Ditikung Kakak Kandung

Ditikung Kakak Kandung
Bab 180


__ADS_3

Setelah beberapa saat kemudian, laki-laki berwajah manis itu akhirnya memerintahkan pada putranya untuk menghentikan aktivitas mereka. karena Zidane merasa begitu lelah.


"Ayah lelah!"seru Zidane memberitahu dan langsung merebahkan tubuhnya di atas rumput. dan tak lama berselang, Haidar pun juga mengikutinya.


Mereka berdua seketika memejamkan mata menikmati semilir angin yang begitu menenangkan jiwa. Zidan sesekali akan menatap ke arah Putra kandungnya bersama dengan Asmirandah itu dengan penuh kasih sayang. hingga tak lama berselang...


"Ayah, Mama di mana?"dengan nada bicara seperti seorang bayi yang baru bisa berbicara, Haidar tiba-tiba saja menanyakan hal itu.


uhuk uhuk uhuk


Tiba-tiba saja, Zidane tersedak salivanya sendiri. laki-laki itu seketika terdekat. tidak menyangka akan pertanyaan yang dilontarkan oleh bocah kecil yang ada di sebelahnya saat ini.


Kenapa tiba-tiba saja bocah ini menanyakan Di mana keberadaan ibunya? apakah sudah merasa kesepian? apakah ada seseorang yang sedang mencoba untuk mempengaruhi putranya ini? pertanyaan demi pertanyaan itu seketika berputar-putar di dalam otaknya.


Membuat Zidane seketika merasa pusing luar biasa. dan membuat laki-laki berwajah manis itu sesekali akan memijat pelipisnya yang terasa berdenyut.


"Ayah kok diam? Mama sekarang ada di mana?"tanya Haidar seperti seseorang yang menuntut kejelasan.


Tentunya hal itu semakin membuat Zidane merasa kelabakan. gimana caranya dia menceritakan hal itu pada bocah sekecil Haidar. jika dijelaskan pun, maka bocah itu tidak akan pernah mengerti.


hening....


Sejenak, suasana di antara mereka hening untuk beberapa saat ke depan. hingga tak lama berselang, laki-laki itu memiliki ide.


"Mama kamu sekarang sedang ada di suatu tempat yang begitu jauh."ada nada getir di dalam kata-kata yang terlontar dari mulut Zidane itu.


"kapan Mama akan pulang?"pertanyaan polos itu meluncur begitu saja dari dalam mulut bocah kecil itu.

__ADS_1


Membuat Zidane yang mendengar itu, seketika memalingkan wajahnya karena sudah tidak kuasa untuk menahan tetesan air mata yang sejak tadi meronta-ronta ingin keluar dari dalam mata laki-laki itu.


Apakah kamu tidak bisa melihat bagaimana kesakitan yang kami alami di sini? apakah tidak ada yang bisa menggerakkan hatimu hingga membuat kamu kembali pada kami?


Batin Zidane yang begitu perih maronta-ronta ingin mengeluarkan perasaan sesak di dalam dadanya yang sudah semakin lama semakin tidak tertahan. Apalagi, saat melihat wajah Haidar yang semakin lama, akan semakin mirip dengan wanita yang sangat ia cintai itu. dan sampai saat ini, laki-laki itu, belum bisa melupakannya.


"Ayah menangis?" tanya bocah laki-laki itu dengan tatapan kebingungan. dan dengan segera laki-laki itu mengusap air matanya yang terasa meleleh di atas pipinya.


Dengan cepat, laki-laki itu, menggelengkan kepalanya. dan kemudian tersenyum tipis menatap ke arah putranya dengan begitu dalam.


Setelah puas menikmati suasana galau itu, pada akhirnya Zidane kembali mengajak putranya itu untuk bermain menghabiskan waktu. karena hari ini, adalah hari Minggu. hingga membuat laki-laki itu, pada akhirnya memutuskan untuk menginap di kediaman tersembunyi. karena ingin menikmati kebersamaan dengan putranya.


Tentu saja tanpa sepengetahuan dari orang-orang yang ada di dalam rumah keluarga Prakoso.


****


" kita mau ke mana?"tanya Asmirandah. saat wanita itu, sudah berada di dalam mobil bersama dengan suami dan juga anaknya.


"kita akan membeli hadiah untuk acara penyambutan Elvio."jawab laki-laki itu Seraya menyetir.


"Elvio? "beo Asmirandah dengan kening mengerut.


"nama putra dari Bang Zidan dan juga Tiara."sahut Jordan yang mengetahui bahwa wanita yang sangat ia cintai itu merasa kebingungan dengan apa yang baru saja ia katakan itu.


Nyeess


Entah mengapa, suasana hati dari Asmirandah seketika mendadak tidak enak setelah mendengar penuturan dari laki-laki yang berstatus sebagai suaminya itu.

__ADS_1


Namun dengan cepat, Asmirandah buru-buru menepisnya. Karena Wanita itu tidak ingin, terjadi sesuatu pada keluarganya. jika Jordan tahu tentang apa yang ia rasakan saat ini.


Sesekali, laki-laki yang memiliki jambang tipis di kiri dan kanan wajahnya itu akan tersenyum menyeringai saat melihat tatapan wajah dari Asmirandah.


"jangan pernah memancing kemarahanku Asmirandah sayang. karena aku, sama sekali tidak akan pernah bermain-main dengan ucapanku sendiri."ucapnya penuh dengan penekanan.


Hingga membuat Asmirandah sendiri, seketika tersentak kaget. dengan segera wanita itu memperbaiki ekspresi wajah dan juga hati yang sempat mengalami retakan di dalam tanah.


Hal itu kembali membuat Jordan seketika tersenyum kecil.' setidaknya, aku bisa mengancamnya dengan kalimat yang aku lontarkan ini.' gumam laki-laki itu dalam hati.


****


Sesampainya di pusat perbelanjaan itu, Asmirandah dan juga Jordan segera membeli beberapa pakaian yang akan dikenakan di hari perayaan penyambutan itu.


Walaupun di dalam hati Asmirandah merasa begitu tidak rela, namun wanita cantik itu memutuskan untuk tetap memperluas kesabarannya. karena memang saat ini, Zidane adalah suami dari Tiara. dan Asmirandah tidak bisa untuk kembali masuk ke dalam dunia mereka karena sudah terlalu jauh.


Setelah mengitari beberapa toko pakaian, pada akhirnya mereka memilih satu toko yang menjual dan menyediakan pakaian-pakaian yang berasal dari negara-negara terkenal di dunia. tanpa pikir panjang lagi, Jordan segera memilihkan setelan dress yang begitu lucu dan sangat menarik. yang nantinya akan dikenakan oleh Asmirandah di acara itu. tak lama berselang, pandangan mata dari Jordan beralih pada sebuah dress yang begitu kecil dan mungil yang memiliki warna yang senada dengan dress yang dipegang di tangannya itu.


"sepertinya ini sangat lucu."gumam laki-laki itu Seraya menatap ke arah gaun yang ia pilihkan untuk Asmirandah dan gaun yang ia pilihkan untuk putrinya itu.


Sementara Asmirandah sendiri, diam-diam wanita itu melipir sebentar untuk membeli sebuah pakaian laki-laki berusia 2 tahun. dan di sana, wanita itu membeli beberapa style pakaian dan membungkusnya tanpa sepengetahuan Jordan. karena memang pakaian itu, akan diberikan pada Haidar melewati Zidane nantinya.


"kau berbicara dengan siapa?"tanya Asmirandah yang baru kembali dari berbelanja barang tersembunyi itu.


Membuat Jordan seketika menoleh. dan tak lama berselang, laki-laki itu pun tersenyum kecil.


"aku baru saja meminta pada para fotografer itu untuk mengabadikan momen kita nantinya."jawab laki-laki itu dengan senyuman manis.

__ADS_1


"hmm?"raut wajah dari Asmirandah tampak sekali kebingungan.


"nanti setelah kita bersiap-siap akan pergi ke kediaman Prakoso, kita akan mengabadikan foto kita bertiga dengan para fotografer itu."jelas Jordan pada akhirnya.


__ADS_2