Ditikung Kakak Kandung

Ditikung Kakak Kandung
Bab 78


__ADS_3

Kini, Asmirandah dan juga Tiara tengah berada di depan rumah keluarga Orlando. Andi saat mereka turun dari dalam kendaraan itu, kedua wanita cantik itu telah disambut oleh beberapa koper yang begitu besar berada di teras rumah. dan tak jauh dari itu, terlihat Naomi berdiri dengan menyilangkan kedua tangannya.


"Mira ada nenek lampir." bisik sang sahabat tepat di telinga wanita itu. membuat Asmirandah yang mendengar itu, seketika terkekeh pelan.


"udah nggak usah ditanggapin. Anggap aja, kita nggak pernah lihat wanita itu sebelumnya."balas Asmirandah dengan suara berbisik.


Membuat Naomi yang masih mematung di tempatnya, seketika melotot garang."kenapa kalian bisik-bisik seperti itu?! apa kalian mengejekku?!'tanya wanita itu dengan ekspresi wajah merah padam karena menahan amarah.


Namun, hal itu sama sekali tidak diperdulikan oleh Asmirandah dan juga Tiara. kedua wanita cantik itu memutuskan untuk segera masuk saja ke dalam rumah itu untuk bertemu dengan kedua orang tuanya.


"Bunda sama Papa kenapa pergi lagi? bukankah kalian sudah janji akan berada di sini sampai kapanpun? kenapa harus ingkar janji seperti ini?"tanya Asmirandah dengan raut wajah cemberut.


Chelsea yang mendengar itu, segera melangkahkan kakinya dan langsung memeluk tubuh Putri bungsunya itu dengan sangat erat.


" cuma sebentar Sayang, paling tidak dalam waktu 3 bulan ini, Bunda sudah kembali ke rumah."ucap wanita paruh baya itu dengan suara yang sangat lembut.


'dan setelah kalian kembali, Mungkin aku akan memiliki manusia lain di dalam tiba-tiba saja, tanpa sadar Asmirandah mengatakan hal itu.


Dan wanita itu segera menggelengkan kepalanya saat menyadari akan tindakan konyolnya itu."hish aku ingin mikirin apa?!"tanya wanita itu pada dirinya sendiri. dan sesekali, akan menepuk kepalanya ringan.


"kamu kenapa sayang?"tanya Chelsea yang melihat tingkah aneh dari putrinya itu.


"tidak apa-apa Bunda. Ya sudah kalau begitu, Mira antarkan sampai ke bandara ya?"Asmirandah menawarkan diri untuk mengantarkan kedua orang tuanya.


Dan setelah disepakati, pada akhirnya Asmirandah dan juga Naomi, mengantarkan kedua orang tuanya itu sampai benar-benar masuk ke dalam pesawat.


"ayo kita pulang! untuk apa kau masih ada di sini?!"tanya wanita itu dengan ada yang sangat sinis. hal itu sempat membuat Asmirandah tertegun untuk beberapa saat.


Namun beberapa saat kemudian, wanita itu menggelengkan kepalanya." dia memang bukan Kak Naomi yang dulu lagi.'

__ADS_1


Tiba-tiba saja, tangan dari Asmirandah ditarik oleh seseorang. hingga membuat tubuh wanita cantik itu, seketika terseok karena mengikuti langkah cepat dari orang yang menarik tangannya.


"siapa kamu?!"tanya Asmirandah mencoba untuk melepaskan diri dari orang itu. Karena Wanita itu takut, saat ini dirinya tengah bersama dengan seorang penjahat.


Sekuat tenaga, Asmirandah ingin melepaskan diri dari orang misterius itu. namun semakin wanita itu ingin melepaskan diri, cengkraman di pergelangan tangannya semakin menguat. sehingga membuat wanita itu, akhirnya pasrah.


"Bang Zidane?!"tanya wanita itu dengan raut wajah tidak percaya. saat mereka, sudah berada di dalam mobil.


Laki-laki berwajah manis hanya tersenyum simpul. kemudian segera melajukan kendaraannya itu untuk segera keluar dari tempat itu.


"kita mau ke mana?"tanya Asmirandah menoleh ke arah sang suami sekilas.


"melanjutkan honeymoon yang sempat terhenti beberapa saat yang lalu."sahut Zidane enteng.


Seketika itu pula kedua bola mata milik wanita itu membulat sempurna. dengan mulut yang menganga lebar. Refleks, Zidane membuka bungkus makanan ringan dan memasukkan makanan itu ke dalam mulut sang istri.


"karena aku, ingin menjadi seorang ayah."jawab Zidane santai. Asmirandah melotot. wanita cantik itu dengan segera memukul bahu milik suaminya itu


Membuat laki-laki berwajah manis itu seketika tertawa terbahak-bahak karena melihat raut wajah merah pada milik sang istri.


"menyebalkan!" gumamnya Seraya membuang muka ke arah lain. tak berselang lama, wajah dari wanita itu seketika memerah karena menyadari sesuatu.


"apa benar aku akan menjadi ibu dalam waktu dekat ini?"tanya wanita itu dengan raut wajah malu-malu.


"tentu saja. apalagi jika aku, bekerja dengan keras." Zidane mengerlingkan matanya jahil. karena asyik berbincang-bincang dan bersenda gurau, pada akhirnya mereka telah sampai di tempat tujuan.


Kedua mata Asmirandah seketika berbinar saat melihat pemandangan yang jauh lebih indah dari sebelumnya. karena keadaan langit saat ini, benar-benar menambah kesan yang sangat indah.


"bagaimana, apakah kamu suka?"tanya Zidane Seraya melingkarkan kedua tangannya di perut rata istrinya.

__ADS_1


Wanita itu menganggukkan kepala. Soraya tersenyum simpul. kemudian memeluk tubuh laki-laki itu dengan sangat erat.


"terima kasih. aku benar-benar sangat merasa bahagia sekarang."ucap wanita itu menatap manik tegas milik lelakinya.


'apa kau akan merasa bahagia jika ramuan itu sudah habis, ' batin Zidane tertawa perih. namun sebisa mungkin, laki-laki itu akan menciptakan kenangan-kenangan yang sangat indah yang akan selalu diingat oleh wanita itu nantinya.


Karena menurut penelitian, efek dari ramuan itu, akan tetap mengingatkan kurban yang telah meminumnya itu dengan kenangan kenangan manis yang telah tercipta di dalamnya. tentu saja hal itu membuat Zidan yang mendengarnya, sedikit merasa lega.


Karena menurut laki-laki itu jika kemungkinan terburuk telah terjadi, tidak menutup kemungkinan wanitanya akan kembali bersamanya karena mengingat momen-momen manis itu.


"Ya sudah, ayo kita masuk!"hidan dengan segera menggandeng tangan istrinya untuk masuk ke dalam bangunan yang mirip dengan kastil itu.


"bagaimana, apakah kamu suka?" tanya laki-laki itu menatap ke arah istrinya dengan penuh kasih sayang.


"Tentu saja aku suka."wanita itu segera masuk ke dalam kamar dan diikuti oleh Zidane di belakangnya.


brakkk


pintu kamar itu akhirnya tertutup rapat. entah apa yang dilakukan oleh dua pasangan berbeda jenis itu di dalam sana. hanya otot dan Tuhan yang tahu.


***


"ke mana wanita sialan itu? kenapa dia jadi menghilang seperti ini?"tanya Naomi bergumam seorang diri Seraya mencoba untuk mencari keberadaan adik kandungnya itu.


Namun, setelah beberapa kali mencari keberadaan Asmirandah, Akhirnya Naomi menghentikan aktivitasnya. Karena Wanita itu, benar-benar kehilangan jejak dari Asmirandah.


"ke mana dia sebenarnya?!_ tanya wanita itu, dengan tatapan yang sangat tajam dan tangan yang terkepal sangat kuat.


"apakah dia sudah kembali ke rumah?"monolognya pada diri sendiri. "lebih baik, aku memastikannya saja terlebih dahulu."setelah mengatakan hal itu, Naomi segera melenggang pergi dari tempat itu.

__ADS_1


__ADS_2