Ditikung Kakak Kandung

Ditikung Kakak Kandung
Bab 185


__ADS_3

Setelah perdebatan cukup lama karena keluarga dari Prakoso meminta Asmirandah dan juga Jordan untuk menginap, dan malah mendapatkan penolakan? pada akhirnya pasangan suami istri itu memutuskan untuk pulang.


Tentu saja hal itu membuat Zidane merasa tidak terima. laki-laki itu bahkan mengejar mobil yang ditumpangi oleh mantan istri dan juga sepupunya itu. karena laki-laki berwajah hitam manis itu tidak ingin kehilangan Asmirandah untuk yang kedua kalinya.


"tunggu!"cegah Zidane pada mobil yang hampir melaju meninggalkan Mansion keluarga Prakoso.


Tentu saja hal itu membuat Jordan yang melihat itu, seketika mengeraskan rahangnya. kedua tangan dari laki-laki yang memiliki jambang tipis di kiri dan kanan wajahnya itu seketika terkepal dengan sempurna.


"jangan halangi kami!"ucapnya dengan nada suara yang sangat dingin.


Sementara Zidane sendiri, malah langsung menarik tubuh dari Asmirandah dan memeluknya dengan begitu erat. tak lama kemudian, laki-laki berwajah manis itu, segera mendaratkan benda kenyal dan langsung menyesapnya dengan begitu rakus. seakan-akan laki-laki itu tidak memperdulikan jika wanita yang ada di hadapannya saat ini, adalah istri dari sepupunya.


Karena memang pada kenyataannya, mereka berpisah karena ancaman dari Jordan. dan Zidane sama sekali tidak terima akan hal itu.


"yang kau lakukan?"


Bugh


Satu pukulan keras ketika mendarat mulus di wajah tanpa milik Zidane. hingga membuat laki-laki berwajah manis itu, seketika tersungkur di atas tanah dengan sudut bibir yang mengeluarkan darah.


Dengan langkah tergesa-gesa laki-laki yang memiliki jambang tipis di kiri dan kanan wajahnya itu, segera menarik kerah baju milik kakak sepupunya itu. dan tak lama berselang,...


bugh


Lagi dan lagi, Jordan melayangkan pukulan yang begitu membabi buta menghantam wajah dari Zidane.


Namun hal itu sama sekali tidak berefek apapun bagi laki-laki berwajah manis itu. karena jujur saja, sakit di dalam hatinya jauh lebih sakit daripada sakit yang berada dalam tubuhnya saat ini.

__ADS_1


"berani-beraninya kau sentuh istriku?!"ucapnya dengan amarah yang begitu membara.


"Jordan cukup!" lerai wanita itu seraya menarik tangan Jordan untuk menjauh dari tubuh kakak sepupunya yang sudah babak belur itu.


"kenapa kau masih membelanya? apakah kau masih menyukai laki-laki ini?" tanya Jordan dengan raut wajah merah padam karena menahan amarah yang luar biasa.


"tentu saja."bukan Asmirandah yang menjawab melainkan Zidane. karena laki-laki itu, perlahan-lahan mulai bangkit. dengan senyuman tembak yang tersungging dari kedua sudut bibirnya itu.


"kurang ajar!"Jordan hendak maju untuk kembali menghajar Kakak sepupunya itu. namun hal itu segera ditahan oleh Asmirandah.


Dan tanpa basa-basi lagi, segera menarik tangan dari Asmirandah dan membawanya pergi dari sana.


Meninggalkan Zidan yang menatap nanar ke arah kedua manusia itu yang semakin lama semakin menjauh.


"jika suatu saat nanti aku ditakdirkan untuk bertemu denganmu lagi, maka aku tidak akan pernah membiarkan kamu kembali menjauh dariku."ucapnya dengan nada suara yang sangat lirih dan juga penuh dengan penyesalan.


Sementara itu di tempat lain, lebih tepatnya di dalam mobil yang dikendarai oleh Jordan, suasana begitu sangat mencekam. Karena Di sepanjang perjalanan itu, laki-laki yang memiliki jambang tipis di kiri dan kanan wajahnya itu, mengendarai mobil dengan begitu ugal-ugalan.


"Jor... Jordan, to... tolong jangan seperti ini?"dengan tubuh yang bergetar hebat, wanita cantik itu mencoba untuk menghentikan emosi yang mulai meledak-ledak dalam diri Jordan.


Sementara laki-laki itu sendiri, tampak tidak memperdulikan apa yang dikatakan oleh wanita yang berstatus sebagai istrinya itu. karena saat ini, yang menguasai ciri dari laki-laki itu, adalah kemarahan yang meluap-luap.


Tak berselang lama, mobil yang dikendarai oleh laki-laki itu telah sampai di bandara. tanpa pikir panjang lagi, laki-laki yang memiliki jambang tipis di kiri dan kanan wajahnya itu segera menarik tangan Asmirandah untuk menuju ke pesawat pribadi yang memang telah dipersiapkan oleh Jordan.


"masuk!"titahnya dengan dingin. membuat Asmirandah yang melihat itu, ketika merasa begitu ketakutan. dengan tanpa basa-basi, wanita itu segera menuruti permintaan dari Jordan.


Setelah 15 jam mengudara, pada akhirnya pesawat pribadi milik Jordan itu segera mendarat dengan sempurna di sebuah lapangan yang begitu luas. setelah mendarat dengan sempurna, Jordan segera kembali menarik tangan dari Asmirandah untuk masuk ke dalam Mansion.

__ADS_1


brakk


Pintu itu seketika ditendang dengan begitu keras. nggak membuat semua orang yang ada di Mansion itu, seketika terlunjak kaget. tak terkecuali baby Ara. bayi yang baru berusia 2 bulan itu seketika menangis dengan kencang karena merasa terkejut dengan apa yang terjadi di sekitarnya saat ini.


Namun untuk kali ini, Jordan sama sekali tidak memperdulikan akan hal itu. laki-laki yang memiliki jambang tipis di kiri dan kanan wajahnya itu, langsung menarik tangan dari Asmirandah untuk membawanya ke dalam kamar.


brakk


"am... ampun Jordan tolong ampuni aku" ucapnya dengan nada suara terbata-bata. namun hal itu sama sekali tidak diperdulikan oleh Jordan karena laki-laki itu terlanjur dikuasai oleh amarah yang luar biasa.


Tanpa ba bi bu,Jordan segera menyerang Asmirandah dengan membabi buta. hingga membuat wanita itu merintih kesakitan.


Sungguh, sikap tempramental dari Jordan itu benar-benar tengah kambuh saat ini dan begitu mengerikan. tanpa pikir panjang lagi, Jordan kembali menyerang istrinya itu tanpa ampun.


Hingga membuat Asmirandah, berkali-kali pingsan namun akan langsung dipaksa untuk tersadar. sungguh Jordan benar-benar begitu mengerikan saat ini.


"aku akan melenyapkan mereka."bisik Jordan tepat di telinga wanita itu. membuat Asmirandah sendiri, seketika membulatkan kedua matanya.


Dengan susah payah wanita itu mencoba untuk mencegah Jordan untuk melakukan hal itu. Namun semua itu hanya sia-sia belaka. karena tubuhnya begitu lemah akibat dibantai oleh Jordan tanpa ampun.


****


Sementara itu di kediaman keluarga Prakoso, terlihat wajah Zidane yang tampak begitu panik. karena laki-laki itu baru saja menyadari sesuatu hal tentang apa yang akan terjadi setelah kebodohannya itu ia lakukan.


"oh shiitt kenapa aku tidak menyadari akan hal itu?"tanya laki-laki yang memiliki wajah manis itu.


Dan tanpa pikir panjang lagi, Jordan segera melesat ke kediaman pribadi miliknya yang memang ada Haidar di sana.

__ADS_1


__ADS_2