
Setelah berada di kamar mandi Asmirandah segera merutuki dirinya sendiri. kenapa dirinya menjadi plin plan seperti itu hanya karena melihat bagaimana lembutnya Jordan memperlakukannya.
Ingat, bagaimanapun juga? laki-laki itu adalah laki-laki yang menculiknya hingga sampai saat ini dan merubah seluruh kehidupannya seperti sebuah roller coaster. dan Asmirandah tidak boleh untuk memberikan perasaannya pada laki-laki itu.
"kau harus sadar Asmirandah. yang kau sayangi dan kau cintai selama ini, hanyalah Zidane bukan yang lain."tugas wanita itu mencoba untuk menguatkan pikirannya dan menggoyahkan sedikit hard keresahan hatinya.
tok tok tok
"Sayang, apakah kamu sudah selesai?"terdengar suara Jordan dari ambang pintu kamar mandi.
Asmirandah yang mendengar itu, seketika menghirup udara sebanyak mungkin. Dan Setelahnya, menghembuskannya secara perlahan.
"ya sebentar."sahut Asmirandah seraya dengan segera menyelesaikan aktivitas di dalam kamar mandi itu.
Jordan seketika tersenyum saat melihat raut wajah berseri dari wanita yang paling ia cintai itu."aku mandi dulu kamu siap-siap aja dulu."ujarnya berlalu pergi dan hendak menutup pintu.
Namun tindakan itu urung dilakukan saat mendengar pertanyaan dari Asmirandah."memangnya kita mau ke mana?"tanya wanita itu dengan raut wajah penasaran.
Kedua sudut bibir dari Jordan seketika terangkat membentuk sebuah senyuman yang butuh manis. dan sialnya, Hal itu membuat Asmirandah sedikit terpanah dan juga salah tingkah.
"nanti juga kamu akan tahu."ucapnya Seraya menjawil hidung mancung dari wanita itu dan langsung masuk ke dalam kamar mandi.
Membuat si empunya, untuk beberapa saat tertegun di tempatnya."sssstttt perasaan apa ini?"tanya wanita itu dengan raut wajah frustasi. tidak mungkin, kan jika dirinya benar-benar menyukai laki-laki yang bahkan menjadi alasan terbesarnya berpisah dengan Haidar? tidak ini tidak boleh dibiarkan. batin Asmirandah penuh dengan tekad.
"Nona, mari sini saya dandani."Asmirandah tersentak saat mendengar suara seseorang yang tepat berada di sampingnya.
"astaga kau ini mengagetkanku saja!"gumamnya Seraya menghela nafas lega.
"Maaf Nyonya saya tidak bermaksud. saya sudah memanggil anda beberapa kali. namun anda masih saja terdiam di tempat."ucap wanita itu Seraya menunjukkan kepala dengan tubuh sedikit gemetar.
Asmirandah yang melihat itu, seketika meringis pelan. dia lupa jika saat ini berada di markas seorang monster sehingga apapun bisa terjadi jika tidak memenuhi kehendak dari orang itu.
__ADS_1
"Ya sudah tidak apa-apa. sekarang, ayo dandani aku."dengan segera Asmirandah menarik tangan dari wanita itu untuk segera menuju ke meja rias yang ada di dalam kamarnya.
"Nyonya mau dihiasi seperti apa?"tanya wanita itu Seraya mulai menyentuh sisir dan juga alat-alat yang lainnya.
"dijadikan seperti ini saja. sepertinya lebih simple."jawab wanita itu Seraya menunjukkan sebuah gambar yang ada di ponsel itu.
"baik nyonya."pelayan itu langsung menganggukkan kepala dan dengan segera mengerjakan apa yang diperintahkan oleh majikannya itu.
Sementara Jordan yang telah selesai berganti pakaian, diam-diam tersenyum simpul saat melihat raut wajah dari wanita yang sangat ia cintai itu.
"Sepertinya dia sudah mulai terbiasa berada di sini. dan itu artinya, dia akan benar-benar menjadi milikku."monolognya dalam hati.
Karena tidak ingin mengganggu proses dari mempercantik sang istri, pada akhirnya Jordan memutuskan untuk menunggu di luar kamar.
Sesekali, laki-laki itu akan mengutak-atik ponsel miliknya. hingga kedua matanya seketika melebar saat mendapati begitu banyak jejak panggilan singkat yang berasal dari Naomi.
"kenapa dia menghubungiku sampai sebanyak ini?"tanya Jordan mencoba untuk menghubungi nomor itu kembali.
"untuk apa aku mengkhawatirkan dia. jika memang dia benar-benar hilang, bukankah itu adalah sesuatu yang membahagiakan untukku?"tanya laki-laki itu Seraya tersenyum miring.
"kasihan sekali kau wanita ular, akhir hidupmu harus tragis seperti ini."sambungnya Seraya terkekeh menyeramkan.
Tanpa sadar Asmirandah sudah berdiri di sana dengan cukup lama. wanita itu juga mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh Jordan. namun begitu, wanita itu tidak mengetahui apa yang dimaksud oleh Jordan dan siapa yang dimaksud dengan 'wanita itu'
"Jordan!"panggil Asmirandah Seraya menepuk pelan bahu dari laki-laki itu.
Membuat si pemilik tubuh, seketika menoleh Dan hampir saja terjengkang ke belakang.
"oh kamu sudah siap ayo kalau gitu kita pergi."tanpa memperdulikan tatapan mata dari wanita itu, Jordan segera menarik tangan Asmirandah untuk segera pergi dari sana.
"kalian para pengawal, tolong temani kami karena kami ingin berjalan-jalan di sekitaran tempat ini."titah laki-laki itu dengan nada yang menyeramkan.
__ADS_1
"dan untuk kalian,"tunjuk Jordan pada para pelayan yang ada di rumah itu."jangan sampai ada orang masing-masing masuk ke rumah ini seperti waktu itu. jika kalian lalai, maka kalian pasti tahu kan apa yang akan terjadi selanjutnya?"tanya laki-laki itu Seraya tersenyum menyaringnya.
"ba..baik Tuan. kami mengerti!"dengan tubuh gemetaran, mereka semua pun menganggukkan kepala. dan Hal itu membuat Jordan yang melihatnya seketika merasa begitu puas.
Dan bagaimanakah wajah dari Asmirandah? tentu saja wanita itu merasa takut dan juga nyaman dalam waktu yang bersamaan. wanita yang tengah hamil itu bahkan sesekali akan mengumpat karena meretuki kebodohannya sendiri.
"dasar bodoh kau Asmirandah! bisa-bisanya kau malah menyukai laki-laki yang bahkan pernah menorehkan luka yang cukup dalam untukmu. Dan Dia, adalah alasan besar dibalik terpisahnya kau dengan putramu itu." di dalam hatinya, Asmirandah tak henti-hentinya mendumel seorang diri. karena merasa payah dengan perasaannya sendiri yang tiba-tiba muncul begitu saja.
****
"to... tolong! to... tolong ak...aku!"
Terdengar suara seseorang yang merintih meminta tolong di sekitaran kebun karet yang tidak terawat itu. biasanya tempat itu tidak pernah dijamah oleh tangan manusia. Namun sepertinya, kali ini sangat berbeda.
Karena ada beberapa orang, yang berbondong-bondong menghampiri sumber suara itu setelah benar-benar mendengar suara rintihan dari seseorang itu.
"di mana asalnya?"tanya salah seorang pria paruh baya Seraya menatap ke sekeliling mencari sumber suara itu.
"itu dia!"tunjuk warga yang lain dan langsung berlari menghampiri sosok yang tidak berdaya itu.
Sesampainya di sana, mereka semua tampak menutup mulut. karena keadaan itu, begitu sangat mengerikan.
"apakah dia masih hidup?"tanya salah seorang dari mereka.
"sepertinya masih karena beberapa kali saya melihat tangannya bergerak."sahut yang lain.
Dengan segera mereka semua membopong tubuh tidak berdaya itu untuk segera diselamatkan.
jangan terlewatkan dengan persembahan ini.
__ADS_1