Ditikung Kakak Kandung

Ditikung Kakak Kandung
Bab 212


__ADS_3

Beberapa saat kemudian,...


Kondisi dari Tiara semakin lama sudah semakin membaik. hal itu tentu saja membuat semua orang yang ada di sana, merasa sangat bahagia dan juga merasa sangat lega. terkecuali entah entah mengapa, wanita paruh baya itu sangat membenci dan tidak memiliki empati sedikitpun pada menantu barunya itu.


"menyusahkan saja!"gumamnya Seraya pergi dari sana. sementara Zidane yang mendengar penuturan dari ibunya, seketika hanya menggeleng-gelengkan kepalanya saja.


"kau sudah benar-benar merasa baik-baik saja Tiara?"tanya Oma Keisha dengan raut wajah yang begitu khawatir.


Membuat wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu sesekali menganggukkan kepala Seraya tersenyum dengan keterpaksaan.


"sudah lebih baik kau istirahat saja! biar putramu ini dirawat oleh para pelayan untuk beberapa saat. nanti setelah kau benar-benar sembuh, Kau boleh merawatnya kembali!"setelah mengatakan hal itu, Oma Keisha segera pergi dari sana.


Ajeng yang mendengar penuturan dari wanita renta itu, seketika membelalak kaget. dirinya sampai lupa harus mengatakan sesuatu hal yang begitu penting pada ibu mertuanya itu.


"bagaimana ini bagaimana caranya agar semua kebusukan dari wanita itu bisa terbongkar? kalau membongkarnya secara langsung, mereka pasti akan menganggap bahwa rekaman itu adalah rekaman palsu. belum lagi, nantinya keselamatan dari cucuku akan terganggu dan juga terancam." Dengan berpikir keras, Ajeng mulai memikirkan bagaimana cara untuk bisa membongkar kebusukan dari Tiara.


Puk


watnita paruh baya itu seketika tersentak kaget. saat pundaknya disentuh oleh seseorang dari arah belakang.


"Zidane kenapa kamu selalu mengagetkan Mami saja?"omel wanita paruh baya itu Seraya menyentuh dadanya yang terasa berdenyut.


Sementara laki-laki yang memiliki wajah manis itu hanya menunjuk dirinya sendiri beberapa kali dengan raut wajah kebingungan.


"Mami Ini apaan sih kan aku sudah memanggil Mami tapi kenapa Mami tidak dengar?"tanya laki-laki berwajah manis itu memprotes tindakan dari sang ibu.


"oh kalau begitu maafkan Mami sayang Mami terlalu banyak pikiran."ucap Ajeng Seraya tersenyum canggung.


Sementara Zidane sendiri, laki-laki yang memiliki wajah manis itu hanya mendengus kesal. kemudian mulai berjalan untuk menuju ke luar kediaman keluarga Prakoso.

__ADS_1


"eh kamu mau ke mana?"tanya Ajeng mencoba untuk mencegah putranya itu pergi. karena memang, situasinya saat ini sedang tidak memungkinkan.


"aku ingin menemui Putraku Mi, aku sudah sangat merindukannya."sahutnya menoleh sebentar. kemudian kembali menatap lurus ke depan.


Ajeng yang mendengar itu seketika menggelengkan kepalanya."jangan sekarang Sayang!"cegah wanita paruh baya itu Seraya menahan lengan milik laki-laki itu.


"memangnya kenapa?"tanya Zidane dengan raut wajah kebingungan.


"situasinya sedang tidak aman Sayang apakah Kau tidak merasa khawatir jika mereka semua akan mengetahui rahasia tentangmu dan juga Asmirandah nantinya?"tanya wanita paruh baya itu Seraya menatap ke sekeliling memastikan agar semuanya aman.


Zidane yang mendengarnya, seketika menghela nafas panjang. ternyata memang susah hidup bersama dengan keluarga terpandang seperti ini. kita tidak pernah bisa mengekspor diri kita sendiri harus melalui aturan yang begitu ketat dan juga sedikit aneh. hal itu yang dirasakan oleh laki-laki itu saat ini.


"baiklah kalau begitu ayo kita kembali ke kamar."putus laki-laki berwajah manis itu Seraya menggandeng tangan milik ibunya.


Beruntungnya, percakapan di antara mereka itu tidak didengar oleh siapapun. karena jika hal itu terjadi, maka dapat dipastikan semua rahasia milik Zidane akan kembali terbongkar.


****


"aaaakkhh sssstttt! ini gara-gara hantu sialan itu!" teriak Tiara dengan suara yang begitu menggelegar.


Sepertinya Wanita itu sudah tidak memperdulikan apa yang akan terjadi nantinya Jika ia berteriak-teriak seperti itu. namun sayangnya, mungkin hal itu tidak akan pernah terjadi. karena pada kenyataannya, wanita sepuh dalam keluarga Prakoso itu telah menyetel alat peredam suara di kamar milik Tiara itu.


"aku harus memastikan semuanya! apakah wanita sialan itu masih hidup atau memang sudah mati!"ucapnya penuh dengan tekad.


"sialan! sudah mati saja masih menjadi orang yang begitu jahat dan juga licik!"serunya dengan nafas yang terengah-engah.


****


"bagaimana apakah semuanya berjalan dengan lancar?"tanya Naomi pada perawat gadungan yang memang diperintahkan untuk mengawasi gerak-gerik dari Tiara.

__ADS_1


"dia sudah kembali seperti sedia kala Nona!"beritahu wanita itu pada Naomi. membuat wanita, yang sebenarnya masih memiliki keluarga yang begitu dekat dengan Asmirandah itu tertawa dengan terbahak-bahak.


"aku akan membuat kau benar-benar merasakan depresi yang luar biasa Tiara sayang."setelah mengatakan hal itu, Naomi segera kembali masuk ke dalam kamar.


Sementara perawat yang ada di sana, juga kembali menjalankan aktivitasnya yaitu untuk mengintai gerak-gerik dari Tiara di kediaman keluarga perkosa.


"Kau mau ke mana?"perawat itu tersentak kaget saat mendengar suara yang muncul tiba-tiba di ambang pintu kamar milik Naomi.


"saya mau kembali ke tempat di mana wanita itu berada Nona!" sahut perawat itu memberitahu pada Naomi.


Pluk


Secara tiba-tiba, Naomi melemparkan sebuah tablet kepada perawat itu dan langsung ditangkap dengan sigap.


"berikan racikan obat itu pada Tiara! maka Setelah dia meminumnya, dia akan merasakan halusinasi yang luar biasa. haha."setelah mengatakan hal itu dan juga tertawa dengan terbahak-bahak, pada akhirnya wanita yang berstatus sebagai kakak kandung dari Asmirandah itu kembali masuk ke dalam kamarnya.


*****


Sementara itu di tempat terpencil milik keluarga Jordan, terjadi perdebatan kecil di sana.


"kamu kenapa ingin bertemu dengan Mamaku? apakah kau ingin bertemu dengan laki-laki itu?"tanya Jordan dengan tatapan yang begitu tajam.


Asmirandah yang mendengarnya seketika menggelengkan kepalanya dengan kuat-kuat.


"tidak sama sekali tidak! kau jangan pernah memutar balikan fakta seperti itu! aku hanya ingin bertemu dengan ibu mertuaku saja! tolong ayolah kita pergi ke sana!"mohon wanita cantik itu Seraya mengatupkan kedua tangannya di depan dada.


Jordan yang melihat itu seketika menatap ke arah samping. tak lama berselang, laki-laki itu menghela nafas berkali-kali. sebenarnya laki-laki yang memiliki jambang tipis di kiri dan kanan wajahnya itu tidak merelakan istrinya untuk pergi ke sana. Tapi, saat ini Jordan sama sekali tidak bisa membantah permintaan dari wanita kesayangannya itu.


"baiklah kalau begitu. kita akan pergi. tapi ingat, kita hanya pergi dua hari saja tidak lebih. dan jika aku menemukan kau akan melakukan perlawanan, maka siap-siap saja keluargamu akan hancur!"setelah mengatakan hal itu, Jordan segera pergi dari sana. meninggalkan Asmirandah yang menghela nafas panjang. wanita cantik itu merasa sangat lega saat ini.

__ADS_1


__ADS_2