Ditikung Kakak Kandung

Ditikung Kakak Kandung
Bab 56


__ADS_3

"kenapa ini bisa seperti ini Bang?"tanya Asmirandah saat mereka telah berada di depan sebuah Puskesmas yang tidak jauh dari sana.


Bukannya menjawab, Zidane malah tersenyum seraya menatap ke arah wanita yang sangat dia cintai itu.


"kenapa malah tersenyum?"protes Asmirandah seraya mencebikkan bibirnya maju beberapa senti.


Tentu saja hal itu membuat Zidane yang melihat itu, menarik pelan bibir kekasihnya. hingga si pemilik seketika mendelik ke arahnya.


"apa sih Bang?"tanya wanita itu dengan nada sedikit manja. Zidane yang melihat itu seketika menarik wanita itu dalam pelukannya.


"aku benar-benar mencintaimu. dan aku tidak akan pernah membiarkan kita terpisah apapun Yang terjadi." ucap laki-laki itu dengan nada suara yang bersungguh-sungguh.


Asmirandah yang mendengar itu, seketika menitikan air mata. Karena Wanita itu merasakan sangat terharu dengan perlakuan yang ditunjukkan oleh laki-laki yang ada di hadapannya saat ini.


"kenapa menangis seperti itu?"tanya Zidane terkejut.


Bukannya menjawab, wanita cantik itu justru malah memeluk tubuh Sang kekasih dengan sangat erat. dan tak lama berselang, terdengar isakan tangis. Zidane yang awalnya bingung, seketika tersenyum simpul dan mengusap kepala kekasihnya itu penuh dengan kelembutan.


"aku akan terus berada di sampingmu."ucap laki-laki itu Seraya mendaratkan beberapa kali kecupan di kepala kekasihnya.


Setelah puas mengeluarkan air matanya, Asmirandah kembali mengobati luka di sekujur tubuh milik kekasihnya itu.


"kenapa ini bisa seperti ini sih Bang? memangnya, Abang mikirin apa sampai abang kecelakaan seperti ini?"tanya Asmirandah dengan raut wajah khawatir.


"memikirkanmu."jawab Zidane dengan senyuman yang begitu manis.


"Bang, aku serius!"ucap wanita itu Seraya menatap tajam ke arah Zidane yang masih tersenyum simpul sembari menatapnya itu.


Mendengar hal itu, laki-laki berwajah manis itu segera menatap ke arah kekasihnya dengan wajah serius.

__ADS_1


"memangnya aku sedang berbohong kepadamu? aku juga serius Asmirandah. aku sedang memikirkan hubungan kita kedepannya. sampai tidak sadar, jika seseorang menabrakku dari belakang."sahut laki-laki itu dengan nada yang sangat ditekankan. yang menandakan, bahwa Zidane saat ini tengah dalam keadaan serius.


Mendengar penuturan dari kekasihnya itu, sukses membuat wajah Asmirandah berubah drastis. yang awalnya berwajah ceria, seketika berwajah murung saat mendengar penuturan dari laki-laki itu.


Tiba-tiba saja, Asmirandah berdiri dari duduknya. dengan mengusap kasar air mata yang mulai membasahi pipinya itu.


"kamu mau ke mana?"tanya Zidane Seraya menarik tangan kekasihnya itu akan kembali duduk di sampingnya.


Sejenak, wanita cantik itu terdiam. dan beberapa kali, menghirup udara sebanyak mungkin. sebelum akhirnya, menghembuskannya secara perlahan.


"sebaiknya, hubungan kita sampai di sini saja."setelah mengatakan hal itu, Asmirandah kembali bangkit dan hendak pergi dari sana. namun, wanita itu kembali duduk di tempatnya. saat tangannya ditarik oleh Zidane.


" apa yang kamu katakan?" tanya laki-laki itu mencoba untuk menahan agar kekasihnya itu tidak pergi.


"lepaskan aku. biarkan aku pergi!" ucap wanita itu mencoba untuk menepis tangan dari kekasihnya.


Zidane yang mendengar itu seketika menggelengkan kepala."sampai kapanpun juga, aku tidak akan pernah membiarkan hal ini terjadi."ucapnya penuh dengan penekanan.


"jangan bicara seperti itu. karena sampai kapanpun juga, aku tidak akan pernah melepaskanmu." ucapnya dengan raut wajah tidak suka.


Asmirandah yang mendengar itu hanya mengagumkan kepala. dan setelah beberapa menit kemudian, mereka akhirnya saling melepaskan satu sama lain setelah dirasa suasana hati tenang.


"apa kamu sudah tenang?"tanya Zidane menatap ke arah kekasihnya itu dengan tatapan yang sangat dalam.


Asmirandah hanya menganggukkan kepala. kemudian mulai memperbaiki posisi duduknya agar sedikit menjauh dari laki-laki itu. karena entah mengapa, wanita itu mulai merasa was-was. takut jika perbuatannya saat ini, diketahui oleh orang lain.


"wajahmu kenapa menjadi tegang seperti itu?"tanya Zidan menetap ke arah kekasihnya itu dengan kening yang mengernyit.


"aku baru sadar kalau apa yang aku lakukan ini salah. sebaiknya, kita tidak bertemu lagi setelah ini."setelah mengatakan hal itu, Asmirandah segera bangkit dari tempat duduknya dan langsung melangkahkan kakinya untuk menjauh dari sana.

__ADS_1


Tentu saja hal itu membuat Zidane yang mendengarnya, merasa sangat kebingungan. Namun demikian, laki-laki itu juga tidak ingin kehilangan wanita yang ia cintai untuk kedua kalinya.


"aaakkkhhhh kenapa lagi dengan wanita itu??"tanya Zidane dengan raut wajah frustasi. karena memang, laki-laki itu tidak mengerti apa yang dimaksud oleh wanita kesayangannya saat ini.


"Kau ini kenapa lagi?!"tanya Zidan yang saat itu telah berhasil menarik kembali tangan dari wanita itu.


"sebaiknya, kita tidak sering bertemu. karena aku takut, orang-orang yang tidak suka dengan hubungan kita akan semakin berniat untuk memisahkan."bukannya menjawab, Asmirandah justru memaparkan sesuatu yang menurut Zidane tidak masuk akal.


"apa yang kau bicarakan?"tanya Zidan dengan raut wajah yang masih tidak mengerti.


"Bang, apakah Abang tahu kalau Kak Naomi pernah memergoki kita saat bertemu seperti ini? aku tidak ingin, kembali bermasalah dengan kakak kandungku itu."


Sontak saja Zidane yang mendengar itu, langsung menetap di sekeliling tempat itu. takut jika Naomi memang benar-benar ada di sana.


"Ya sudah kalau begitu. kamu boleh pulang. tapi, jangan pernah bersungguh-sungguh untuk menghindariku. karena sampai kapanpun juga, aku tidak akan pernah melepaskanmu."setelah mengatakan hal itu, genggaman tangan laki-laki itu di pergelangan tangannya, perlahan-lahan mulai mengendur.


Berkali-kali, Asmirandah menghirup udara sebanyak mungkin. dan setelah itu, menghembuskannya secara perlahan. sebelum akhirnya, tubuhnya benar-benar menjauh dari sang kekasih.


"ternyata memang benar apa dugaanku selama ini."Asmirandah seketika menoleh saat mendengar suara seseorang yang berada di sampingnya.


Tiba-tiba saja, tubuh wanita itu menegang saat mendapati sang kakak berdiri tepat di hadapannya dengan kedua tangan yang bersilangan di depan dada.


"Ka..kak Naomi, kenapa ada di sin?"tanya Asmirandah dengan tubuh bergetar hebat.


Naomi yang mendengar itu seketika mengangkat kedua sudut bibirnya membentuk sebuah senyuman misterius.


"Tentu saja aku ingin mengatakan semuanya pada Bunda dan juga Papa. Kira-kira, apa reaksi mereka berdua setelah mendengar penuturanku ini."ucapnya dengan senyuman mengejek.


"kak, tolong jangan seperti ini aku mohon."kedua tangan Asmirandah seketika langsung mengatup di depan dada. disertai dengan wajah pucat pasi dengan wajah penuh keringat.

__ADS_1


Namun hal itu sama sekali tidak digubris oleh Naomi. karna wanita itu, malah melenggang pergi dari sana.


__ADS_2