
Saat ini, Zidane dan juga Asmirandah tengah berada di atas pelaminan dengan senyuman yang terpatri di wajah keduanya. dan Sesekali, laki-laki berwajah manis itu akan menoleh ke arah Asmirandah yang telah sah menjadi istrinya itu dengan senyuman mengembang sempurna.
"akhirnya, kau benar-benar menjadi milikku."ucap laki-laki itu menatap dalam mata dari wanita yang sangat ia cintai.
Sementara Asmirandah, wanita itu dengan wajah sumringah, menatap ke arah Zidane dengan tatapan penuh kebahagiaan. membuat laki-laki itu, seketika terbang kalaung-awang
Namun tak lama berselang, senyuman laki-laki itu pun pudar saat mengingat penuturan dari temannya itu
"ramuan ini hanya bertahan dalam waktu 6 bulan saja. lebih dari waktu itu, orang yang meminum ramuan ini akan kembali seperti semula."ucap teman Zidan kala itu.
Mendadak, raut wajah dari laki-laki berwajah zaman itu suram. hingga tak berselang lama, tepukan yang sangat lembut mendarat tepat di bahunya. membuat atensinya, seketika teralih dan memandang seksama wajah cantik itu.
"baiklah. kalau begitu, aku akan membuat kau benar-benar menjadi milikku selama 6 bulan itu. aku berjanji, dalam waktu 6 bulan itu sudah ada hasil di antara kita."batin Zidan bertekad kuat.
"Abang baik-baik saja?"tanya Asmirandah Seraya menyenggol lengan milik suaminya itu. membuat si pemilik, seketika gelagapan dibuatnya.
"I...iya sayang abang baik-baik saja."jawab laki-laki bertubuh atletis dan juga berwajah hitam manis itu dengan sedikit nada terbata-bata.
Namun secepat kilat, laki-laki itu segera merubah ekspresi wajahnya menjadi natural mungkin. dan tak lama berselang, menggendong tubuh sang istri untuk membawanya ke kamar pengantin yang memang telah disiapkan oleh laki-laki itu.
"hari ini, kau akan menjadi milikku seutuhnya."bisik Zidane di telinga Asmirandah. membuat si pemilik, seketika tersenyum simpul.
"maafkan aku Asmirandah. memang, sebaiknya jalan ini yang kita tempuh. Jika jalan normal yang kita tempuh, aku tidak akan yakin bahwa mereka merestui hubungan kita. apalagi keluargaku."batin Zidane merasa bersalah dengan langkahnya saat ini.
***
Sesampainya di dalam kamar, laki-laki itu segera membaringkan tubuh Asmirandah di atas tempat tidur. dan dengan perlahan, Zidane mulai mendaratkan beberapa kali kecupan di wajah cantik milik sang istri.
__ADS_1
"aku mencintaimu."bisik Zidane tepat di telinga Asmirandah.
"aku juga mencintaimu Bang."balas Asmirandah dengan senyuman yang sangat manis. entah sadar atau pengaruh dari ramuan itu. tak menjadi pikiran bagi Zidane. yang jelas saat ini, laki-laki berwajah manis itu sangat-sangat merasa bahagia.
"aku ingin memulainya sekarang. apakah kau sudah siap?"tanya Zidane dengan nada yang sangat lembut.
"tentu."balas Asmirandah dengan yakin. membuat Zidane yang mendengar itu, ketika terbang di awang-awang. dan pada akhirnya, terjadilah aktivitas yang memang telah diinginkan oleh laki-laki itu sejak lama dengan rasa yang sangat bahagia di antara mereka berdua.
****
Sementara itu di tempat lain, suasana berbeda tengah terjadi di dalam keluarga Orlando. karena putri bungsu mereka, belum pernah kembali sejak hari itu. tentu saja hal itu membuat Chelsea merasa sangat sedih. namun mereka telah berusaha untuk menghubungi dan mencari keberadaan wanita itu namun juga belum mendapatkan hasil yang maksimal.
Keluarga besar Orlando, tempat mencari dan menaruh curiga pada keluarga Prakoso. Namun bukti tidak ditemukan di sana. apalagi saat Zidane, mengatakan kepada orang tuanya bahwa dirinya telah berada di luar negeri untuk menenangkan diri dan juga beberapa foto yang di kirimkan oleh laki-laki itu
"kemana sebenarnya kamu sayang?" tanya Chelsea Soraya meraung-raung karena tidak mendapatkan keberadaan putrinya itu.
Aaron dengan segera menggelengkan kepala."Asmirandah bukan anak seperti itu. atau betul kepribadian dari anak itu."sanggah laki-laki paruh baya itu.
Mungkin memang benar bahwa Asmirandah tidak mungkin melakukan hal itu. karena kepribadian antara dua putrinya itu sangatlah berbeda. atau mungkin saja, karena Aaron tidak ingin berprasangka buruk terhadap Putri bungsunya itu, sehingga dia melakukan pembelaan pada Asmirandah.
"kalau begitu, di mana dia sekarang? benar-benar merasa khawatir dengan keadaan putri bungsu kita Pa."ucap Chelsea mulai menangis tersedu-sedu.
Aaron dengan segera memeluk tubuh istrinya itu dengan erat."kamu tenang saja. kita akan mencari keberadaan Putri kita bersama-sama."ucapnya mencoba untuk menenangkan wanita kesayangannya itu.
Sementara Naomi, wanita cantik itu justru merasa tidak peduli dengan hilangnya sang adik. Karena Wanita itu merasa bebas jika adiknya itu tidak ada.
"aku malah senang, jika adikku itu memang tidak berada di sini. dan aku justru malah berharap, Jika dia menghilang selamanya. agar aku, bisa mendapatkan keinginan dengan mudah."ucapnya tertawa lepas.
__ADS_1
Tentu saja, itu dilakukan oleh Naomi dalam hati. Mana mungkin, wanita itu mampu mengatakan semuanya melalui mulut. Naomi tidak ingin mengambil resiko yang akan terjadi selanjutnya.
Sementara Chelsea dan juga Aaron, memutuskan untuk kembali ke dalam kamar. karena kedua manusia paruh baya itu, merasa lelah dengan situasi saat ini.
"aku harus segera menemui Yudha."gumam Naomi pada dirinya sendiri. setelah itu, bergegas keluar dari dalam rumah mewah kedua orang tuanya.
****
"Ada apa kamu mencariku?"tanya Yudha dengan raut wajah kebingungan dan juga nada suara yang terdengar sangat sinis.
"Asmirandah hilang!"jawab Naomi dengan nada yang sangat ketus.
Mendengar jawaban dari wanita itu, seketika membuat laki-laki itu membulatkan kedua matanya.
"kenapa dia bisa hilang? atau jangan-jangan, ini semua ulahmu?"tanya Yudha menuduh ke arah Mantan istrinya itu.
Membuat Naomi yang mendengar itu, seketika menatap tajam ke arah laki-laki yang pernah meneguk kenikmatan dunia bersama dengan dirinya itu.
"jangan asal bicara kau! aku tidak pernah melakukan hal itu. apa lagi pada adikku sendiri!"ucapnya melotot tajam.
"aku bukan wanita kejam."lanjutnya Seraya menyombongkan diri sendiri.
Tiba-tiba saja, Yudha tertawa terbahak-bahak saat mendengar penuturan dari wanita yang telah resmi menjadi Mantan istrinya itu.
"bukan wanita kejam? haha ini lucu sekali."ucapnya Seraya menarik rambut dari Naomi perlahan.
Membuat si pemilik, ketika mengerutkan kening."memangnya, apa yang salah dari ucapanku?"tanya Naomi dengan raut wajah bingung.
__ADS_1
"tentu saja salah. kau berkata Bukan wanita kejam, kan? tapi kau dengan terang-terangannya membuat hati adikmu hancur dengan sengaja merebut kekasihnya dari sisi wanita itu. apa itu namanya jika bukan kejam?"tanya Yudha mencibir. membuat Naomi yang mendengar itu seketika memutar bola mata malas.