Ditikung Kakak Kandung

Ditikung Kakak Kandung
Bab 65


__ADS_3

Pagi harinya,...


Terlihat sepasang manusia berbeda gender yang baru saja sah menjadi suami istri, tengah berpelukan dalam keadaan tanpa menggunakan apa-apa. siapa lagi orangnya jika bukan Zidane dan juga Asmirandah.


Pasangan pengantin baru itu, baru merasakan kenikmatan sebagai sepasang suami istri yang sesungguhnya. dengan menunaikan kewajiban mereka.


Tak lama berselang, tubuh Asmirandah yang memang ada di dalam pelukan sang suami, menggeliat. membuat Zidane yang merasakan itu, seketika ikut terbangun dan mulai membuka mata secara perlahan.


Seketika itu juga, kedua sudut bibir dari laki-laki itu terangkat membentuk sebuah senyuman manis. Karena sekarang, Asmirandah benar-benar telah menjadi miliknya.


"morning sayang!"sapa Zidane Seraya mendaratkan beberapa kali kecupan di kening dan juga pipi wanita kesayangannya itu.


"pagi juga Abang sayang."balas Asmirandah dengan nada yang sangat manja. tentu saja hal itu membuat Zidane merasa sangat bahagia. saat ini hati laki-laki itu tengah berbunga-bunga akibat baru saja melalui malam yang spesial bagi dirinya.


"Abang aku haus."ucap wanita itu dengan manja. sehingga membuat laki-laki berwajah manis itu tersadar dari lamunannya.


Dengan secepat kilat, laki-laki itu beranjak dari tempat tidurnya untuk mengambil air yang memang ada di dispenser yang terletak sebelah lemari pakaian di kamar itu.


Tentu saja hal itu membuat Asmirandah yang melihatnya, seketika terkesiap kaget. dan tak lama berselang, kedua pipi chubby wanita itu seketika bersemu merah. saat mendapati suaminya, berjalan tanpa menggunakan sehelai benang pun.


"ini Sayang silakan diminum."ucap laki-laki itu Seraya menyodorkan segelas air putih pada sang istri.


"kenapa wajahmu merah padam seperti itu?"tanya Zidane dengan raut wajah kebingungan. tiba-tiba saja,...


bugh


Sebuah bantal yang ada di tempat tidur, seketika mengenai wajah tampan dari Zidane. membuat laki-laki itu, seketika tercengang.

__ADS_1


"ke.. kenapa sayang, Ada apa memangnya?"tanya Zidane dengan raut wajah panik dan juga kata-kata yang tersendat. karena laki-laki berwajah hitam manis itu, mengira jika kita istrinya telah kembali ke mode awal. bisa gawat Jika semua itu benar-benar terjadi.


"kenapa Abang berjalan tidak memakai baju?"tanya wanita itu Seraya memalingkan wajahnya ke arah lain karena merasa malu dengan pemandangan yang ada di hadapannya saat ini.


"tidak memakai baju?"beo Zidane Seraya mengerutkan keningnya. hingga tiba-tiba saja, senyumnya mengembang saat dua matanya menatap ke bawah.


"memangnya kenapa sayang? Bukankah kita sudah melihat satu dengan yang lain? akan melakukan hal lebih dari ini." goda Zidane Seraya menjawil dagu dari wanita yang sangat ia cintai itu.


"Abang!" pekik Asmirandah seraya melangkahkan kakinya menuju ke arah laki-laki itu. walaupun harus menggunakan lututnya. dan setelah sampai di hadapan laki-laki itu, Asmirandah melayangkan beberapa kali tinju yang mengenai dada bidang laki-laki itu.


Bukannya merasa sakit, laki-laki berwajah hitam manis itu justru malah membiarkan dadanya dipukuli oleh sang istri. hingga setelah puas, Zidane segera ikut bergabung kembali ke atas tempat tidur dan memeluk istrinya itu dengan erat.


Sejenak, kedua mata sepasang anak Adam itu saling bertemu dan saling menguji satu sama lain. Tak lama kemudian, wajah mereka semakin dekat hingga mengikis jarak di antara keduanya.


"aku mencintaimu. dan aku, akan mempertahankan rumah tangga kita apapun yang terjadi di kemudian hari." bisik laki-laki itu bersungguh-sungguh.


"aku juga mencintaimu."balas wanita itu dengan senyuman yang memukau.


"bagaimana kalau kita mandi? setelah ini, kita masak-masak untuk sarapan pagi ini."ucap Zidan menawarkan diri.


Asmirandah dengan segera, langsung menganggukkan kepala dengan antusias. Hal itu membuat Zidane kembali tersenyum lebar.


"kalau begitu, kita mandi bersama saja agar lebih cepat dan tidak membuang waktu terlalu lama." tanpa menunggu persetujuan dari wanita itu, Zidane segera mengangkat tubuh Asmirandah untuk membawanya ke kamar mandi.


"Abang!' pekik Asmirandah karena merasa terkejut dengan gerakan tiba-tiba yang dilakukan oleh suaminya itu.


Namun demikian, Zidane sama sekali tidak menurunkan niatnya. laki-laki itu justru malah mempercepat langkah kakinya agar segera sampai ke dalam kamar mandi. dan semuanya terjadi sesuai apa yang direncanakan oleh Zidane sebelumnya.

__ADS_1


****


"ayo sayang kita masak!"teriak Zidane yang telah berada di lantai bawah untuk memasak bersama dengan istri tercintanya itu.


Sementara Asmirandah, wanita itu masih memasang wajah masam akibat ulah dari suaminya itu yang sangat menjengkelkan. bagaimana tidak, laki-laki itu seperti orang yang tengah kesetanan. tidak ingin berhenti. hingga membuat Asmirandah, seketika merasa sangat kelelahan.


Namun hal itu sama sekali tidak membuat Zidan merasa sangat bersalah. justru laki-laki itu tetap bersemangat untuk menaklukkan yang membuatnya menantang.


"Sayang, apa kamu masih marah?"tanya Zidane Seraya berjalan menaiki anak tangga untuk menghampiri istrinya yang masih berguling di tempat.


Tanpa pikir panjang lagi, Asmirandah segera melangkah pergi tanpa memperdulikan ucapan atau permohonan maaf dari laki-laki itu. Rasanya, masih sangat kesal dengan tingkah laku dari suaminya itu.


"sayang, Abang minta maaf ya,"ucap laki-laki berwajah manis itu dengan wajah yang sangat serius.


Namun, hal itu sama sekali tidak digubris oleh Asmirandah. wanita itu masih bergeming di tempatnya. tentunya Hal itu membuat Zidan merasa sedikit takut. takut, jika reaksi dari ramuan itu telah memudar. tentu saja Zidane akan merasa kewalahan jika hal itu sampai benar-benar terjadi padanya.


"sayang, Abang benar-benar minta maaf."ucap laki-laki itu yang tiba-tiba saja berlutut di hadapan Asmirandah.


Sehingga, membuat wanita itu mundur beberapa langkah. merasa terkejut dengan tingkah laku yang ditunjukkan oleh laki-laki itu.


"a... apa yang Abang lakukan? ayo berdiri Bang. aku sudah memaafkan Abang."ucap wanita itu Seraya berusaha keras untuk membuat suaminya itu berdiri kembali.


Zidane yang mendengar itu, ketika bernafas dengan lega. karena pikiran buruk yang sempat menghadapi otaknya, ini benar-benar telah sirna saat melihat reaksi dari wanita itu.


"huh, ternyata memang masih berfungsi ramuan ini."ucapnya menghirup udara sebanyak mungkin. dan setelah itu, menghembuskannya secara perlahan.


Sungguh, Zidan merasa sangat takut jika ramuan itu tiba-tiba saja habis dan membuat Asmirandah kembali seperti semula. tentu saja, laki-laki berwajah manis itu belum siap jika hal itu sampai terjadi. walaupun, kondisi itu kemungkinan besar akan terjadi dalam beberapa bulan kemudian. tapi setidaknya, biarkan Zidane menikmati waktu kebersamaan mereka terlebih dahulu.

__ADS_1


"maafkan aku Asmirandah."batin laki-laki itu menjerit perih.


__ADS_2