
"Asmirandah!"panggil Zidane dengan pelan. dan hal itu tentunya membuat wanita yang ada di hadapannya saat ini tampak mematung dengan mata yang seperti terperangah. Namun demikian, sebisa mungkin Asmirandah mencoba untuk mengendalikan dirinya sendiri.
"maaf tuan Anda pasti salah orang. saya bukan Asmirandah. tapi saya adalah Sheila."pungkas wanita itu tanpa berani untuk menoleh ke hadapan Zidane.
Dan tanpa pikir panjang lagi, wanita itu segera melangkahkan kakinya untuk keluar dari tempat itu. karena jujur saja, Asmirandah sudah merasa tidak kuat jika harus berhadapan dengan Zidane seperti ini. hatinya masih terlalu rapuh untuk melihat dan menyaksikan wajah laki-laki yang sampai saat ini masih berada di tahta tertinggi hatinya.
"permisi tuan!"pamit Asmirandah Seraya membungkuk. melangkahkan kakinya dengan tergesa-gesa melewati laki-laki itu.
Namun apa boleh dikata, tangan dari Zidane lebih cepat dari langkah kaki Asmirandah. sehingga laki-laki berwajah hitam manis itu mampu menggapai tangan dari wanita yang masih menjadi kesayangannya saat ini.
Saat Zidane membalikkan tubuh Asmirandah, kedua mata mereka bertemu untuk beberapa saat kemudian. dan di sana Zidane bisa melihat binar mata yang tidak bisa berbohong dan itu adalah bukti yang cukup kuat yang dimiliki oleh laki-laki berwajah manis itu. bahwa wanita yang ada di hadapannya saat ini benar-benar Asmirandah.
Karena sudah merasa tidak tahan dengan rasa sesak di dalam dadanya, pada akhirnya Asmirandah menangis tersedu-sedu. dan dengan sigap, laki-laki berwajah manis itu memeluk tubuh dari wanita yang sangat ia cintai.
Karena saat ini, hati milik Zidane pun, juga merasakan kesakitan yang sama dengan yang dialami oleh Asmirandah. karena mereka, adalah dua manusia yang saling mencintai namun tidak bisa bersatu karena banyaknya penghalang di antara mereka.
****
"bagaimana kabarmu?"tanya Zidane yang saat ini tengah membawa Asmirandah ke bangunan yang tidak terlalu dijangkau oleh orang-orang yang ada di sana.
"aku baik. bagaimana keadaan Haidar?"tanya wanita itu dengan tatapan mata yang begitu sendu.
Zidane yang mendengar itu seketika tersenyum miris. hatinya begitu sakit saat nama Haidar disebut. karena itu artinya, Zidane mengingat nasib malang dari bocah laki-laki yang berusia satu setengah tahun itu. dan itu, sangat menjadi salah satu kelemahan dari Zidane.
"Dia sangat baik tapi dia juga sangat merindukanmu."ucapnya dengan nada suara yang sangat lirih dan juga tatapan mata yang mengembun.
Sakit? tentu saja hal itu sangat menyakitkan untuk Asmirandah. namun sekali lagi, dirinya tidak bisa berbuat apa-apa untuk saat ini.
__ADS_1
" apa benar kau sudah menikah dengan Jordan dan memiliki seorang putri?"tanya Zidane setelah mereka terdiam cukup lama dengan pikiran masing-masing.
Asmirandah yang mendengar itu, sontak saja menatap ke arah laki-laki yang masih menjadi pujaan hatinya itu dengan tatapan terluka. dan tak lama berselang, wanita itu pun menganggukkan kepala membenarkan apa yang dipertanyakan oleh mantan suaminya itu.
"bukankah kau juga sudah bahagia dan memiliki seorang anak dari Tiara?"tanya wanita itu dengan nada suara yang terdengar menyindir.
Hal itu sukses membuat Zidan seketika tertawa. Namun tawa dari laki-laki itu, terdengar aneh. karena di dalam tawa itu, terdapat rasa sakit yang luar biasa.
"kita itu saling mencintai. tapi kenapa kita tidak boleh bersatu seperti ini? apa yang sebenarnya kesalahan yang telah kita perbuat sehingga kita mendapatkan cobaan sedemikian rupa dari Tuhan?"tanya Zidane dengan nada suara yang begitu pilu.
Asmirandah ketika menggelengkan kepalanya."sudahlah tidak usah dipikirkan lagi. Lagi pula, kita sudah sama-sama memiliki keluarga bahagia."sahutnya mencoba untuk tetap tegar.
Walaupun di dalam hatinya saat ini, Asmirandah tengah meraung menangis dengan pilu karena merasakan sakit yang sama dengan apa yang dirasakan oleh Zidane.
"hah, bahagia? mungkin kebahagiaan itu hanya dirasakan olehmu. karena sejauh ini, aku belum pernah merasakan yang namanya kebahagiaan saat menjalin hubungan rumah tangga bersama dengan Tiara."laki-laki itu Seraya memalingkan wajahnya ke arah lain.
"sayang kau ada di mana?!"tiba-tiba saja terdengar suara seseorang yang berteriak memanggil dengan panggilan 'sayang'.
"tolong Ini berikan pada Haidar."setelah mengatakan hal itu, Asmirandah segera pergi dari sana. meninggalkan Zidan yang masih tercemung di tempatnya.
"aku hanya berharap, suatu saat nanti jika Tuhan kembali mengizinkan kita bertemu, kita akan kembali bersama."ucap laki-laki itu dengan pelan.
Namun begitu, hal itu masih didengar oleh Asmirandah. karena Wanita itu masih belum terlalu jauh saat melangkah.
'aku pun juga akan berharap yang sama denganmu Bang.' batinnya tersenyum sendu.
****
__ADS_1
"Jordan Kau kenapa memanggilku, sayang?"tanya Asmirandah yang baru saja keluar dari dalam toilet.
Sontak saja hal itu membuat Jordan yang awalnya merasa kebingungan dan sempat menerka-nerka bahwa wanita itu menemui mantannya, seketika langsung tersenyum lebar.
"kau ini dari mana saja?"tanya laki-laki itu dengan nada begitu lembut namun juga penuh dengan penekanan.
"ya aku dari toilet lah. dari mana lagi memangnya?"tanya wanita itu mencoba untuk bersikap biasa saja.
"tapi kenapa lama sekali?"protes laki-laki yang memiliki jambang tipis di kiri dan kanan wajahnya itu.
"sudahlah lebih baik kita kembali ke acara."ajak Asmirandah Seraya menarik tangan dari suaminya itu untuk kembali pada tempat acara.
Dan Hal itu membuat seseorang di sudut ruangan sana, menatap sendu pemandangan itu. Zidan seketika membuang muka karena merasa tidak kuat dengan debaran dan juga rasa sakit hati yang menguasai tubuhnya saat ini.
****
Saat ini keluarga dari Prakoso tengah berkumpul. karena memang acaranya telah usai.
Sejak tadi, pandangan dari Oma Keisha tertuju pada Asmirandah yang berada di samping Jordan dan juga kedua anak dan juga menantunya.
"siapa dia Jordan?"tanya wanita rentah itu Seraya menunjuk ke arah Asmirandah dengan dagunya.
Membuat laki-laki yang memiliki jambang tipis di kiri dan kanan wajahnya itu, seketika menoleh.
"perkenalkan Oma, nama dia Sheila. Dia adalah kekasihku saat ini. dan satu bulan lagi, kita akan menikah."sontak saja pengakuan dari laki-laki yang memiliki jambang tipis di kiri dan kanan wajahnya itu membuat semua orang terkejut.
"dari keluarga mana dia?"tanya wanita renta itu dengan tatapan mata menyelidik.
__ADS_1
" Oma tenang saja. Dia adalah seorang yatim piatu. dan dia tidak memiliki marga seperti kita."jelas Jordan dengan tenang.
Oma Keisha yang mendengar itu, seketika menganggukkan kepala. wanita rentah itu seketika langsung setuju dan ikut merancang pernikahan dari cucunya itu.