
Sementara itu di tempat lain, terlihat seorang wanita yang tengah berdebat dengan seorang pria mereka berdua terlihat saling menyalahkan satu sama lain.
"ini semua gara-gara kau!"tunjuk laki-laki itu menggunakan jari telunjuknya kepada sang wanita.
"kenapa kau jadi menyalahkanku?"tanya sama wanita dengan raut wajah emosi luar biasa. enak saja, dirinya disalahkan seperti pikir Naomi.
Yap yang sedang bertengkar di kediaman Orlando saat ini, adalah Naomi dan juga Yudha. kedua sepasang mantan suami istri itu masih berdebat tentang bagaimana Asmirandah bisa meloloskan diri. dan sampai saat ini, wanita itu masih belum kembali juga.
Sementara kedua orang tuanya, juga masih belum ada kabar sama sekali. karena jika Aaron dan juga Chelsea kembali, Naomi dengan mudah mendapatkan adiknya kembali. Karena Wanita itu, pasti akan langsung menurut pada wanita paruh baya yang telah melahirkannya itu.
"ya ini memang salahmu. kalau bukan salahmu, terus salah siapa lagi? apa kau sekarang menyalahkanku, begitu?"Yudha menatap tajam ke arah wanita itu.
Sementara Naomi yang mendengarnya, seketika mendengus kesal."sudahlah! jangan seperti ini lagi. kalau kita terus bertengkar seperti ini, kita tidak akan pernah bisa untuk menemukan wanita itu."lebih baik mengalah pada laki-laki yang ada di hadapannya saat ini.
Karena sepertinya, Yudha adalah salah seorang laki-laki yang sangat sulit untuk dijatuhkan pendapatnya. termasuk laki-laki yang sangat egois dan ingin menang sendiri.
"lalu apa rencanamu sekarang?"tanya Yudha menatap ke arah Mantan istrinya itu.
"yang hanya bisa aku lakukan saat ini adalah, meminta Bunda untuk cepat kembali pulang ke negara ini." ucapnya dengan ekspresi wajah yang tak berselera.
"Ya sudah. kalau begitu, cepatlah kau hubungi kedua orang tuamu itu dan mintalah mereka untuk kembali ke sini. karena aku, sudah terlalu rindu dengan wanita yang aku cintai."ucapnya dengan lantang.
"cih," Naomi berdecih. kemudian dengan segera mengeluarkan benda pipih miliknya itu untuk menghubungi sang Bunda.
"halo Bunda, kapan Bunda akan kembali ke sini? Naomi sudah sangat rindu." rindu, Tentu saja itu tidak ada dalam kamus Naomi. bahkan jika wanita itu bisa memilih, Naomi ingin kedua orang tuanya menetap di sana selamanya. terdengar kejam memang. tapi jika kedua orang tuanya berada di sana, wanita itu dapat bergerak dengan leluasa untuk melakukan apapun yang ia mau.
__ADS_1
(Bunda tidak tahu sayang. tapi yang jelas, Bunda akan usahakan akan segera kembali ke sana.)
Naomi yang mendengar itu seketika yang menarik kedua sudut bibirnya membentuk sebuah senyuman yang begitu memukau. selaras dengan hatinya yang saat ini tengah berbunga-bunga karena mendengar penuturan dari wanita paruh baya yang telah melahirkannya itu.
"Bunda selesaikan saja urusan di sana. masalah di sini, serahkan semuanya pada Naomi."jawab wanita itu dengan senyum sumringah.
Memang selama 1 bulan ini, wanita yang satu tahun lebih tua dari Asmirandah itu mengelola perusahaan kedua orang tuanya yang ada di kota ini dengan baik. Namun demikian, sepertinya hal itu selaras dengan kelakuan minusnya.
Tidak apalah mengurus perusahaan kedua orang tuanya itu dengan baik. yang terpenting saat ini, dirinya harus membangun image sebagai wanita yang baik dengan mengembangkan perusahaan sang ayah. baru setelah itu, Naomi akan merebut kembali Zidane dan meyakinkan kedua orang tua laki-laki itu agar kembali memilihnya.
****
Sementara itu di tempat persembunyiannya, Asmirandah dan juga Zidane masih tetap sama yaitu melampiaskan kebahagiaan mereka dengan sesekali bercanda tawa.
"kamu sekarang mau apa baby?"tanya laki-laki berwajah manis itu Seraya berjongkok di depan perut milik istrinya yang memang masih rata.
"aku belum mau apa-apa Ayah, aku hanya ingin selalu berada dengan Ayah."ucap Asmirandah mencoba untuk menirukan suara seorang anak kecil.
Tentu saja hal itu membuat Zidan yang mendengarnya, ikut tertawa terbahak-bahak. laki-laki berwajah manis itu segera bangkit dari aksi berjongkoknya, langsung membawa wanita kesayangannya itu masuk ke dalam dekapan hangat.
"aku benar-benar merasa sangat bahagia."gumam laki-laki itu Seraya memejamkan mata.
drrrttt drrttt
Lamunan dalam rasa kebahagiaan itu, terpaksa harus buyar saat ponsel dari Zidane berdering. dengan perasaan malas, laki-laki berwajah manis itu segera meraih dan mengangkatnya. yang tak lain berasal dari adik sepupunya.
__ADS_1
"halo Jordan, ada apa?"tanya laki-laki berwajah manis itu.
(Abang harus segera datang ke sini. jika tidak ingin, keluarga besar kita curiga dengan apa yang Abang sembunyikan.) terdengar suara Jordan sedikit panik dari seberang sana.
"memangnya ada apa?"tanya laki-laki berkulit hitam manis itu masih dengan ekspresi wajah bingungnya.
(nenek dan kakek akan menuju ke sini. jadi sebaiknya, Abang segera datang ke sini saja.)
Terdengar suara helaan nafas dari laki-laki yang berstatus sebagai suami dari Asmirandah itu. membuat wanita cantik itu yang ada di dalam dekapan Zidane itu, mengendurkan pelukan mereka.
"ada apa?"tanya wanita cantik itu.
"aku harus balik ke rumah. kamu tidak apa-apa kan, kalau aku tinggal sebentar?"tanya laki-laki itu dengan raut wajah sedikit tidak enak karena meninggalkan istrinya seorang diri di kota terpencil seperti ini.
Memang Zidane sering sekali untuk keluar masuk dari kota keluarganya berada dengan kota tempatnya bulan madu. itu semuanya untuk membuat orang-orang dari keluarganya tidak curiga terhadap apa yang dia lakukan. Apalagi Zidane sedikit mengingat efek dari ramuan itu akan segera habis beberapa bulan lagi.
Laki-laki itu akan merencanakan sesuatu jika memang hal buruk itu akan terjadi nantinya. yaitu akan mengeluarkan bayinya secara paksa jika sudah mencapai minimal 6 bulan dalam kandungan Asmirandah. tujuannya adalah, agar Asmirandah tidak membencinya terlalu dalam jika ramuan itu habis nantinya.
Yap sebenarnya rencana bulan madu ini hanya untuk menyembunyikan kehamilan Asmirandah dari orang-orang yang bisa saja mengancam. mengingat keluarganya sendiri, sangatlah gila.
"aku tidak akan pernah membiarkan hal ini terjadi."gumam laki-laki itu dengan tekad yang sangat kuat.
Setelah berdiskusi cukup lama, pada akhirnya Zidane harus berpisah sementara dengan Asmirandah. membuat laki-laki itu sedikit merasa sedih sebenarnya. namun demi tujuan yang besar, laki-laki itu akan melakukannya walaupun sedikit merasa sakit.
"apakah aku benar-benar akan sendirian di sini?"tanya Asmirandah yang merasa keberatan ditinggal seorang diri di tempat yang tidak ia kenal.
__ADS_1
"Tentu saja tidak sayang."jawab laki-laki itu Seraya membuka pintu utama rumah itu.