
Beberapa hari kemudian,....
Kondisi dari Asmirandah sudah semakin membaik. dan wanita cantik itu, sudah bisa untuk membuka penutup wajah yang memang digunakan sejak pertama kali melakukan operasi pada wajahnya itu.
"bagaimana? apakah istri saya sudah bisa untuk dibuka perbannya sekarang?"tanya laki-laki yang memiliki jambang tipis di kiri dan kanan wajahnya itu.
Dokter dan para perawat yang mendengar pertanyaan dari laki-laki yang begitu menakutkan di hadapan mereka itu, hanya dapat menganggukkan kepala.
"semuanya sudah mengering tuan. dan mungkin nanti sore, udah dapat dibuka perbanyak."jawabnya Seraya tersenyum simpul.
Namun hal itu sama sekali tidak diperdulikan oleh Jordan. mau secantik apapun orang yang ada di hadapannya saat ini, laki-laki itu tetap memusatkan fokus pikiran dan juga hatinya pada Asmirandah seorang.
Setelah selesai memeriksa Asmirandah, para tenaga medis itu segera pergi dari sana. dengan sesekali, dokter yang ada di hadapan Jordan saat ini tengah sesekali tersenyum Seraya melirik malu-malu pada laki-laki itu.
"jika sudah tidak ada urusan dengan istri saya, segeralah pergi dari sini!"ucapnya dengan nada suara yang begitu dingin. membuat wanita itu, seketika tersentak. dan dengan segera, melangkahkan kakinya untuk pergi dari kediaman itu dengan raut wajah merah padam karena menahan malu.
"dasar benalu!" gumamnya Seraya melangkahkan kakinya untuk mendekati Asmirandah yang masih terbaring di atas tempat tidur.
"kau ingin makan sesuatu?"tanya Jordan dengan raut wajah yang mulai bersahabat. tidak seperti kemarin yang begitu dingin dan juga datar.
Asmirandah menggelengkan kepalanya. wanita itu tetap menatap ke atas langit-langit kamarnya. dan tak lama berselang, wanita itu menoleh ke arah Jordan.
"aku ingin bertemu dengan Ara."ucapnya terdengar begitu lirih dan juga sendu.
Karena memang semenjak keluar dari rumah sakit, Asmirandah diperintahkan oleh Jordan untuk beristirahat dengan total. wanita itu dilarang untuk bertemu dengan Putrinya. tentunya Hal itu membuat Asmirandah merasa begitu sedih. namun wanita itu tidak bisa berbuat apa-apa karena selalu diancam oleh laki-laki yang berstatus sebagai suaminya itu. dengan alasan, wanita itu harus banyak istirahat dan tidak boleh terlalu lelah.
Alhasil yang dapat dilakukan oleh Asmirandah, hanyalah mengeluarkan air kehidupan itu dan memasukkannya ke dalam botol untuk diberikan pada Ara nanti.
__ADS_1
Setelah satu minggu, Wanita itu sudah akan dibuka perbannya.
"nanti setelah kamu benar-benar dibuka perbanyak oleh dokter itu."ucap Jordan tanpa dapat dibantah sedikitpun.
Dan pada akhirnya yang dapat dilakukan oleh Asmirandah hanya terdiam dan menurut saja. dan wanita itu kembali untuk memejamkan mata. karena dia benar-benar begitu pusing dan juga lelah baik fisik maupun lelah Hati.
****
Sementara itu di kediaman Prakoso, terlihat Tiara semakin lama semakin frustasi. karena wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu, semakin sering mendapatkan teror dari seseorang yang ia yakini sebagai Naomi.
"dasar kurang ajar! kau benar-benar tengah bermain-main denganku Naomi?"gumam wanita itu Seraya mencengkeram kedua tangannya sendiri hingga membuat kuku-kukunya memutih.
praaang!!
Tiara kembali terlonjak karena mendengar suara yang begitu nyaring dari kaca jendelanya. karena kebetulan, kamar yang ia tempati saat ini menghadap langsung dengan kebun yang begitu rimbun.
Karena kediaman dari Prakoso ini belakangnya terdapat kebun milik keluarga itu sendiri dan saat ini tengah dalam keadaan kosong. dan juga, penjagaan di sana sedikit longgar. mereka mengira, tidak orang yang mencurigakan dan juga tidak ada musuh yang terlalu mencolok. sehingga penjagaan itu, benar-benar begitu longgar.
Saat ini kau memang hidup dengan nyaman dan juga damai. tapi ingat, itu tidak akan pernah lama karena aku akan membalaskan dendam padamu. camkan itu!
Tiara seketika mengepalkan tangannya kuat-kuat Seraya m3r3m4s kertas itu dengan begitu kuatnya.
"ternyata, memang benar j4l4n9 itu masih hidup."gumamnya penuh dengan amarah.
Tanpa pikir panjang lagi, wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu segera pergi dari sana. karena kebetulan, rumah dalam keadaan kosong sehingga dia dapat melakukan semuanya sesuai dengan kehendaknya tanpa takut akan ketahuan.
"Anda mau ke mana, Nyonya?"tanya salah seorang pelayan Seraya menggendong baby Elvio yang masih terlelap di sana.
__ADS_1
Membuat wanita itu seketika menatap ke arah pelayan itu, dengan tatapan tajamnya."mau aku pergi ke manapun juga, itu bukan urusanmu! jadi sebaiknya, jangan pernah campuri urusanku!"setelah mengatakan hal itu, Tiara segera kembali membalikkan tubuh dan berjalan untuk menjauh dari sana.
"tapi nyonya, Anda diminta pada Nyonya sepuh untuk tetap di rumah. dan tidak boleh ke mana-mana."dengan tubuh gemetaran, wanita itu mencoba untuk menghalangi langkah dari Tiara.
Hingga membuatnya seketika kembali menatap ke arah wanita itu dengan tatapan semakin menajam.
"apa hakmu melarangku untuk pergi?"tanya wanita itu Seraya berkacak pinggang. dan tiba-tiba saja,...
Cuit...
Tiara mencubit lengan dari Elvio yang memang berada tepat di hadapannya. hingga membuat bayi malang itu, seketika menangis dengan sangat kencang karena mungkin saja merasakan sakit yang luar biasa akibat dicubit dengan begitu keras oleh ibunya sendiri.
"astaga nyonya!"teriak mereka histeris saat melihat itu.
Sementara Tiara sendiri, wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu hanya berkacak pinggang Seraya menatap datar kepada orang-orang yang tengah heboh untuk menyelamatkan bayi itu.
"syukurin! makanya kalian jangan pernah macam-macam denganku. karena jika tidak, maka anak itu akan menjadi sasarannya."setelah mengatakan hal itu, Tiara segera pergi dari sana.
Namun sebelum itu, wanita itu sempat menghentikan langkahnya."cepat oleh si dia dengan salep yang ada di kamarku. jangan sampai, orang-orang mengetahui akan hal itu. karena jika hal itu sampai terjadi, maka nasib kalian akan dipertaruhkan."Tiara kembali melanjutkan langkah kakinya setelah mengatakan.
Meninggalkan para pelayan itu yang masih menangis tersedu-sedu saat melihat kondisi tubuh dari tuan mereka itu.
"kenapa Anda jahat sekali nyonya."ucapnya dengan cucuran air mata yang begitu memilukan.
mereka semua segera melangkah tergopoh-gopoh untuk memberikan salep itu pada Elvio. agar bayi itu, tidak semakin merasa kesakitan.
Dan setelah beberapa menit kemudian, bayi malang itu sudah terlelap.
__ADS_1
"kamu harus kuat Sayang. jika suatu saat nanti, kamu tumbuh besar dengan sehat, jangan pernah membalaskan rasa sakit hatimu ini pada ibumu. Karena bagaimanapun juga, wanita itu adalah wanita yang telah melahirkan. dia wajib untuk dihormati."salah satu pelayan itu membisikkan kata-kata yang begitu berlawanan dengan hatinya.
Karena jika wanita itu memiliki kuasa, ingin sekali dia membalas rasa sakit yang dirasakan oleh bayi ini.