Ditikung Kakak Kandung

Ditikung Kakak Kandung
Bab 66


__ADS_3

Saat ini, Asmirandah dan juga Zidan tengah menikmati sarapan pagi mereka yang setengah siang. karena memang, mereka baru selesai makan di jam sebelas. dengan sesekali, bercanda tawa.


"aku nggak nyangka kalau abang memang benar-benar bisa masak."kagum Asmirandah pada laki-laki hitam manis yang telah resmi menjadi suaminya itu.


"tentu saja. selain bisa masak, aku juga bisa mencetak gol di gawang mu."seloroh Zidane yang langsung dihadiahi tatapan tajam dari wanita itu.


Sementara Zidane sendiri, laki-laki itu hanya tersenyum kecil. dan pada akhirnya, mereka juga menikmati makanan itu kembali dengan sesekali bercerita.


"oh ya Bang, di mana hp-ku?"tanya Asmirandah. Yang sepertinya mengingat sesuatu.


"me... memangnya kenapa?"tanya Zidan dengan raut wajah pria dan juga nada gugupnya.


"aku ingin menghubungi kedua orang tuaku."jawab Asmirandah.


Trang!!


Tiba-tiba saja sendok yang dipegang oleh laki-laki itu seketika terjatuh di atas meja makan. sesaat setelah Asmirandah mengatakan hal itu.


'apa dia mengingat semuanya?'batin Zidane menerka-nerka.


" me..memangnya ada apa?"laki-laki itu kembali terbata-bata dalam bertanya kepada istrinya itu.


"tidak aku hanya ingin melepas rindu dengan mereka."jawab Asmirandah dengan santai. buat Zidane yang mendengar itu, kembali terdiam cukup lama. ada perasaan ragu yang tergambar dari wajah laki-laki itu.


Namun beberapa menit kemudian, laki-laki itu menganggukkan kepalanya perlahan. dan dengan perlahan pula, laki-laki itu menyerahkan ponsel milik wanita itu.


Dengan senyuman yang merekah, wanita cantik itu, segera mendali nomor telepon yang atas nama Ibunya.


"halo Bun, ini aku Asmirandah."ucap wanita cantik itu. sesaat, setelah sambungan telepon itu terhubung oleh seseorang di sebelah sana.

__ADS_1


"astaga Asmirandah, apa ini benar-benar kamu? sekarang katakan kamu ada di mana?"tanya Chelsea dari sedang sana dengan suara yang menggelegar. Terdengar di indra pendengaran wanita itu ada langkah kaki yang berlari mendekat menghampiri ibunya.


Namun anehnya, Asmirandah sama sekali tidak merasa takut. jika yang menghampiri ibunya saat ini, kemungkinan bisa Naomi. Entahlah, mengapa wanita itu tidak merasa takut jika berhadapan dengan kakak kandungnya itu.


"siapa Bunda?"tanya seorang laki-laki paruh baya yang Asmirandah kenal, adalah Ayah kandungnya sendiri.


"ini Pa, Asmirandah."jawab wanita paruh baya itu dengan suara yang bergetar. menandakan bahwa wanita itu saat ini tengah menahan tangis yang luar biasa.


Pada akhirnya, sambungan telepon itu berubah menjadi sambungan video call yang menampilkan wajah dari dua orang tuanya membuat Asmirandah seketika, tersenyum senang.


"halo Papa, Bunda! kalian tidak usah khawatir aku disini baik-baik saja. aku hanya ingin menenangkan hati dan juga pikiranku. nanti setelah aku merasa tenang, aku akan pulang ke rumah. kalian tidak usah khawatir. yang terpenting saat ini, tolong jangan pernah katakan apapun pada Kak Naomi."mohon Asmirandah dengan raut wajah bersungguh-sungguh.


Terlihat wajah Chelsea dan juga Aaron tampak gelisah dari seberang sana. dan beberapa saat kemudian, kedua manusia paruh baya itu menganggukkan kepala.


"baiklah. kalau begitu, kamu di sana hati-hati. jangan sampai, membuat malu keluarga kita kembali. seperti apa yang dilakukan oleh kakakmu dulu."ucap Chelsea dan juga Aaron memberikan pesan pada putri bungsunya itu. dan dengan segera, Asmirandah menganggukkan kepala.


"Bun, Pah," panggil wanita cantik itu pada kedua orang tuanya.


"jangan bilang pada siapa-siapa jika aku ada di sini."ucap Asmirandah dengan raut wajah serius.


Entahlah. mengapa Asmirandah bisa melakukan kebohongan itu pada kedua orang tuanya. padahal dulunya, wanita itu tidak pernah melakukan hal itu.


"iya sayang kita akan diam."jawab mereka serempak. hal itu tentu saja membuat Asmirandah ketika bernafas dengan lega.


"Terima kasih bunda, Papa."ucap wanita itu girang.


" omong-omong, kapan kamu akan kembali?"tanya Chelsea saat mereka terdiam cukup lama.


Asmirandah melihat ke arah Zidane terlebih dahulu sebelum menjawab pertanyaan dari kedua orang tuanya.

__ADS_1


Dengan perlahan dan juga tanpa mengeluarkan suara apapun, mengatakan bahwa mereka akan kembali dalam waktu dua minggu ke depan.


"aku akan pulang setelah 2 minggu di sini Bun,"jawab Asmirandah tersenyum simpul. terdengar helaan nafas dari seberang sana.


"Bunda sama Papa tidak usah khawatir aku di sini baik-baik saja."sahut Asmirandah yang mengetahui raut wajah khawatir dari kedua orang tuanya itu.


"baiklah kalau begitu, kamu di sana hati-hati jaga kesehatan dan juga jaga diri baik-baik."sahut Chelsea dari seberang sana.


Tak terasa, mereka berbicara saling melepas rindu dalam waktu yang cukup lama. sementara Zidane, laki-laki berwajah manis itu, hanya tersenyum simpul saat melihat kebahagiaan dari wanita yang sangat ia cintai itu.


Setelah sambungan telepon itu, terputus, senyuman dari Asmirandah, seketika langsung terbit. wanita cantik itu dengan segera menghampiri sang suami dan langsung duduk di atas pangkuan Zidane seperti seorang anak kecil kepada orang tuanya.


"Makasih ya Abang. sudah membuat hidupku semakin berwarna Dengan hadirnya kamu di dalam hidupku."ucap Asmirandah Seraya mendaratkan beberapa kali kecupan di wajah manis untuk suaminya.


Zidane yang mendapatkan serangan itu, seketika langsung menerbitkan senyuman jali nya. dan membawanya langsung ke dalam kamar. Asmirandah merasa kelabakan di buatnya


"aaakkkhhhh! ampun Bang, nggak lagi!"siapapun yang mendengar teriakan dari Asmirandah itu, pasti mereka akan berpikiran yang aneh-aneh tentang apa yang dilakukan oleh sepasang pengantin baru itu.


Apalagi cuaca di luar, terlihat sangat mendukung tentang apa yang akan dilakukan oleh kedua manusia berbeda gender itu. itulah yang dipikirkan oleh beberapa pekerja di rumah itu. mereka saling lirik setelah itu saling mengulum senyum satu sama lain.


Padahal yang terjadi di dalam kamar mereka adalah, keduanya tengah bermain kejar-kejaran seperti seorang anak kecil dengan sesekali saling menggelitik satu sama lain di saat mereka saling tertangkap satu sama lain.


"hahaha ampun Abang maaf!"teriak wanita itu dengan penuh rasa yang berkecamuk dalam hatinya.


Sementara Zidane, laki-laki itu segera menghentikan aktivitasnya dan langsung menarik lengan istrinya untuk masuk ke dalam dekapannya.


" aku benar-benar mencintaimu."bisik laki-laki itu sekali lagi. Hal itu membuat Asmirandah yang mendengarnya, ketika memutar bola mata malas.


"berapa kali kamu bilang hal itu? apa kamu nggak capek?"tanya wanita itu seraya menatap malas ke arah sama suami.

__ADS_1


"nggak akan capek karena aku memang benar-benar mencintaimu dan sampai kapanpun, akan berusaha keras untuk membuat kita terus bersama apapun Yang terjadi.


__ADS_2