
Satu Minggu Kemudian,...
Kini, kondisi dari Asmirandah sangatlah parah. wanita itu selalu dikurung dalam kamar dan selalu dipaksa untuk melakukan sesuatu yang tidak semestinya dilakukan oleh wanita itu. belum lagi, dengan Jordan yang terus-menerus mengambil air kehidupan dari tubuh wanita itu. seperti seorang yang tengah kelaparan.
Asmirandah sebenarnya ingin sekali berontak. namun apalah daya. tenaga dari wanita itu, tidak sebanding dengan tenaga yang dimiliki oleh laki-laki. yang entah sejak kapan, menjadi kesetanan seperti itu.
Seakan-akan, laki-laki itu melupakan status Asmirandah yang merupakan istri dari kakak sepupunya. karena Jordan sudah terlanjur mencintai dan juga memiliki ambisi yang cukup besar untuk memiliki wanita itu. sehingga apapun yang terjadi, dirinya Harus memiliki wanita pujaannya itu. tidak peduli walaupun harus menggunakan cara yang salah.
"aku mohon Jordan, tolong lepaskan aku!"ucap Asmirandah memohon. dan dengan sekuat tenaga, mencoba untuk menghindar dari serangan laki-laki itu. namun sayangnya, usahanya itu tidak berhasil. karena bukannya terlepas, saat ini Jordan malah asik memainkan bagian tubuh Asmirandah yang paling privasi. hingga beberapa kali, lenguhan panjang dan juga de*ahan begitu saja dari bibir Asmirandah.
Hingga membuat Jordan semakin kesetanan dan semakin gencar dalam menjalankan aksinya. dan akhirnya, yang dapat dilakukan oleh wanita itu hanyalah berpasrah diri. sembari memohon dalam hatinya agar adanya bantuan yang dapat membuatnya keluar dari situasi mengerikan seperti ini.
"aku sangat membencimu!" gumam wanita itu dengan suara yang nyaris tidak terdengar karena sejak beberapa hari yang lalu, Jordan tidak menghentikan aktivitasnya. sehingga membuat Asmirandah sendiri, merasa kewalahan dan hampir saja tak sadarkan diri.
Dan sekarang ini, wanita itu benar-benar tumbang. dengan kondisi yang sangat memprihatinkan.
cekrek
Jordan dengan segera memfoto dirinya yang berpose di sebelah Asmirandah tanpa menggunakan sehelai benang pun. Kemudian mengirimkannya pada Naomi sekutu yang diajak untuk bekerja sama.
"aku yakin setelah ini, aku akan langsung di buang dari keluarga besar itu. lagi pula, siapa orang yang betah dengan peraturan aneh seperti itu? aku rasa, hanya orang gila yang mampu bertahan dalam kondisi seperti itu."setelah mengatakannya, Jordan segera kembali berbaring dan memeluk tubuh Asmirandah dengan sangat erat.
Seakan-akan, wanita itu adalah miliknya yang patut untuk dipertahankan. padahal di sini, Jordan adalah sebagai seorang pencuri. dan jika keluarga besar dari kakek neneknya tahu, maka dirinya akan diadili. Namun, Jordan sama sekali tidak memperdulikan hal itu.
****
"ini Asmirandah ke mana? kenapa aku dan juga anak buahku tidak berhasil menemukan di mana keberadaannya?"tanya Zidane yang sudah merasa frustasi dengan kondisi dan situasi saat ini.
__ADS_1
Kemudian laki-laki itu menatap ke arah Haidar yang masih terlelap dalam tidurnya Seraya mulut mungilnya menyedot susu formula yang dibuatkan oleh Tiara pagi tadi. memang setelah kepergian dari Asmirandah, Zidane dan juga Tiara memutuskan untuk mengganti air kehidupan dari Haidar.
Karena sampai sekarang, mereka belum menemukan Di mana keberadaan Asmirandah.
"apa yang harus kita lakukan, Kak?"tanya Tiara dengan raut wajah khawatirnya.
"aku akan kembali menemui Naomi. karena hanya dia, satu-satunya orang yang tahu dimana keberadaan istriku."setelah mengatakan hal itu, Zidane segera pergi dari sana.
"tolong jaga putraku selama aku pergi."ucap Zidane Seraya menoleh ke belakang. di mana, Tiara berada. dan hal itu hanya dijawab anggukan kepala oleh wanita itu.
****
Dan di sinilah Zidane saat ini. di rumah keluarga Orlando. dan sangat kebetulan karena saat ini, wanita itu tengah berdiri di ambang pintu. sepertinya memang sengaja menunggu kedatangan Zidane.
"tolong katakan di mana keberadaan istriku."ucap laki-laki berwajah manis itu dengan nada yang sudah mulai frustasi.
"apapun syaratnya, aku akan menurutinya! yang terpenting saat ini, katakan saja di mana keberadaan istriku. karena Haidar, sangat memerlukan keberadaan ibunya."ucapnya dengan nada memohon.
Tentunya Hal itu membuat Naomi yang mendengarnya, merasa sangat speechless. Karena untuk pertama kalinya, wanita itu melihat seorang Zidan Prakoso melakukan hal seperti itu. memohon dan mengiba, bukanlah keahlian dari keluarga terpandang itu.
Namun sekarang, semua kelakuan itu terpampang nyata di hadapan Naomi. hingga membuat wanita itu seketika tersenyum lebar.
"tolong nikahi aku!"ucap Naomi dengan nada yang sangat tegas. membuat laki-laki berwajah manis itu seketika tertegun di tempatnya. hingga beberapa saat kemudian, gelengan kepala terlihat samar dari sudut matanya.
"tidak Naomi. kau jangan gila! aku sudah memiliki istri jika kau lupa!" ucapnya mencoba menyadarkan wanita itu.
Namun bukannya sadar, tingkah dari wanita itu justru semakin menjadi-jadi." aku tidak peduli! lagi pula, apakah kau yakin istrimu akan setia?"tanya wanita itu dengan ekspresi wajah yang sulit diartikan.
__ADS_1
"maksudmu apa?!"tanya Zidane dengan nada yang sedikit dinaikkan menjadi sedikit membentak.
Dengan perlahan tapi pasti, wanita itu mulai mengambil remote yang ada di meja. dan dengan segera, mulai menyalakan televisi yang memang telah tersambung dengan DVD di bawahnya.
"kau bisa lihat itu!"tunjuk Naomi pada sebuah rekaman yang memperlihatkan pemandangan yang menyakitkan bagi Zidane.
Rekaman, sebagian besar telah direnovasi dan dimodifikasi oleh wanita itu. di mana Di dalam rekaman itu, terlihat Asmirandah yang berjalan beriringan dengan Jordan. memang awalnya tidak ada yang aneh. namun lama-kelamaan, adegan itu mulai terlihat sangat intim.
Apalagi, saat menit-menit terakhir rekaman itu di mana Jordan merangkul tubuh Asmirandah dan membawanya pergi dari sana. dan setelah itu, rekaman pun mati.
"bagaimana apakah kau masih menganggap Asmirandah itu istrimu?"tanya Naomi tersenyum puas.
hening...
Tidak ada jawaban dari laki-laki berwajah manis itu. karena laki-laki itu, masih mencoba untuk menguasai dirinya dari amarah yang meluap-luap di dalam dada saat ini. hingga tak lama berselang, laki-laki itu menoleh.
"bagaimanapun juga, dia masih istriku."setelah mengatakan hal itu, Zidane segera pergi dari sana. meninggalkan Naomi yang masih tersenyum puas di tempatnya.
"tidak lama lagi kau benar-benar akan menjadi milikku sayang!"setelah mengatakan hal itu, wanita segera pergi dari sana masuk ke dalam kediamannya kembali.
***
"kenapa wajahmu seperti itu Bang?"tanya Tiara yang terkejut melihat raut wajah dari suami sahabatnya itu.
Tanpa menjawab pertanyaan dari wanita berambut panjang sampai pinggang itu, Zidane segera mendudukkan dirinya di kursi yang ada di ruangan itu.
"Bang, Ada apa?"tanya wanita itu sekali lagi karena tidak mendapatkan reaksi apapun dari lawan bicaranya.
__ADS_1
"pasti kau tidak akan pernah menyangka akan hal ini."ucapnya yang membuat Tiara semakin merasa bingung.