang ingin Mami beli untuk anakmu."pada akhirnya, wanita paruh baya itu memutuskan untuk berbohong.
Zidane yang mendengar itu, sempat memicingkan matanya. melihat apakah ada raut kebohongan dari wanita paruh baya itu. dan hal itu langsung membuat Ajeng secepat kilat, merubah ekspresi wajahnya.
"Ya sudah kalau begitu."setelah mengatakan hal itu, Zidan kembali melajukan kendaraannya untuk menuju tempat tujuan.
****
Sementara itu di tempat lain, terlihat dua orang wanita berbeda generasi tengah berbincang-bincang dan sesekali akan bersenda gurau.
"Oma sudah merasa tidak sabar. kapan kalian akan mulai mempersiapkan diri untuk memiliki anak?"tanya Oma Keisha pada Tiara.
"secepatnya Oma. lebih baik, Oma doakan saja."ucapnya tersenyum lebar.
Tak lama berselang, terlihat seseorang yang berjalan menghampirinya dengan langkah tergesa-gesa dan tiba-tiba saja,...
brughh
"awww."
"maaf maaf saya tidak sengaja."ucap orang itu yang langsung pergi dari sana.
Sementara Tiara, wanita itu hanya menatap menyalam kepergian dari orang yang baru saja menabraknya itu.
"dasar tidak bertanggung jawab! kamu tidak apa-apa, Tiara?"tanya wanita paruh baya itu dengan raut wajah khawatir.
__ADS_1