Ditikung Kakak Kandung

Ditikung Kakak Kandung
Bab 188


__ADS_3

Sementara itu di tempat lain, terlihat dua manusia berbeda generasi tengah berbincang-bincang dengan begitu serius. Sepertinya, mereka tengah membahas tentang misi balas dendam.


"Jadi, kau yakin hari ini akan memulai misimu untuk membalas dendam?"Celine mencoba untuk memastikan.


Naomi yang mendengar itu hanya menganggukkan kepalanya saja. dan tak lama berselang, ponsel wanita itu berdering. dan dengan segera langsung diangkat.


"apakah semuanya sudah siap?"tanya wanita itu dengan nada suara yang begitu dingin dan juga datar.


("sudah Nona, semuanya sudah sesuai dengan rencana kita.")


"bagus aku suka kerja kalian."setelah mengatakan hal itu, Naomi seketika tersenyum lebar. karena petualangan yang begitu mengasyikkan akan segera terjadi.


"kita mulai permainannya sayang."ucapnya Seraya tersenyum menyeringai.


"tapi apakah kau yakin jika wanita yang bernama Tiara itu akan takut saat melihatmu?"tanya Celine dengan raut wajah ragu.


"kenapa kau berbicara seperti itu?"tanya wanita itu dengan raut wajah tidak suka. "kau meragukanku, hmm?"tanyanya Seraya menatap nyalang ke arah Celine. hingga membuat wanita paruh baya itu, seketika tersentak.


Dengan gerakan terburu-buru dan juga panik, Celine pun menggelengkan kepalanya. karena jujur saja, aura dari wanita yang ada di hadapannya saat ini benar-benar sangat dominan dan juga mengintimidasi.


"bukan begitu. apakah kau tidak sadar jika saat ini kau sudah berubah?"tanya wanita itu Seraya menatap dalam ke arah wajah milik Naomi.


hening...


Naomi seketika terdiam. seakan baru tersadar dari apa yang terjadi saat ini. karena memang, wajahnya kini sudah tidak sama dengan wajahnya yang dulu.

__ADS_1


Yap. telah kejadian kebakaran di tempat terpencil itu, dan juga adegan Jordan mendorongnya ke jurang, Naomi kini berubah total. lebih tepatnya, wanita itu merubah total tubuhnya dari atas sampai bawah. bahkan kaki dari wanita itu, saat ini menggunakan kaki palsu. karena memang telah diamputasi sebagian dari tubuh berharganya itu.


Setelah berdiam diri cukup lama, pada akhirnya Naomi tersenyum menyeringai."justru Ini adalah awal yang bagus untukku meneror wanita itu."ucapnya berbalik menatap ke arah Celine.


"bukankah keluarga dari Prakoso sangat membenci dengan seorang pembunuh? bagaimana kalau mereka tahu bahwa menantu yang diidam-idamkan dan dibangga-banggakan itu adalah seorang pelaku kejahatan? pasti akan langsung merasa tertampar, bukan?"tanyanya tertawa iblis.


membuat Celine yang mendengar itu, Seketika juga ikut tertawa. karena wanita paruh baya itu, hampir saja melupakan satu fakta. bahwa keluarga mereka, menganut sebuah paham yang begitu aneh. tidak akan pernah menerima atau memilih menantu dari seseorang yang memiliki skandal. bukankah itu sangat aneh? Memangnya, di dunia ini ada manusia yang tidak memiliki skandal? cih, sok cuci!


"baiklah aku setuju apa yang kau maksud. dan Sekarang, Kau boleh pergi untuk membalaskan semua dendammu."ucap Celine Seraya menepuk bahu dari wanita itu dan mengalahkan kakinya untuk pergi dari sana.


Meninggalkan Naomi yang masih terdiam di tempatnya dengan senyuman yang sulit untuk dibaca.


"aku sudah tidak sabar untuk melihat wajah panikmu itu."setelah mengatakannya, Naomi segera pergi dari sana. tentunya menggunakan alat bantu seperti kaki palsu, tidak bisa membuat wanita itu leluasa untuk menjalankan aksinya.


Namun demikian, dirinya menikmati semua proses itu. karena memang tidak mematok waktu yang ada.


Sementara itu di kediaman keluarga Prakoso, terlihat Tiara yang tengah gelisah seorang diri. entah apa penyebabnya. mungkin saja, wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu mulai merasakan sesuatu. Mengingat, semua manusia diberikan insting yang lumayan kuat oleh Tuhan. Dan mungkin, itu yang dirasakan oleh Tiara saat ini.


"kenapa aku gelisah tidak menentu seperti ini?"tanya wanita itu dengan raut wajah bingungnya.


Oeeekk Oeeekk Oeeekk


Tiba-tiba saja, suara tangis Elvio, terdengar mengudara. dan hal itu semakin membuat pikiran dari Tiara kacau.


"aaaaarrgghhh! diam kau bocah sialan!"teriak wanita itu dengan suara yang begitu kencang. tanpa pikir panjang lagi, wanita itu dengan kasar langsung menyumpal mulut kecil milik Elvio, menggunakan botol susu yang tersisa.

__ADS_1


Sebenarnya, minuman yang diracik oleh Tiara itu adalah minuman sisa kemarin. dan itu bisa saja mengganggu pencernaan dari Elvio. karena mungkin saja, minuman itu telah basi. namun Tiara sama sekali tidak memperdulikan hal itu. yang terpenting saat ini bagi dirinya adalah, bayi itu bisa terdiam dan tidak mengganggu konsentrasinya.


Setelah hampir 30 menit, pada akhirnya bayi malang itu kembali terlelap. itu membuat Tiara yang melihat itu, seketika mendengis kesal.


Tok tok tok


Atensi dari wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu, seketika teralihkan saat mendengar suara ketukan pintu dari arah luar kamarnya. dan dengan segera, wanita itu berjalan untuk membukanya.


"mana Elvio?"tanya Oma Keisha, setelah pintu kamar benar-benar terbuka.


"Dia sedang tidur Oma."jawab wanita itu dengan senyuman mengembangnya.


Oma Keisha yang mendengar itu, seketika menganggukkan kepala. kemudian, wanita tua itu mengajak Tiara untuk menuju ke ruang makan. Karena sekarang ini, adalah waktunya untuk makan siang.


Sesampainya di tempat itu, Oma Keisha segera memberikan makanan-makanan untuk menunjang melimpahnya air kehidupan milik Tiara. dan tentunya, itu disambut baik oleh wanita licik itu.


Sementara di belakang sana, para pelayan akan saling pandang satu sama lain karena mereka tahu sendiri bagaimana perangai menantu baru dari keluarga itu. tapi mereka tidak bisa berbuat apa-apa. karena memang, nasib dan juga ketenangannya ditentukan oleh bocor atau tidaknya rahasia itu. sehingga yang dapat dilakukan oleh para pelayan itu, hanya berpasrah saja. mereka berharap, bahwa tidak akan terjadi sesuatu pada bayi malang itu.


"coba kamu makan ini. ini makanan sangat bagus untuk kualitas air kehidupanmu itu."ujar Oma Keisha Soraya mengambilkan beberapa makanan yang memang untuk hal itu.


Tiara begitu sangat terpaksa dan juga tersiksa dengan makanan-makanan yang ada di hadapannya saat ini. karena memang, wanita itu sama sekali tidak menyukai jenis makanan yang tertata rapi di depannya itu.


"Maaf Oma, aku tidak suka."pada akhirnya pertahanan dari Tiara pun, jebol. karena sebenarnya, wanita itu berusaha sekuat tenaga untuk mencoba menahan diri agar tidak mengatakan kata-kata yang dapat menyakitkan sesepuh Prakoso itu.


Tapi apa boleh buat, Tiara benar-benar tidak bisa untuk memakan makanan itu.

__ADS_1


"memangnya kenapa bukankah makanan ini adalah makanan yang sangat baik?"tanya wanita renta itu dengan raut wajah yang sedikit sedih karena makanannya ditolak oleh wanita yang ia gadang-gadang menjadi wanita terbaik sepanjang sejarah keluarga Prakoso. namun ucapan dari Tiara itu, benar-benar menyentil hatinya.


"Maaf Oma. tapi makanan itu, memang bukan makanan kesukaanku." cicitnya Seraya mengusap air matanya yang terjatuh. tentunya, itu adalah air mata kepalsuan.


__ADS_2