
Saat ini, ketiga orang dewasa itu tengah berbincang-bincang disertai dengan sesekali Asmirandah bercanda tawa bersama dengan Haidar. Sungguh, wanita itu tidak ingin kehilangan momen sedikitpun bersama dengan Putra sulungnya itu. karena Asmirandah selalu merasakan rasa bersalah yang luar biasa setiap kali melihat orang menggemaskan dari Haidar itu.
"sayang, kamu mau makan apa lagi? nanti Mama akan membuatkan sesuatu yang enak untukmu!"ucap Asmirandah Seraya mengusap kepala milik bocah kecil itu dengan perasaan penuh kasih sayang.
"dia sangat menyukai pancake durian."sahut Zidane yang tiba-tiba saja ikut menyela pembicaraan antara ibu dan anak itu.
Membuat Asmirandah yang mendengar itu, seketika memfokuskan matanya kepada laki-laki yang masih ada dalam hatinya sampai saat ini.
Degh
Jantung dari Asmirandah masih berdetak dengan sangat kencang setiap kali menatap ke arah laki-laki yang merupakan obat penyembuh saat dulu dikecewakan oleh Yudha.
Dan sampai saat ini pun, Asmirandah masih sangat mencintai laki-laki itu. dan masih belum berkurang sampai sekarang.
Karena sudah merasa tidak tahan, pada akhirnya wanita cantik itu memutuskan untuk mengalihkan pandangan ke arah lain agar hatinya tidak semakin hancur kala mengingat kepingan kepingan yang mulai berputar-putar di dalam otaknya itu.
"Mama kenapa nangis?"pertanyaan dari Haidar itu, membuat Asmirandah seketika tersentak kaget. dan tak lama berselang, mengusap air mata itu dengan kasar. kemudian tersenyum kecil menatap ke arah Putra tunggalnya itu.
"Karena Mama sangat bahagia bertemu dengan kamu sayang."ucap Asmirandah Seraya memeluk tubuh mungil milik putranya itu dengan sangat erat.
Sementara itu, Zidane memutuskan untuk pergi dari sana. karena sama seperti Asmirandah, laki-laki itu juga sudah merasa tidak tahan berada di situasi seperti ini.
"Ayah mau ke mana?"pertanyaan dari bocah kecil berusia 2 tahun itu, sukses membuat langkah dari Zidane seketika terhenti.
Kemudian dengan perlahan tapi pasti mulai membalikkan tubuhnya dan tersenyum kecil kepada laki-laki penyemangat hidupnya itu.
"Ayah mau ke belakang dulu Ada hal penting yang ingin ya kerjakan."sahut laki-laki itu Seraya mengusap kepala milik Haidar dengan begitu lembut.
__ADS_1
Namun tanpa diduga, bocah kecil itu pun menggelengkan kepalanya. membuat kedua alis milik Zidane seketika bertemu karena merasa bingung dengan sikap putranya itu.
"Haidar mau Mama sama Ayah ada di sini nemenin Haidar." cicit laki-laki kecil itu Seraya menundukkan kepala.
Puk
Asmirandah dan juga Zidan seketika menoleh ke arah samping tubuhnya. saat mereka berdua merasakan pundaknya ditepuk oleh seseorang.
"Sepertinya dia tahu bahwa kedua orang tuanya sedang tidak baik-baik saja."ucap Ajeng Seraya menatap ke arah bocah kecil itu dengan tatapan yang begitu sendu.
"Mami mohon, untuk kali ini saja kalian harus mengesampingkan ego kalian masing-masing. buat Haidar senyaman dan sebahagia mungkin."lanjutnya Seraya tersenyum pada anak dan juga mantan menantunya itu.
Kemudian setelahnya, wanita paruh baya itu segera pergi untuk menuju ke belakang rumah. Ajeng ingin membiarkan cucunya itu merasakan bagaimana rasanya menjadi keluarga utuh yang bahagia.
Dan pada akhirnya, Asmirandah dan juga Zidane memutuskan untuk membawa Haidar di tengah-tengah mereka.
"Sayang apa yang kamu inginkan?"hanya Asmirandah dengan nada suara yang begitu lembut.
Namun entah mengapa, semua itu berada di dalam otak milik Asmirandah.
"aku mau main ke Timezone yang ada di mall kayak temen-temen di sekolah."tiba-tiba saja di saat kedua orang itu tengah berkutat dengan pikirannya sendiri, terdengar suara Haidar yang mengatakan akan hal itu.
Membuat Asmirandah dan juga Zidane yang mendengar itu, seketika saling pandang satu sama lain. mereka berdua, sepertinya tengah bertanya dan melakukan negosiasi melalui bahasa isyarat.
"sudahlah turuti saja kemauan dari Haidar ini. Mumpung dia, masih berada di negara ini. karena sebentar lagi, Mungkin dia akan aku bawa pulang. karena di sini, jelas dia tidak akan pernah aman."ucap Zidane pada keputusan akhir.
"tapi, nanti...."sebenarnya Asmirandah ingin sekali protes. karena dia sendiri juga dalam posisi tidak aman saat ini. bagaimana kalau orang-orang itu mengenalinya? pasti dia nantinya akan habis di tangan Jordan jika hal itu sampai terjadi.
__ADS_1
"sudah tidak usah dipikirkan. aku tahu apa yang kamu maksud."ucap Zidane Seraya mengeluarkan sesuatu dari dalam kantong celananya.
Asmirandah tampak mengerutkan keningnya saat melihat benda yang ada di tangan laki-laki itu.
"kamu pakai topeng ini agar tidak ketahuan oleh mereka."ucap Zidane pada Asmirandah.
Dengan perasaan ragu, wanita cantik itu segera memakai topeng itu. menggunakan cairan khusus yang memang telah disediakan oleh laki-laki yang memiliki wajah manis itu.
Setelah hampir 30 menit, wanita cantik itu seketika datang menghampiri Zidane dan juga Haidar yang telah menunggu di dalam mobil.
"Oma nggak ikut?"Tanya bocah kecil berusia 2 tahun itu saat melihat Ajeng berdiri di luar Seraya melambaikan tangan kepada mobil yang hampir berjalan itu.
Ajeng seketika menggelengkan kepalanya."enggak, Oma di rumah aja. kalian kalau mau senang-senang, silakan saja."ucapnya Saraya tersenyum kecil.
****
Tak membutuhkan waktu lama, ketiganya telah sampai. dengan segera ketika manusia itu segera melangkahkan kakinya untuk menuju ke tempat permainan yang memang telah ditujukan oleh header.
Dan di sepanjang perjalanan tadi, bocah kecil berusia 2 tahun itu sudah mengoceh dan sudah sedikit girang saat membayangkan apa yang akan ia lakukan di dalam sana nanti.
sebenarnya Haidar juga merasa heran kenapa ibunya menggunakan topeng seperti itu. ditambah lagi, wanita itu yang sesekali akan menggenggam tangannya sendiri dengan tubuh gemetaran.
Namun sepertinya otak dari bocah kecil itu belum sampai jika memikirkan akan hal-hal yang sedikit berat seperti itu.
"ayo main perosotan!"seru Haidar saat mereka sudah berada di Timezone. membuat Zidane dan juga Asmirandah yang melihat itu, seketika langsung menganggukkan kepala.
Mereka bertiga segera memainkan permainan yang ada di sana dengan sesekali tertawa bahagia. diam-diam Asmirandah menitikan air mata karena Wanita itu melihat bagaimana bahagianya Haidar saat ini.
__ADS_1
'aku mohon Tuhan, jangan pernah pudarkan senyuman yang telah berkembang sempurna di wajah milik Putraku ini.' batinnya tersenyum haru.
Sementara Zidane, laki-laki berwajah manis itu sesekali juga akan menitihkan air mata saat melihat bagaimana bahagianya Sang putra saat ini.