
Saat ini, Asmirandah baru saja turun dari atas pesawat wanita itu menginjakkan kakinya tepat di depan bandara. matanya meneliti ke seluruh penjuru tempat itu untuk mencari keberadaan kedua orang tuanya. tak lama berselang, kedua sudut bibir wanita cantik itu terangkat saat melihat siapa yang ada di depan sana.
Dengan sesekali berlari kecil, wanita cantik itu segera menghampiri kedua orang tuanya dan langsung memeluk mereka dengan sangat erat.
"sayang, Bunda kangen. " ucap wanita paruh baya itu Soraya mengusap kepala putrinya itu dengan penuh kasih sayang. Sungguh, berpisah dengan Asmirandah selama beberapa hari ini, membuat hidup Chelsea hampa. Apalagi di rumah itu Naomi bersikap semina-mena pada mereka. sehingga membuat kedua manusia paruh baya itu, seperti kehilangan barang berharga mereka.
"Asmirandah juga rindu." ucapnya tersenyum simpul Seraya memeluk tubuh wanita yang telah melahirkannya itu dengan semakin erat. Sesekali, Asmirandah akan memandang ke arah kedua orang tuanya dengan perasaan yang entah bagaimana rupanya.
Walaupun dirinya terang-terangan menyembunyikan tentang pernikahan dan membohongi kedua orang tuanya, wanita cantik itu tidak ada niatan untuk meminta maaf dan menjelaskan semuanya. Entahlah. mungkin itu karena pengaruh dari ramuan yang masih menempel di dalam diri wanita cantik itu. dan itu akan luntur dalam waktu 6 bulan seperti kesepakatan Zidane dan juga ilmuwan itu dari awal.
Di sepanjang perjalanan, Asmirandah dan juga kedua orang tuanya, tidak henti-hentinya bercerita. Chelsea dan juga Aaron, tidak pernah memandang curiga ke arah Putri bungsunya itu. karena memang, Asmirandah bertingkah selayaknya wanita pada umumnya. tidak ada yang berubah dari wanita cantik itu.
"oh iya kamu kenapa bisa pergi dari rumah seperti ini?"tanya Chelsea masih tidak mengerti tentang alasan mengapa putrinya itu kabur ke luar negeri.
Sejenak, Asmirandah terdiam. hingga tak berselang lama, kedua sudut bibir wanita itu terangkat membuat sebuah senyuman yang begitu manis.
"aku hanya ingin menenangkan diri."jawab wanita itu dengan lirih.
"tentang Zidane?"tanya Aaron menebak. dan langsung mendapat anggukan kepala dari wanita cantik itu.
Tentu saja hal itu membuat kedua orang tua dari Asmirandah itu, seketika mend*sah pelan. mereka berdua sepertinya menyadari sesuatu hal. bahwa sikap kucing-kucingan yang ditunjukkan oleh Putri mereka itu, ada campur tangan dari keduanya.
Karena mereka menentang keras tentang hubungannya dan juga Zidane. Bukan Tanpa alasan mereka melakukan hal itu. karena keluarga Zidane sendiri, memiliki tradisi aneh yang harus disanggupi oleh anggota keluarga yang lain.
__ADS_1
"maafkan Papa dan juga Bunda, sayang. tapi mereka memiliki tradisi yang cukup unik dan juga sedikit aneh. bahwa mereka tidak boleh menikah atau memperistri dengan wanita yang pernah memiliki skandal di dalam keluarga mereka. tak perduli mau orang itu yang melakukan atau tidak. yang jelas, mereka akan mencoret keluarga-keluarga yang memiliki skandal seperti itu. termasuk juga dengan keluarga kita."papar Chelsea menjelaskan.
Wanita paruh baya itu seketika melirik ke arah putrinya yang masih terdiam tanpa merespon ucapannya. Mendadak, wanita paruh baya itu merasa khawatir dengan diamnya Asmirandah.
"apa kamu baik-baik saja sayang?"tanya Chelsea Seraya memeluk tubuh putrinya dengan sangat erat. dan hal itu hanya dijawab anggukan kepala oleh wanita cantik itu.
Setelah acara berpelukan itu, mereka kembali terdiam dengan pikiran masing-masing yang menyelimuti otak kecil mereka. hingga tak sadar, mobil yang mereka tumpangi telah sampai di depan rumah besar keluarga Orlando. dan dengan segera, Aaron dan juga Chelsea mengajak Putri mereka untuk turun.
"kenapa sepi sekali?"tanya Asmirandah dengan bergumam lirih. pandangan matanya, menatap ke sekeliling.
"Sayang ada apa?"tanya Chelsea Seraya menepuk bahu wanita cantik itu. hingga membuat si pemilik, seketika menoleh Seraya tersenyum simpul.
"eh Bunda, kenapa sepi sekali?"tanya wanita itu pada akhirnya.
Mendadak, wajah dari Chelsea berubah total. membuat Asmirandah deskriptif tentang rasa penasaran.
"apa yang terjadi, Bun?"tanya Asmirandah pada wanita yang telah melahirkannya itu.
Dengan perlahan-lahan, Chelsea mulai menceritakan semuanya pada Putri bungsunya itu. semuanya. mulai dari perpisahan Naomi dengan Yudha, Naomi suka melawan, sampai dengan wanita cantik itu yang memilih kabur bersama dengan Yudha entah ke mana.
Tentu saja hal itu membuat Asmirandah yang mendengarnya, seketika menyentuh dada. karena tidak menyangka, jika kakak yang pernah ia sayangi dan juga menjadi kebanggaan keluarga Orlando, sekarang menjadi seperti ini.
Memang, manusia tidak pernah tahu tentang kondisinya beberapa saat kemudian bisa saja melambung tinggi atau bahkan terjatuh ke dalam jurang kenistaan sekalipun manusia tidak akan pernah mengetahui hal itu.
__ADS_1
"Bunda tidak usah khawatir. Asmirandah yakin, bahwa Kak Naomi akan kembali seperti sedia kala."ucapan wanita cantik itu mencoba untuk menenangkan sang ibu.
Chelsea yang mendengar itu hanya menganggukkan kepala. kemudian, mengajak Putri bungsunya itu untuk masuk ke dalam rumah. karena sejak tadi, mereka masih berada di halaman rumah.
"oh iya Papa sama Bunda, Asmirandah punya sesuatu untuk kalian."ucap wanita itu dengan senyuman yang begitu mengembang sempurna.
"emangnya kamu punya apa?" tanya Aaron dengan raut wajah penasaran.
"tada!"seru wanita cantik itu Seraya mengangkat sebelah tangannya dan menunjukkan sesuatu barang pada kedua orang tuanya itu.
"itu apa?"tanya kedua manusia paruh baya itu secara bersamaan. hingga membuat Asmirandah yang mendengar itu, seketika terkekeh pelan.
"silakan saja dibuka."sahut wanita itu Seraya tersenyum simpul. mereka berdua sejenak saling pandang. sebelum akhirnya, mulai menuruti perkataan dari putri bungsu mereka itu.
"wow ini cantik banget!"ucap Chelsea dengan girangnya. wanita paruh baya itu sampai lupa dengan keadaan sekitar. dimana saat ini, semua pekerja yang ada di sana menatap ke arah wanita itu dengan heran.
Sementara Aaron dan juga Asmirandah, menatap ke arah wanita paruh baya itu dengan tatapan jenaka mereka.
"ayo dipakai Bunda!"ucap wanita itu Seraya menghampiri wanita paruh baya dan mencoba untuk memakaikan sebuah kalung berlian pada leher wanita itu.
"bagaimana, cantik tidak?"tanya Chelsea Seraya mendongakkan dagunya. agar suami dan juga putrinya dapat melihat keindahan kalung yang melingkar sempurna di leher jenjang wanita itu.
"perfect sekali sayang."puji Aaron pada wanita yang telah menemaninya hingga sampai berpuluh-puluh tahun itu. Mendengar hal itu, membuat Chelsea yang mendengarnya, seketika tersenyum simpul. dengan wajah yang memerah padam karena menahan malu akibat godaan dari laki-laki itu.
__ADS_1
Sementara Asmirandah, wanita muda itu hanya tersenyum simpul saat melihat reaksi lucu dari kedua orang tuanya itu.