Ditikung Kakak Kandung

Ditikung Kakak Kandung
Bab 46


__ADS_3

Beberapa hari kemudian,....


Kondisi rumah yang awalnya berantakan, kini sudah kembali membaik. karena Naomi berhasil merubah semuanya menjadi seperti sedia kala. tentu saja dengan uang yang dimiliki oleh wanita itu.


Kini rumah kediaman dari keluarga kedua orang tua Asmirandah telah kembali normal seperti biasanya. tentu saja, masih dengan kehadiran Yudha dan juga Naomi. pasangan pengantin baru itu, belum berniat untuk beranjak pergi dari rumah kedua orang tuanya.


Padahal, rumah yang akan mereka tempati sudah selesai direnovasi. Namun entah mengapa, mereka masih enggan untuk meninggalkan rumah itu.


"kapan kalian akan keluar dari rumah ini?"tiba-tiba saja, pertanyaan dari Aaron itu membuat aktivitas mereka semua terhenti.


"Papa mengusir kami?"tanya Naomi dengan ekspresi wajah merenggut tidak suka.


"tentu saja, karena kalian sudah menikah dan memiliki rumah sendiri. Lalu, untuk apa kalian masih ada di sini?"dengan santainya, laki-laki paruh baya itu berkata demikian.


Membuat Naomi yang mendengar itu, semakin cemberut saja dibuatnya."Papa tega."ucapnya Seraya mengerucutkan bibir. namun demikian, wanita itu tetap saja melanjutkan aktivitas makannya.


Sementara Asmirandah dan juga Chelsea yang mendengar itu hanya terdiam. karena pasangan Ibu dan Anak itu tidak ingin masuk campur terlalu jauh terhadap kehidupan Naomi. karena menurut mereka, semua orang memiliki privasi masing-masing. dan tidak sembarangan orang, diperbolehkan untuk mencampuri privasi mereka.


" besok sore kita akan pulang ke rumah."tiba-tiba saja Yudha berkata seperti itu.


Membuat Naomi yang mendengar itu seketika menetap tajam ke arah laki-laki yang bergelar sebagai suaminya itu. sementara Yudha, laki-laki itu sama sekali tidak memperdulikan tatapan protes dari sang istri.


Laki-laki tampan itu justru malah mengalihkan tatapannya ke arah Asmirandah yang sejak tadi terdiam di tempatnya tanpa memperdulikan keadaan sekitar.


Selesai menyantap makanan, mereka semua segera kembali ke kamar masing-masing untuk beristirahat. karena memang, Hari sudah semakin gelap.


Asmirandah segera menjatuhkan bobot tubuhnya di atas tempat tidur empuk miliknya itu.


"lebih baik aku beristirahat saja."ucap wanita itu Seraya memejamkan mata dan mulai berkelana ke alam mimpi.

__ADS_1


***


Sementara itu di kamar lain, terlihat sepasang suami istri tengah berdebat satu sama lain. siapa lagi jika bukan Naomi dan juga Yudha. pasangan suami istri itu, saling melontarkan pendapat satu sama lain. dan terjadi perdebatan sengit di antara mereka berdua.


"pokoknya aku tidak ingin keluar dari rumah ini!"ucap Naomi penuh dengan penekanan Seraya melayangkan tatapan tajam ke arah laki-laki yang bergelar sebagai suaminya itu.


"terserah Jika kamu tidak ingin ikut denganku! kau masih ingat kan peraturan yang dibuat oleh keluarga Orlando?"tanya Yudha bermaksud untuk mengingatkan istrinya tentang peraturan yang ada di rumah itu.


Tentu saja pertanyaan dari suaminya itu, membuat Naomi seketika terdiam. dan tak berselang lama, wanita itu menghentak-hentakkan kakinya di atas lantai Seraya menuju ke ranjang untuk beristirahat.


Sementara Yudha, laki-laki itu hanya tersenyum simpul kemudian ikut merangkak naik ke atas tempat tidur untuk beristirahat.


***


"kenapa lagi-lagi aku tidak bisa tidur seperti ini?"hanya seorang laki-laki yang tak lain adalah Zidane. laki-laki yang memiliki kulit sedikit gelap itu, merasa dirinya sudah semakin gila karena selalu memikirkan dan membayangkan wajah Asmirandah di setiap kegiatannya.


"ini tidak bisa dibiarkan. jika lama-lama terus begini, maka aku akan bertambah gila."ucapnya mengeram kesal pada dirinya sendiri.


Pagi harinya,...


Asmirandah terbangun dari tidurnya. dengan segera, wanita itu menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


tring


Ponselnya berdering dengan nyaring. saat wanita itu, baru saja menyelesaikan aktivitas mandinya.


"Tiara, kenapa dia menelpon pagi seperti ini?"tanya Asmirandah pada dirinya sendiri. Dengan segera, wanita cantik itu mengangkat panggilan dari sahabatnya.


"Ya Tiara, ada apa?"tanya Asmirandah setelah panggilan telepon itu terhubung.

__ADS_1


"Nanti siang, ikut aku sebentar ya."pinta wanita cantik dengan rambut panjang itu dengan suara memelas.


"ke mana?"tanya Asmirandah dengan raut wajah penasaran. Karena Wanita itu, tidak ingin sampai kedua orang tuanya kembali merasa kecewa karena dirinya yang pergi tidak berkabar terlebih dahulu seperti kemarin.


"kamu tenang saja. aku tahu apa yang ada di pikiranmu. dan itu, tidak akan pernah terjadi. karena aku hanya ingin, mengajakmu ke restoran yang baru buka beberapa hari yang lalu dan sedang ramai saat ini."


Jawaban dari sahabatnya itu, membuat Asmirandah hanya dapat menghela nafas panjang."oke kalau begitu aku mau. lagi pula, aku juga merasa sedikit bosan berada di rumah terus-menerus seperti ini."sahut Asmirandah.


****


"Bunda, nanti sore aku boleh keluar?"tanya Asmirandah saat melihat sang Ibu tengah membaca majalah di ruang keluarga seorang diri.


Chelsea yang mendengar penuturan dari Putri bungsunya itu, seketika menghentikan aktivitasnya. dan tak lama berselang, wanita paruh baya itu menatap ke arah Putri bungsunya itu.


"memangnya mau ke mana?"tanya Chelsea dengan raut wajah khawatir.


"Bunda tidak usah khawatir. aku hanya ingin pergi ke restoran yang sedang viral saat ini. Bukan untuk ke luar negri seperti kemarin."ucapnya Seraya terkekeh pelan. saat melihat raut wajah lega dari sang ibu.


"Ya sudah kalau begitu. Bunda memberikan izin. asal jangan kebablasan seperti kemarin. niatnya ingin ke rumah Tiara, tahu-tahunya malah sampai ke negeri tetangga."sindir Chelsea pada putrinya itu.


Membuat Asmirandah yang mendengar itu, hanya dapat tersenyum canggung mendengar sindiran pedas dari Bundanya itu.


"kali ini aku benar-benar hanya ingin pergi ke restoran itu. tidak akan pernah mampir ke mana-mana."ucap wanita itu Seraya mengangkat kedua tangannya.


Tak terasa, waktu bergulir begitu cepat. dan saat ini, wanita cantik itu sedang berada di depan gerbang rumahnya. menunggu kehadiran dari sahabatnya yang berjanji untuk menjemputnya.


"Asmirandah, ayo!"tiba-tiba saja terdengar suara seseorang di hadapannya. dan membuat wanita itu yang awalnya menundukkan kepala dengan raut wajah lesu, seketika mengangkat wajahnya dengan raut wajah berbinar.


"kenapa lama sekali?"protes Asmirandah setelah wanita itu masuk ke dalam mobil sahabatnya.

__ADS_1


"biasalah kayak kamu nggak tahu aja aku sedang apa."jawab wanita itu dengan nyengir. tanpa menunggu lama, mobil itu segera dikendalikan oleh Tiara dengan kecepatan sedang.


Di sepanjang perjalanan, mereka berdua terlibat obrolan yang sangat seru. hingga tak jarang, terdengar gelak tawa di antara mereka yang begitu mengasyikkan dan juga menyenangkan itu.


__ADS_2