Ditikung Kakak Kandung

Ditikung Kakak Kandung
Bab 214


__ADS_3

Beberapa saat kemudian,....


Kini, Asmirandah tengah berada di kursi samping tempat tidur yang ditempati oleh Tiara. sejenak wanita cantik itu merasa tertampar saat melihat bagaimana kondisi dari sahabat karibnya itu.


"kenapa semuanya menjadi seperti ini, Tiara?"gumam wanita itu Seraya menitikan air mata yang tiba-tiba saja jatuh membasahi wajah cantiknya.


Sungguh Asmirandah merasa tidak rela jika wanita yang dulu pernah berbaik hati pada kehidupannya, cara menjadi sosok wanita lain seperti ini. walaupun beberapa kali, Tiara sudah menyakiti dan bahkan hampir mencelakainya, tapi Asmirandah sama sekali tidak bisa untuk membencinya.


Karena dia tahu, sebab musabab hingga Tiara bisa menjadi wanita jahat seperti itu. salah satu penyebabnya, adalah dirinya. dan untuk hal itu sebisa mungkin, Asmirandah ingin sekali merangkulnya dan membawanya kembali ke dalam pelukan jalan yang benar.


"aku mohon maafkan aku Tiara aku tidak bermaksud untuk membuatmu menjadi sosok lain seperti ini. andai aku bisa untuk melawan semua ini, aku sudah melakukannya sejak jauh-jauh hari." gumam wanita itu Seraya menggenggam tangan milik sahabatnya dengan begitu erat.


"euuumm!"


Asmirandah dengan langkah terburu-buru langsung mengusap air matanya. saat wanita cantik itu mendengar dan melihat pergerakan dari Tiara.


"Tiara, kau sudah bangun?"tanya Asmirandah dengan nada suara yang begitu lembut berharap bahwa sahabatnya itu akan sedikit tersentuh dengan perhatiannya.


Namun sepertinya hal itu masih jauh dari harapan. karena saat Tiara membuka mata, kedua bola mata dari wanita itu langsung membulat sempurna dan menatap Asmirandah dengan tatapan tajamnya.


"untuk apa kau ada di sin!"tanya wanita itu dengan nada suara yang begitu tinggi. tak lama berselang, wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu langsung meraih sebuah vas bunga yang berada di sebelahnya kemudian melemparkan benda itu pada Asmirandah.


Prang!!


"pergi kau dari sini!"teriak Tiara dengan nada suara yang begitu menggelegar. sungguh sepertinya, wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu sama sekali tidak menginginkan kehadiran dari mantan sahabat baiknya itu.

__ADS_1


Beruntungnya, Asmirandah sudah pandai untuk menghindar. sehingga wanita cantik itu, sama sekali tidak terluka saat benda keramik itu terbang ke arahnya.


"aku mohon Tiara tolong maafkan aku jangan seperti ini!"gumamnya dengan suara tercekat. sungguh Asmirandah merasa tidak terima jika kondisi sahabatnya sampai seperti ini.


"pergi kau wanita sialan!"teriak Tiara semakin menjadi-jadi. wanita itu sekarang sedang mengamuk seperti seseorang yang tidak memiliki kewarasan dalam dirinya.


"tolong Tiara jangan seperti ini aku mohon kembalilah seperti dulu."ucap Asmirandah dengan tubuh bergetar hebat karena menahan rasa sesak yang luar biasa akibat melihat bagaimana tingkah laku dari sahabat yang dulu bersikap lemah lembut. tapi sekarang, wanita itu sudah menjadi wanita yang begitu liar dan juga beringas.


Hening...


Untuk beberapa saat kemudian suasana di kamar itu sangat hening karena tidak ada pergerakan lagi yang ditunjukkan oleh Tiara. Hal itu membuat Asmirandah yang melihatnya, merasa sangat lega. Karena Wanita itu mengira, bahwa sahabatnya sudah dapat ia taklukan. akan tetapi semuanya itu adalah angan-angan belaka. saat wanita berambut panjang sampai pinggang itu, kembali berteriak dengan begitu lantangnya.


"kembalilah seperti dulu bagaimana maksudmu? apakah kau tidak sadar bahwa Tiara yang dulu telah lama mati? itu semua karena kau!"sentak wanita berambut panjang sampai pinggang itu Seraya menunjuk ke arah Asmirandah dengan tatapan tajamnya.


"lalu apa yang harus aku lakukan supaya kau bisa kembali seperti dulu?"tanya wanita itu dengan nada suara yang begitu serak.


Membuat Tiara yang mendengarnya, seketika tersenyum miring."tinggalkan Jordan dan berikan Dia untukku!"desisnya Seraya menatap Asmirandah dengan tatapan yang begitu tajam.


Asmirandah yang mendengar itu seketika menggelengkan kepalanya. karena memang saat ini wanita itu tidak bisa untuk melakukan hal itu. karena akan banyak seseorang yang terkena imbasnya Jika ia melakukan hal ini sekarang. terutama keselamatan Haidar akan dipertaruhkan.


"aku tidak bisa!"ucapnya dengan nada suara lirih dan dengan segera menundukkan kepalanya.


Ptaaakk..!!!


"aaaakkhh!"

__ADS_1


Asmirandah seketika merintih kecil saat kepalanya dihantam oleh sebuah pot kecil yang berada tidak jauh dari tempat wanita itu berada.


"sudah kuduga!"ucapnya Seraya tertawa sumbang."ternyata kau memang egois munafik dan juga ingin menang sendiri! kenapa? apakah kau sebegitu maruknya sampai ingin memiliki mereka secara sekaligus?"tanya wanita itu lagi dengan tatapan yang begitu sinis dan juga nada suara yang begitu menghina.


Asmirandah yang mendengar kalimat menyakitkan seperti itu, seketika mendongakkan kepalanya.


"bukan seperti itu maksudku! aku hanya tidak ingin orang-orang yang aku sayangi berakhir di tangan Jordan jika tidak menuruti keinginannya. tolonglah mengerti posisiku saat ini Tiara. jika waktunya sudah tiba, aku akan langsung meninggalkannya dan menyerahkannya padamu. aku janji!"ucapnya dengan nada suara yang begitu sungguh-sungguh.


"cih. Bullshit!" desisnya penuh dengan amarah yang luar biasa.


"jika kau tidak bisa membantu apapun, lebih baik kau pergi saja dari sini!"ucap wanita itu dengan nada suara yang begitu lantang.


"tap...."belum sempat Asmirandah melanjutkan ucapannya, Tiara sudah mengangkat tangannya. yang bagaimana bisa, wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu telah membawa sebuah garpu yang begitu tajam di tangannya.


Prang!


Sekali lagi, kepala dari Asmirandah dihantam oleh benda tajam pada sahabatnya sendiri. dan Hal itu membuat dahi dari wanita itu seketika mengeluarkan darah yang begitu banyak.


"pergi kau dari sini wanita j4l4n9!"teriak Tiara dengan sangat murka.


Dan hal itu membuat Asmirandah yang melihatnya begitu merasakan miris dan sakit hati yang luar biasa. bukan karena sakit hati akibat perilaku yang ditunjukkan oleh sahabatnya itu. sama sekali tidak. akan tetapi, wanita cantik itu merasakan sakit hati yang luar biasa akibat perubahan drastis sikap dari sahabatnya itu.


Tiara yang dulunya bisa bersikap gitu lembut dan juga keibuan, sekarang berubah menjadi sosok yang begitu mengerikan. dan hal itu adalah murni campur tangan dia.


"maafkan aku Tiara aku mohon maafkan aku."sebelum pergi dari sana, wanita cantik itu sempat beberapa kali meminta maaf kepada sosok sahabatnya yang sama sekali tidak menatapnya.

__ADS_1


__ADS_2