Ditikung Kakak Kandung

Ditikung Kakak Kandung
Bab 47


__ADS_3

Beberapa saat kemudian,...


Kini mobil yang dikendarai oleh Asmirandah dan juga Tiara, telah sampai di sebuah restoran yang baru saja buka dan viral di kota itu.


"ini tempatnya?"tanya Asmirandah pada sahabatnya itu Seraya mereka turun dari dalam mobil mewah milik Tiara.


"hmm."


Mereka berdua segera melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam restoran itu. dalam spanduk yang ada di depan restoran itu, tertera berbagai macam menu yang tengah booming saat ini.


"Mbak saya mau mie gacoan dua dan juga es teh tarik dua!"ucap Tiara saat salah satu pelayan restoran itu, melangkahkan kakinya dan menghampiri kedua wanita cantik itu.


"baik, ada lagi?"tanya pelayan itu menatap ke arah kedua wanita itu secara bergantian.


"tidak terima kasih."ucap Tiara Seraya menggelengkan kepalanya.


"baiklah kalau begitu. tunggu sebentar!"ucap pelayan itu Seraya melangkahkan kakinya untuk menjauh dari sana.


Asmirandah menatap suasana yang ada di dalam bangunan itu yang terlihat begitu menarik dan juga memanjakan matanya.


"suasana dan juga interior bangunannya, terlihat sangat menarik. ini benar-benar strategi marketing yang sangat bagus."ucap Tiara penuh dengan senyuman.


"andai saja aku bisa membuat usaha seperti ini, pasti akan sangat menyenangkan."ucap Tiara penuh dengan senyuman.


Tak lama berselang, makanan yang mereka pesan Akhirnya datang. mereka segera menikmati makanan yang ada di hadapan mereka itu. dengan sesekali, mereka akan saling tetap satu sama lain karena merasakan perasaan dari menu makanan mereka itu.


"kenapa rasanya seperti ini?"tanya Asmirandah berbisik di telinga sang sahabat.

__ADS_1


"memangnya rasanya kenapa rasanya enak kok."jawab Tiara Seraya kembali melahap makanan yang ada di hadapannya saat ini.


Lama kelamaan, Asmirandah juga menyukai makanan itu. hingga tak terasa, makanan itu telah habis tak tersisa.


"mau makan dessert, nggak?"tanya Tiara saat matanya tidak sengaja menatap ke arah berbagai dessert yang telah disediakan di sana.


"boleh juga?"sahut Asmirandah Seraya menuju berbagai dessert yang tersaji di sana.


Di saat mereka tengah menikmati makanan dengan sesekali bercerita, tiba-tiba saja seseorang datang menghampiri kedua wanita itu. membuat tawa mereka berdua, seketika lenyap p dan digantikan dengan keheningan di antara mereka semua.


"kenapa kalian malah berhenti berbincang-bincang seperti ini?"tanya orang itu yang tak lain adalah Zidane. laki-laki yang memiliki warna kulit sedikit gelap itu, memang saat ini tengah berada tepat di hadapan Dan mata laki-laki itu, tidak lepas dari sosok yang selama ini mengganggu pikiran dan juga hatinya.


Buru-buru, Asmirandah bangkit dari tempat duduknya. dan dengan segera, wanita itu hendak melangkahkan kakinya untuk keluar dari sana.


Namun, Zidan tak menyia-nyiakan kesempatan itu. laki-laki itu segera menarik tangan dari Asmirandah dan membawanya ke sebuah danau yang memang menjadi tempat favorit para muda-mudi yang mampir di restoran itu.


"apa yang sebenarnya terjadi padamu? kenapa kamu bersikap seperti itu padaku?"tanya laki-laki itu Seraya menatap lekat ke arah Asmirandah.


"tidak ada apa-apa. aku hanya tidak ingin, menjalin hubungan apapun dengan seorang laki-laki. Kau pasti tahu kan, apa yang aku maksud?"tanya Asmirandah Seraya menatap dalam ke arah laki-laki yang pernah menjadi bagian dari keluarganya itu.


"bohong sekali!"Zidane tertawa perih. entah mengapa penolakan yang dilakukan oleh Asmirandah saat ini, membuat hatinya terluka.


Mungkin memang benar saat ini, Zidan telah benar-benar jatuh cinta pada wanita yang pernah akan menjadi adik iparnya itu. terbukti saat ini, Zidane rela datang cari tempat tinggalnya untuk menyusul Asmirandah. padahal tempat keduanya sangatlah jauh. Namun semua akan dilakukan oleh Zidane atas Nama Cinta.


Asmirandah yang mendengar itu, kembali menatap ke arah laki-laki yang sebenarnya juga sedikit membuat hatinya menghangat itu. namun beberapa saat kemudian, wanita itu segera memalingkan pandangannya ke arah lain.


'tidak ini tidak boleh terjadi. aku tidak ingin, Kak Naomi semakin membenciku.' batin Asmirandah mencoba untuk mengelak dengan perasaan yang saat ini mulai tumbuh di dalam hatinya itu.

__ADS_1


"aku serius Bang. aku sama sekali tidak berniat untuk menjalin hubungan dengan siapapun termasuk juga dengan Abang. jadi aku mohon, sebaiknya Abang segera pergi saja dari sini. aku tidak ingin, semakin memperkeruh suasana yang terjadi karena Abang."tanpa sadar, Asmirandah membongkar sedikit rahasia yang terjadi dalam usahanya untuk menjauhi laki-laki itu.


Zidane yang mendengar itu, segera memicingkan kedua matanya."Jadi kau berusaha untuk menghindar dariku? biar aku tebak. ini pasti ada hubungannya dengan Naomi, kan?"tanya laki-laki itu Seraya menatap ke arah Asmirandah.


Tentu saja hal itu membuat Asmirandah yang mendengarnya, seketika merasa sangat gelagapan. wanita itu saat ini tengah meretungi dirinya sendiri karena merasa sangat ceroboh dengan apa yang baru saja ia lakukan itu.


"a...aku harus pergi dari sini."ucap wanita itu dengan nada suara yang sangat gugup. Asmirandah hendak melangkahkan kakinya untuk menghindari cercaan pertanyaan dari laki-laki itu.


Namun sayangnya, semua itu tidak terjadi dengan sangat mulus. karena di saat wanita itu hendak melangkahkan kakinya pergi dari sana, tangan dari Zidane menarik tangan Asmirandah. hingga membuat wanita itu seketika oleng. Dan hampir saja terjatuh.


Beruntungnya, Zidane dengan sikap langsung menahan tubuh wanita itu agar tidak jatuh dan menghantam lantai. dan seperti Dejavu, Asmirandah menatap lekat ke arah manik mata tulus dari seorang Zidane. dan tak lama berselang, degup jantung milik keduanya terdengar begitu cepat seperti genderang perang.


"kau juga memiliki rasa padaku kan?"tanya Zidane berbisik tepat di telinga Asmirandah.


bugh


"aaww!" Pekik Asmirandah saat tubuhnya mendarat mulus di atas lantai. setelah sebelumnya, Asmirandah memukul lengan dari Zidane. hingga membuat laki-laki itu, kehilangan keseimbangannya dan tak sengaja melepaskan tangannya dari pinggang wanita itu.


"apakah kau baik-baik saja?"tanya Zidan saat laki-laki itu terasa sadar dari apa yang ia lakukan pada wanita itu.


Dengan tanpa basa-basi, Zidan segera menarik tangan dari Asmirandah dan membawanya untuk duduk di bangku taman yang ada di sana.


Beruntungnya saat ini, di taman belakang restoran itu sedang tidak ada siapa-siapa. sehingga tidak membuat Asmirandah bertambah malu akibat ulah mereka berdua.


"apa yang sakit?"tanya Zidane Soraya meneliti tubuh milik Asmirandah dari atas sampai bawah.


"tidak ada yang sakit. apakah aku boleh pergi?"tanya Asmirandah dengan raut wajah sedikit gugup.

__ADS_1


Membuat Zidane yang melihat itu, seketika mengulas senyum manisnya.


__ADS_2