Ditikung Kakak Kandung

Ditikung Kakak Kandung
Bab 200


__ADS_3

Beberapa Hari kemudian,....


Kini, Zidane baru saja tiba di kediaman keluarga Prakoso. laki-laki berwajah manis itu, langsung melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam rumah besar itu.


Memang, semenjak laki-laki berwajah manis itu menikah dengan Tiara, dirinya tidak pernah lagi mengunjungi rumah yang sempat ditinggali bersama dengan Asmirandah dulu. Entah bagaimana kondisinya sekarang. karena laki-laki itu, hampir tidak pernah mengunjungi bangunan megah itu.


Padahal dulunya, Zidane sangat bersemangat untuk membangun rumah itu. Karena sangat berharap, mendapatkan kebahagiaan bersama dengan keluarga kecilnya. Namun, harapan tinggal harapan. karena hubungan mereka akhirnya kandas juga. dan laki-laki itu kini, malah bersama dengan Tiara.


Laki-laki itu melangkah dengan gerakan lambat. karena memang, Zidane merasa begitu lelah baik fisik maupun hatinya.


"Jadi kapan kalian akan melangsungkan pernikahan itu?"samar-samar, laki-laki yang memiliki wajah manis itu mendengar suara seseorang yang tengah berbincang-bincang.


Zidane segera melangkahkan kakinya untuk menghampiri arah sumber suara. dan tak lama berselang, laki-laki berwajah manis itu menghentikan laju langkahnya. saat mendapati sosok Jordan tengah duduk bersama dengan Oma Keisha dan juga Opa Galang.


"Zidane, sini!" panggilan dari wanita renta itu, membuat langkah dari Zidane terhenti. Membuatnya menghembuskan nafasnya kasar.


Niat hati ingin menghindari dari orang-orang itu, menjadi gagal total. karena laki-laki berwajah manis itu, sangat malas bertemu dengan Jordan. karena memang semenjak kejadian itu, kakak beradik sepupu itu sama sekali tidak akur.


"ada apa, Oma?"tanya laki-laki manis itu Seraya berjalan untuk menghampiri orang-orang yang ada di ruang keluarga.


"duduk dulu!"perintah wanita renta itu pada cucu laki-laki tertuanya.


Zidane pada akhirnya pun menurut. walaupun beberapa kali, menghela nafas. rasanya malas sekali. laki-laki yang memiliki wajah manis itu, sempat mengedarkan pandangannya ke penjuru ruang keluarga itu.

__ADS_1


Diam-diam, laki-laki itu sedikit meringis saat melihat betapa bahagianya Sahara dan juga Garda saat mereka, tengah membicarakan wanita yang sedang dekat dengan Jordan. mungkin saja, andai dua manusia paruh baya itu tahu bahwa Putra mereka tengah dekat dengan seorang wanita yang merupakan mantan kakak iparnya, pasti Sahara dan juga Garda tidak akan pernah mengizinkan putranya itu untuk menikahi Asmirandah.


Namun sayangnya, laki-laki itu tidak mempunyai keberanian lebih untuk membongkar semuanya. karena nyawa dari anak semata wayangnya dari Asmirandah, juga pasti akan terancam jika sampai semuanya terbongkar. dan Zidane, tidak ingin hal itu sampai terjadi.


Sehingga, yang dapat dilakukan oleh laki-laki itu saat ini hanyalah berpasrah.


"bagaimana menurutmu apakah gaun pernikahan ini sangat bagus?"tanya Oma Keisha Seraya menuju sebuah gaun berwarna emas dan juga perak sangat mewah.


'ini kenapa oma Keisha malah terkesan memanas-manasi aku?'batin Zidane mengomel sendiri karena merasa sangat muak dengan pembahasan yang ada di hadapannya saat ini.


"Zidane kamu mendengar Oma berbicara bukan?"tanya wanita rentak itu Seraya menepuk bahu milik laki-laki manis itu.


"bagus Oma. kalau begitu, aku masuk ke dalam dulu, ya? saat ini aku benar-benar merasa sangat lelah."tanpa menunggu jawaban dari orang-orang itu, Zidan segera melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam kamarnya.


Sementara Jordan yang ada di sana, seketika tersenyum penuh arti. 'Akhirnya aku bisa mendapatkan apa yang aku inginkan. dan yang lebih terpenting adalah, aku bisa mendapatkan sesuatu yang pernah didapatkan oleh Zidane.' batin laki-laki itu tersenyum puas.


karena memang, laki-laki yang memiliki jambang tipis di kiri dan kanan wajahnya itu sebenarnya begitu merasa iri pada Zidane karena mendapatkan keberuntungan dan kemudahan dalam hidupnya. sementara dirinya, Hanya dianggap sebagai ban serep. mereka diperlakukan seperti adik dan kakak kandung. yaitu Jordan harus mengalah. sementara Zidane, harus selalu menang.


Karena dua petinggi keluarga Prakoso itu, mempunyai prinsip yang sedikit aneh dan juga nyeleneh. di mana, Zidane yang dianggap sebagai kakak dari Jordan, harus mendapatkan fasilitas utama. sementara, Jordan, harus bisa selalu mengalah.


Dan dengan terpaksa untuk beberapa tahun, laki-laki yang memiliki cabang tipis di kiri dan kanan wajahnya itu harus tetap mengalah. hingga pada akhirnya, sifat mengalah itu pun berontak. dan menjadi ambisi yang begitu kuat untuk mendapatkan sesuatu yang dimiliki oleh Zidan sebelumnya.


"kenapa calon istrimu juga tidak kau ajak ke sini?"pertanyaan dari Opa Galang itu, sukses membuat lamunan dari Jordan buyer.

__ADS_1


"oh dia sedang sibuk mengurus bayi kami."dengan santainya, laki-laki yang memiliki cabang tipis di kiri dan kanan wajahnya itu berkata demikian.


Syok? tentu saja, pernyataan dari laki-laki itu seketika membuat semua orang yang ada di sana merasa syok begitu saja. terutama Oma Keisha.


"maksudmu bagaimana?"tanya wanita renta itu dengan nada suara yang mulai berubah. Karena Wanita itu takut, jika perbuatan tidak menyenangkan yang pernah dilakukan oleh keluarga Orlando dulu, di lakukan oleh Jordan.


"aku mengangkat seorang bayi yang baru lahir dari tempat sampah. dan mengadopsinya menjadi anaku bersama dengan Sheila."ada perasaan getir, saat Jordan menyebut bahwa putrinya itu adalah Putri angkat yang ditemukan di dalam tong sampah.


Karena pada kenyataannya, gadis kecil itu adalah sosok gadis yang dilahirkan penuh dengan perjuangan oleh Asmirandah. tapi apa boleh buat, laki-laki itu tidak bisa berbuat apa-apa selain harus mengatakan hal itu.


"dasar orang tua biadab! mereka tidak pantas untuk hidup!"dengan nada suara yang menggebu-gebu, Oma Keisha menyumpah serapai orang tua dari Arabella. membuat Jordan, semakin merasa bersalah pada putrinya itu.


'maafkan Daddy sayang. Dedi terpaksa melakukan hal ini agar kau bisa aman dari orang-orang gila seperti ini.'batin laki-laki itu menjerit pilu.


Mereka semua seketika bernafas dengan lega. karena ternyata apa yang mereka takutkan selama ini tidak terbukti.


****


Sementara itu di dalam kamarnya, Tiara tampak sibuk untuk mempercantik dirinya. karena wanita itu tahu, bahwa kekasih hatinya sedang berbincang-bincang pada keluarga besarnya.


Sebisa mungkin, wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu ingin sekali menebarkan pesona agar dapat dilirik oleh.


"wow amazing!" gumamnya Seraya memutar tubuhnya beberapa kali. dan tak lama berselang, wanita cantik itu menyongkan senyuman yang begitu manis.

__ADS_1


"sekarang waktunya beraksi.."dengan perasaan penuh semangat, wanita itu segera melangkahkan kakinya untuk menghampiri Jordan. tak lupa, wanita itu juga menggendong putranya. tentunya dengan gerakan yang sangat kasar.


__ADS_2