Ditikung Kakak Kandung

Ditikung Kakak Kandung
Bab 133


__ADS_3

Hari sudah semakin larut. namun entah mengapa, Zidan belum bisa untuk memejamkan matanya. entah apa yang laki-laki itu pikirkan. saat ini, laki-laki manis itu, berada di dalam kamarnya sendiri.


Jika kalian bertanya kenapa Tiara tidak berada di kamar itu seperti malam tragedi itu berlangsung? jawabannya pasti kalian sudah bisa menebak.


Yap Tiara memang akan tidur di kamar milik Zidane jika wanita itu ingin merencanakan sesuatu. dan jika tidak, maka wanita itu tidak akan pernah Sudi untuk masuk ke dalam. karena memang Tiara ingin membalaskan dendam rasa sakit hatinya kepada Asmirandah dengan merebut apa yang wanita itu punya. persis apa yang dilakukan oleh Asmirandah kepada hidupnya.


ceklek


Atensi dari laki-laki berwajah manis itu seketika teralihkan. saat Indra pendengarannya, menangkap suara pintu dibuka dari luar. kebetulan saat itu, kamar dari Zidane belum sempat terkunci. memudahkan siapapun yang ingin memasuki kamar itu dengan leluasa.


Zidane sempat menahan nafas saat pintu itu, dibuka secara perlahan. karena laki-laki itu masih sedikit trauma jika orang yang masuk ke dalam kamarnya itu adalah si perempuan sinting yang tak lain adalah Tiara.


Namun, terdengar suara helaan nafas lega. saat menyadari siapa orang yang ada di depan pintu kamarnya.


"Mami, kenapa Mami belum tidur?"tanya laki-laki berwajah manis itu Seraya berjalan menghampiri. setelah sebelumnya, sempat memaku beberapa saat.


"Mami belum bisa tidur. tiba-tiba saja Mami jadi kepikiran dan merasa rindu pada anakmu itu. kira-kira Dia sedang apa ya, sekarang?"tanya Ajeng dengan senyuman hangatnya.


Zidane yang mendengar itu pun, juga ikut tersenyum."Mami ini ada-ada saja. yang pasti Haidar saat ini juga tengah tertidur. mana mungkin bayi sekecil itu masih begadang."ucapnya Seraya menunjuk ke arah jarum jam yang hampir menunjukkan pukul 12.00 malam.


"teleponin pengasuhnya dong. Mami benar-benar ingin bertemu dengannya. Mami kepikiran sampai nggak bisa tidur.


"tapi ini udah tengah malam Mami. bagaimana kalau kita mengganggu waktu tidur dari para pengasuh Haidar?"tanya Zidan mencoba untuk menolak secara halus permintaan dari ibunya itu.


"ck, Mana mungkin mereka tidur secara bersamaan. pasti mereka tidurnya secara bergantian. Lagi pula, siapa yang berani menolak panggilan dari majikannya? apakah mereka ingin dipecat?"tanya Ajeng berdecak sebal Soraya berkacak pinggang.


Zidane yang melihat itu, seketika langsung menurut. karena laki-laki itu sama sekali tidak ingin dicap sebagai Putra durhaka karena tidak mengikuti saran dari sang ibu.

__ADS_1


"apa Mami yakin ingin menelpon pengasuh Haidar?"tanya Zidane sekali lagi untuk memastikan.


"iya, memangnya kenapa sih?"tanya wanita paruh baya itu sedikit merasa frustasi dengan tingkah laku putranya.


"gimana kalau ada yang melihat?"tanya laki-laki itu dengan raut wajah yang sangat serius.


Karena pastinya, Zidane tidak akan pernah membiarkan identitas dan juga keberadaan putranya itu terekspos pada orang lain. karena akan membahayakan keselamatan dari bayi itu sendiri.


"kamu nyalakan saja alat peredam suara itu."tunjuk Ajeng pada sebuah alat kecil yang tersimpan rapi di atas nakas samping tempat tidur.


Laki-laki berwajah manis itu pun, tidak bisa berbuat apa-apa selain mengikuti permintaan dari sang ibu. Namun demikian, diam-diam Zidane tersenyum simpul. saat menyadari, jika sang Ibu, benar-benar telah menerima kehadiran dari putranya. dan selanjutnya, Zidane berharap, bahwa Papinya juga dapat melakukan hal yang sama. yaitu, menerima keberadaan Haidar.


Karena jika kedua orang tuanya dapat menerima putranya dengan baik, membuat kecemasan dari Zidan sedikit berkurang. namun sayangnya, sampai saat ini pun, Zidan belum pernah berani untuk mengatakan hal sepenting ini pada laki-laki paruh baya itu.


Alasannya hanya satu. yaitu, jika Zidane mengatakan dirinya mempunyai anak dengan Asmirandah, lalu sang ayah tidak terima, maka hal buruk akan terjadi pada putranya itu. dan Zidane tidak ingin semua hal itu terjadi.


("halo, iya Nyonya ada apa?")


"apakah saya mengganggu kamu?"tanya Ajeng Seraya melirik ke arah putranya. dengan menekan tombol speaker agar terdengar lebih keras.


("kami baru saja berganti tugas nyonya. kebetulan sekarang, Tuan kecil sedang tidak bisa tidur.")


Mendengar penuturan dari wanita yang ada di seberang sana, membuat Zidane seketika menatap sang ibu dengan raut wajah khawatir.


"apakah ada sesuatu?"tanya Ajeng yang juga ikut merasa khawatir dengan keadaan cucunya.


("semua baik-baik saja nyonya. tidak ada yang perlu dikhawatirkan. hanya saja, saat ini Tuan kecil tidak bisa ditidurkan. namun, dia sama sekali tidak rewel.")

__ADS_1


Helaan nafas lega seketika berdatangan dari pasangan ibu dan anak itu saat mendengar penuturan dari salah satu pengasuh Haidar itu.


"bolehkah saya melihat cucu saya?"tanya Ajeng. dan dengan secepat kilat, panggilan itu segera berubah. dari yang awalnya panggilan suara, mendadak menjadi panggilan video call.


Senyum Zidane dan juga Ajeng seketika mengembang dengan sempurna. saat keduanya melihat tingkah lucu dari Haidar. yang saat ini, tengah belajar tengkurap sendiri.


"lihatlah putramu itu sayang. ia benar-benar sangat menggemaskan. Rasanya, Mami ingin sekali bertemu dengannya dan mengajaknya bermain sepuas yang Mami mau."komentar wanita paruh baya itu Seraya sesekali memperhatikan Haidar dari balik ponselnya.


Zidane yang mendengar itu pun, juga ikut tersenyum lebar."sekarang Mami masuk lagi ke dalam kamar. jangan sampai, Papi mengetahui akan hal ini."ucap laki-laki itu. membuat sang ibu, seketika langsung memasang wajah cemberut.


Namun demikian, Ajeng juga mengikuti saran dari putranya itu. karena wanita paruh baya itu, juga belum siap jika semua orang mengetahui bahwa Zidane telah memiliki Putra. apalagi dari wanita yang tidak diinginkan oleh keluarga besarnya.


****


Sementara itu di tempat lain, seorang wanita cantik tengah meringkuk sendiri di atas tempat tidur. Karena Wanita itu, baru saja menyelesaikan 'siksaannya.' ya kalian tahu sendiri kan ya, jika sudah menemukan kata siksaan. bisa menebak siapa wanita itu.


"Nyonya, apakah anda baik-baik saja?"tanya salah satu pelayan yang baru saja membuka pintu kamar itu.


Asmirandah yang mendengar itu, seketika menoleh ke arah sumber suara. dan mendapati, beberapa pelayan tengah berdatangan dan menghampirinya.


"aku baik-baik saja. Sebaiknya, kalian tinggalkan aku sendiri."jawab wanita itu dengan raut wajah tanpa ekspresi.


"baik nyonya. jika ada apa-apa, tolong hubungi kami segera."setelah mengatakan hal itu, para pelayan segera pergi dari sana.


Asmirandah seketika membuang nafasnya kasar."mana mungkin ada yang mau bermain-main dengan orang gila seperti Jordan? jika mereka ingin bermain-main, itu tandanya mereka mengantarkan nyawanya sendiri." gumamnya Seraya bersandar di kepala ranjang.


Tak lama berselang, wanita itu mengambil sebuah tablet obat yang berada di bawah bantal. tanpa basa-basi, segera meminumnya. tablet apakah itu? Yap. itu adalah tablet untuk mencegah kehamilan. karena Asmirandah, sama sekali tidak ingin memiliki anak dari laki-laki psikopat seperti Jordan. karena dirinya, masih sangat mencintai Zidane. dan akan terus seperti itu.

__ADS_1


__ADS_2