Ditikung Kakak Kandung

Ditikung Kakak Kandung
Bab 205


__ADS_3

Seperti biasa, setelah sampai di dalam kamar pribadinya, wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu langsung melemparkan tubuh dari Elvio di atas tempat tidur. beruntungnya, kasur yang ada di kamar itu memiliki desain yang begitu lembut dan juga empuk. sehingga tidak akan pernah melukai tubuh dari bayi mungil malang itu. Namun demikian, tetap saja Elvio merasa terkejut. hingga bayi mungil itu, seketika menangis dengan sangat kencangnya.


Tanpa perasaan sedikitpun, wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu segera menyumpal mulut mungil milik Elvio menggunakan susu sisa tadi pagi. sepertinya wanita itu, masih belum merasa kapok dengan kembali menyiksa putranya sendiri.


Tanpa disadari oleh wanita itu, ternyata ada seseorang yang menetap ke arah dalam kamar. di mana seorang wanita, yang tengah sibuk menyiksa bayi mungilnya.


"apa yang dia lakukan pada Elvio?"tanya Zidane dengan ekspresi wajah yang begitu terkejut. laki-laki yang memiliki wajah manis itu tidak menyangka dengan apa yang dilakukan oleh Tiara.


"kenapa dia bisa menjadi seperti ini? bukankah dulu dia adalah sosok wanita yang begitu lembut?"tanya Zidane dengan raut wajah yang tidak percaya. dengan secepat kilat, laki-laki yang memiliki wajah manis itu segera mendobrak pintu samping kamar itu.


Braaakk


Tiara yang tengah sibuk untuk menyiksa bayi kecil itu, seketika terlunjak kaget. wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu segera menatap ke arah sumber suara. dan tak lama berselang, wanita itu pun ternganga lebar. tubuhnya seketika gemetar di tempatnya dan tidak bisa digerakkan. sementara lidahnya, seketika merasa kelu seperti tidak ada tenaga untuk membuka mulut.


"apa yang kau lakukan pada anakku?!"teriak Zidane dengan ekspresi wajah merah padam karena menahan amarah yang luar biasa.


Walaupun Zidane tidak mengakui Tiara menjadi istri sahnya, tapi tetap saja, Zidane merasa sangat geram saat melihat bagaimana tindakan yang dilakukan oleh Tiara saat ini.


Wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu, seketika merasa panik luar biasa.


"mampus ini bagaimana kalau ketahuan orang-orang yang ada di sana?"tanya wanita itu dalam hati dengan otak yang masih bekerja keras agar dapat menutup semua kesalahan itu.


"maa.. maafkan aku, aku merasa sangat khilaf sekarang. tolong maafkan aku aku tidak akan pernah melakukan hal ini lagi pada Putraku. ini benar-benar merasa begitu stres sehingga aku tidak sadar melakukan sesuatu hal apa adanya."ucap Tiara dengan tangis tergugu.


Sementara Zidane sendiri, laki-laki berwajah hitam manis itu segera memutar bola mata malas. kemudian tanpa basa-basi langsung merebut Elvio. dan tanpa basa-basi lagi, laki-laki itu segera melangkahkan kakinya dengan tergesa-gesa untuk keluar dari kamar itu.

__ADS_1


"aaaaarrgghhh! sialan kenapa semuanya menjadi seperti ini?!"tanya wanita itu Seraya mulai menjambak rambutnya sendiri.


Dengan gerakan tergesa-gesa, wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu, segera mengejar Zidane. agar laki-laki itu, tidak membocorkan rahasia yang telah ia sembunyikan pada semua orang.


"jangan pernah kau melakukan hal itu!" sentaknya Seraya menarik lengan dari Zidane. sehingga, membuatnya, seketika menghentikan langkahnya.


"kenapa aku harus nurut padamu?"tanyanya dengan nada suara yang sangat sinis.


Tiara yang mendengar itu, seketika senyum miring."Karena aku tahu keberadaan putramu itu."jawabnya dengan enteng.


Kedua bola mata milik Zidane, seketika membulat sempurna saat mendengar penuturan dari wanita yang berstatus sebagai istrinya itu.


"jangan pernah kau bermacam-macam dengan keluargaku. jika tidak, maka kau akan tahu akibatnya!"ancamnya dengan nada suara bersungguh-sungguh.


Tiara seketika terkekeh sinis."sok-sokan mau ngancam aku, kita sama-sama punya kelemahan. kalau sampai kamu melaporkan itu, maka aku juga akan melaporkan sesuatu hal yang mereka tidak pernah ketahui."setelah mengatakan hal itu, Tiara segera mengambil Elvio yang sudah mulai terlelap tentunya dengan gerakan yang sangat kasar.


"jangan pernah kau sakiti Putraku!"ucapnya penuh dengan penekanan.


"kenapa aku tidak boleh menyentuh Putraku sendiri?"tanya wanita itu dengan nada suara yang sangat sinis.


"dan tadi apa kamu bilang, kamu menyebut Elvio ini adalah putramu? cih, sejak kapan kamu mengakui dia sebagai Putramu?"tanya wanita itu dengan nada suara yang terdengar mengejek.


Zidane yang mendengarnya, seketika terdiam. karena memang, laki-laki itu merasa tertampar dengan penuturan yang dilontarkan oleh wanita yang ada di hadapannya saat ini. tanpa menunggu balasan dari laki-laki itu, pada akhirnya Tiara segera masuk ke dalam kamarnya dan di pintu dengan kuat.


Kemudian, wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu segera menyibak gorden agar tidak terlihat dari luar.

__ADS_1


"sialan! hampir saja aku mendapatkan masalah!"gerutunya Seraya merebahkan tubuh dari Elvio dengan kasar.


***


"bangun hei! untuk apa kau masih tertidur di sini?!" sentaknya Seraya menendang kaki milik Naomi. membuat wanita itu seketika meringis kesakitan. karena tendangan dari Jordan itu, tepat mengenai luka yang sempat terjadi akibat kebakaran itu.


Sementara Asmirandah sendiri, wanita itu hanya menatap datar ke arah Naomi Seraya menggendong Arabella yang masih anteng dalam pangkuannya.


"hei kau jangan kurang ajar ya?!"minta Naomi dengan suara yang begitu menggelegar. hingga membuat bayi kecil itu seketika menangis karena terkejut luar biasa.


"kurang ajar! berani kau bersikap seperti itu di rumahku? apakah kau sudah tidak menyayangi nyawamu lagi?!"tanya laki-laki itu dengan suara yang ditekankan.


Karena Jordan sendiri, tidak ingin membuat putrinya kembali menangis. namun bukannya merasa takut, Naomi justru malah tersenyum sinis ke arah laki-laki itu.


"aku tidak akan pernah takut dengan manusia sepertimu! karena aku dan kau, sama-sama iblis berbentuk manusia lalu apa yang harus aku takutkan? tidak penting dan tidak ada gunanya!"sambungnya dengan nada suara jumawa.


Kheeeekkk


Naomi seketika maronta-ronta saat lehernya dicekik oleh Jordan dengan sangat kuat. dua bola mata dari wanita itu seketika membulat sempurna. karena Naomi tidak menyangka, laki-laki ada di hadapannya saat ini, berani melakukan hal sekasar ini pada perempuan.


"bagaimana apakah kau masih meragukan kemampuanku dan meragukan ancamanku?"tanya laki-laki itu setelah melepaskan cengkraman tangannya di leher milik Naomi.


Uhuk uhuk uhuk


Wanita itu seketika terbatuk dengan begitu hebatnya karena lehernya begitu ditekan oleh Jordan. matanya seketika memerah dengan rasa sesak di dalam dadanya.

__ADS_1


sementara Asmirandah sendiri, wanita itu hanya terdiam. Karena sejujurnya, Asmirandah juga merasakan terkejut luar biasa.


__ADS_2