
"Aku mohon jangan!"teriak Asmirandah dengan sangat kencang saat melihat. kemudian tak lama berselang tubuhnya seketika merosot saat melihat bagaimana orang-orang itu menyiksa Putra kecilnya.
"hiks hiks hiks Aku mohon jangan pernah lakukan itu lagi!"ucapnya Seraya mengatupkan kedua tangan di depan dada.
"Bu jangan sakiti cucuku!" teriak Ajeng dengan laut merah padam. Karena Wanita itu, benar-benar merasakan amarah yang begitu menggebu-gebu.
Oma Kesya yang mendengar itu seketika memutarkan tubuhnya. yang tadinya menatap ke arah Asmirandah dan juga Haidar secara bergantian, seketika menatap ke arah Ajeng dengan tatapan membunuh.
Plak
Sraaakk
Ajeng seketika terjerembab ke atas lantai saat tubuhnya ditampar dan dijambak dengan begitu kuat oleh sang ibu mertua.
"kau juga akan mendapatkan hukuman! jadi, jangan pernah kau bersikap seolah-olah menjadi pahlawan!" desisnya dengan tatapan tajam.
Kemudian setelah selesai berbicara seperti itu, Oma Keisha segera mendorong tubuh dari menantunya itu ke belakang dengan begitu kasarnya.
Kemudian tak lama berselang Rafael datang menghampiri wanita yang menjadi istrinya itu. dan tak lama berselang,...
plak
Dengan tega laki-laki paruh baya itu juga memberikan satu kali tamparan yang begitu kuat di pipi sang istri. membuat Ajeng yang merasakan hal itu, seketika terdiam. karena memang, wanita itu tidak pernah mengalami hal yang seperti itu. jangankan ditampar. dibentak pun, Ajeng tidak pernah mengalaminya. namun sekarang laki-laki itu berani melakukan hal seperti itu.
"Kau benar-benar telah membuat aku malu Ajeng!"setelah mengatakan hal itu, Rafael segera melangkah mundur membiarkan ibunya melakukan sesuatu pada dua wanita itu.
"sikap mereka semua cuti yang seperti itu dan lakukan hukuman cambuk pada ketiganya!"perintah Oma Keisha menatap ke arah ketiga manusia itu dengan tatapan jijik dan juga rendah.
Asmirandah yang mendengarnya, ketika menggelengkan kepalanya."tolong aku mohon jangan lakukan itu pada Putraku dia masih sangat kecil. Jika kalian ingin menyiksa, siksa saja aku janganlah Putraku. bebaskan dia!"seru wanita itu dengan tubuh gemetaran.
__ADS_1
Apalagi saat melihat raut wajah dari Haidar yang begitu mengenaskan. karena terdapat luka lebam di sekujur wajah bocah cilik itu.
"memang itu tujuanku! kau akan merasa tersiksa dan akan meminta Tuhan untuk melenyapkan dirimu dari muka bumi ini saat melihat darah dagingmu disiksa di depan matamu!"sahut Oma Keisha dengan tatapan tajam dan juga tersenyum iblis.
"biadab kalian semua! kalian benar-benar bukanlah manusia!"teriak Ajeng dengan mengepalkan tangannya kuat-kuat. amarah di dalam dadanya seketika meluap saat mendengar penuturan yang tidak manusiawi dari mulut Ibu mertuanya itu.
Bagaimana bisa Ajeng hidup dengan keluarga yang seperti monster ini bertahun-tahun? pasti dia sudah gila! karena menerima pinangan dari laki-laki yang memiliki keluarga monster seperti itu!
Bugh
Uhuk uhuk uhuk
Ajeng seketika mengeluarkan darah segar dari dalam mulutnya. saat satu kali pukulan, mendarat tepat di perutnya.
"tolong jangan sakiti dia! dia tidak bersalah Aku yang bersalah!"teriak Asmirandah dengan nada yang begitu histeris. dia sama sekali tidak menyangka bahwa orang-orang yang ada di dalam keluarga Prakoso ternyata memiliki sifat sadis seperti itu
Tak lama berselang wanita itu panik luar biasa saat akan menyadari sesuatu hal. wanita itu segera menggelengkan kepalanya dengan sangat kuat saat kedua matanya menatap ke arah wanita tua kejam itu yang melangkahkan kakinya menghampiri Haidar yang masih meraung-raung dengan tubuh terikat.
"berikan cambuk itu padaku!"perintah Oma Keisha pada para pengawal yang baru saja selesai menghajar Haidar.
Bugh
Asmirandah seketika jatuh terjerembab di lantai. saat tubuh wanita itu tersentak dan mencoba untuk melepaskan diri dari ikatan yang menyiksanya. darah segar seketika langsung mengalir dari pergelangan tangannya karena berusaha kuat melepaskan diri.
Namun hal itu sama sekali tidak diperdulikan oleh Asmirandah. karena yang terpenting bagi wanita itu, adalah keselamatan dari putranya. iya sama sekali tidak memperdulikan keselamatan dari dirinya sendiri. Karena sekarang ini, nyawanya berada pada Haidar. jika sampai putranya itu kenapa-napa, maka dia juga akan hancur. sehingga dia tidak akan pernah memiliki alasan untuk hidup di dunia ini lebih lama.
"a..aku mohon Nyonya jangan pernah melakukan ini pada Putraku. tolong bebaskan kami. aku janji akan pergi yang sangat jauh agar tidak bisa bertemu dengan keluarga kalian."ucapnya memohon maaf.
Dugh
__ADS_1
Seketika darah segar langsung mengalir dari kepala milik Asmirandah saat tubuhnya ditendang dengan sangat kuat oleh Oma Keisha.
"jangan pernah kau biarkan tangan kotormu itu menyentuh tubuhku!"bentaknya dengan tatapan yang begitu tajam.
Sementara Naomi yang melihat pemandangan itu sama sekali tidak merasa iba. padahal wanita yang ada di hadapannya saat ini, adalah saudaranya sendiri. darahnya mengalir di darah milik sang adik. tapi entah mengapa Naomi sama sekali tidak pernah memberikan respon apapun saat tubuh adiknya kembali dihajar oleh wanita tua yang ada di hadapannya saat ini.
"cambuk mereka semua sebanyak 100 kali!"perintah Oma Keisha Seraya melangkahkan kakinya untuk pergi dari bangunan itu.
Itulah akibatnya jika bermain-main dengan keluarga Prakoso. mereka tidak akan pernah screenshot kan untuk melakukan tindakan yang sangat brutal pada orang-orang itu. walaupun mereka, adalah keluarga sendiri. karena mereka dianggap sebagai orang-orang penghianat.
Dan hukuman yang paling tepat untuk para penghianat itu adalah menjadi santapan cambuk yang begitu mengerikan.
"aku mohon Nyonya lepaskan Haidar! ucap Asmirandah masih mencoba untuk menyentuh kaki dari wanita tua itu. namun tiba-tiba saja,..
Bruuuuaakk!!
uhuk uhuk uhuk
Asmirandah kembali ditendang dengan begitu kuatnya hingga tubuhnya terpelanting ke belakang dan menghantam tembok dengan sangat kencang.
Seketika itu pula darah segar langsung keluar dan menyembur dari mulut Asmirandah. Tanpa rasa belas kasihan, mereka semua meninggalkan tempat itu. sementara Ajeng, menatap nanar orang-orang yang ternyata adalah sekumpulan monster itu.
"berhenti kalian semua! dasar biadab!"teriak Zidane dengan tubuh gemetaran karena menahan amarah saat melihat bagaimana rupa dan raut wajah milik ketiga manusia yang sangat ia cintai itu.
Membuat Oma Keisha dan juga yang lain yang sempat melangkahkan kakinya untuk keluar dari bangunan itu, seketika menghentikan langkahnya. kemudian menatap sinis ke arah laki-laki yang bergelar sebagai cucunya itu.
"ternyata kau benar-benar berani menampakkan dirimu di hadapanku!"ucap laki-laki itu dengan nada suara yang begitu sinis.
"Aku tidak akan pernah takut dengan manusia biadab seperti kalian!"ucap laki-laki itu dengan nada suara yang tak kalah tajam.
__ADS_1