Ditikung Kakak Kandung

Ditikung Kakak Kandung
Bab 43


__ADS_3

Beberapa hari kemudian,....


Liburan yang diikuti oleh Asmirandah dan juga Tiara sepertinya telah berakhir. dan mereka berdua, akan kembali ke negara mereka untuk melaksanakan kegiatan masing-masing seperti sebelumnya.


"apa kamu sudah siap untuk kembali bertemu dengan Naomi?"tanya Tiara saat mereka tengah berada di dalam kamar menikmati cemilan yang mereka beli kemarin.


"siap tidak siap, aku memang harus siap. Karena bagaimanapun juga, dia juga keluargaku, kan?"sahut wanita cantik itu menatap ke arah sahabatnya.


Tiara yang mendengar itu, seketika bangkit dari posisi berbaringnya dan langsung memeluk tubuh sahabatnya itu dengan erat.


"aku harap, kau akan tetap tersenyum walaupun mereka semua menyakitimu. Ingatlah, bahwa aku akan selalu ada disampingmu apapun Yang terjadi."ucap Tiara menenangkan.


Asmirandah yang mendengar itu hanya mengagumkan kepala Seraya tersenyum tipis. tak lama berselang, mereka berdua turun dari atas tempat tidur untuk mempersiapkan semuanya.


Karena sepertinya, Tiara dan Asmirandah akan berangkat pagi ini juga untuk menuju ke bandara.


"apa semuanya sudah siap dan tidak ada yang tertinggal?"tanya Asmirandah menatap ke arah sekeliling.


"sudah, semuanya sudah siap."mereka berdua akhirnya memutuskan untuk segera keluar dari kamar hotel itu dan melangkahkan kakinya untuk menuju ke bandara yang memang tidak jauh dari sana.


Tidak seperti awal keberangkatan mereka yang menggunakan pesawat pribadi. kali ini, Tiara dan Asmirandah memutuskan untuk menggunakan pesawat umum bersama dengan penumpang penumpang yang lain. Mereka ingin belajar mandiri dan tidak bergantung dengan orang-orang terdekat mereka.


****


Sementara itu di tempat lain, terlihat dua orang laki-laki tengah bersiap-siap di kamar hotel mereka. siapa lagi orangnya jika bukan Jordan dan juga Chandra. kedua laki-laki tampan itu, memutuskan akan pulang ke negara mereka. karena mereka di sini, selain karena sebuah pekerjaan juga karena liburan yang mereka rencanakan sebelumnya.


"Chandra, apa semuanya sudah siap?"tanya Jordan pada sahabatnya itu.


Chandra yang mendengar itu hanya menganggukkan kepala. kemudian kedua laki-laki tampan itu segera menyeret koper masing-masing untuk segera keluar dari tempat itu.

__ADS_1


tring tring tring


Di saat mereka tengah berjalan keluar dari hotel itu, terdengar suara deringan ponsel dari seseorang. membuat Jordan seketika terhenti. karena laki-laki itu merasa, saku celananya bergetar.


Benar saja apa dugaannya. Karena setelah merogoh saku celananya itu, terdapat nama seseorang di layar ponsel miliknya itu.


"siapa?"tanya Chandra Seraya ikut mengintip ke arah ponsel milik sahabatnya itu.


"biasalah."sahut laki-laki itu Seraya berjalan dengan cepat untuk menjauh dari sana. membuat Chandra yang melihat itu, seketika menggeleng-gelengkan kepalanya. laki-laki yang berprofesi sebagai dokter itu tahu betul, tabiat dan perangai sahabatnya.


Jordan sama sekali tidak pernah ingin diganggu jika tengah menerima telepon dari seseorang. jangankan keluarganya sendiri, seseorang yang spesial pun, juga tidak ingin diganggu. karena menurut laki-laki itu, itu sudah termasuk privasi dan tidak boleh dicampuri oleh orang lain.


"halo ada apa?"tanya Jordan. saat laki-laki itu, sudah berada di tempat yang sedikit jauh dari sahabatnya itu.


(apa kamu mau pulang ke tanah air?) tanya orang itu dari sebelah sana.


(tidak apa-apa. nanti kalau sudah sampai, jangan lupa kabari biar aku bisa menjemputmu.)


"nggak usah kali, aku bisa sendiri. Lagi pula, aku bersama dengan Chandra."ucap Jordan mencoba untuk menolak keinginan dari sepupunya itu.


(tidak ada penolakan. pokoknya, kamu harus mau dijemput olehku. lagi pula, ini atas permintaan dari kedua orang tuamu. katanya, agar kamu aman di sana.)


Jordan yang mendengar itu seketika mendengus kesal. selalu saja dirinya dianggap sebagai anak kecil oleh keluarga besar dari ayahnya itu. padahal, usia dari laki-laki yang berprofesi sebagai pengusaha itu, sudah hampir 30 tahun. tapi masih dianggap sebagai anak kecil oleh mereka semua.


"Ya sudah terserah Abang saja."setelah mengatakan hal itu, Jordan kembali menemui sahabatnya yang masih setia menunggu di tempatnya.


"ayo sekarang kita pergi."ajak Jordan seraya menarik kopernya untuk menjauh dari tempat itu. Chandra yang mendengar itu hanya menganggukkan kepala Seraya mengikuti langkah kaki dari sahabatnya itu.


Beberapa saat kemudian,...

__ADS_1


Mereka berdua sudah berada di dalam pesawat bersama dengan penumpang yang lain. dan barang-barang mereka, sudah diamankan oleh petugas penerbangan yang ada di sana.


"huh ramai sekali, kenapa tidak menggunakan jet pribadi saja sih?"Galuh Chandra yang merasa kepanasan dengan situasi yang ada di dalam pesawat itu.


Sementara Jordan, laki-laki yang memiliki brewok tipis itu, hanya menatap sahabatnya sekilas. dan setelah itu, kembali fokus ke arah depan.


Tak berselang lama, pesawat Akhirnya lepas landas. dan di sepanjang perjalanan, mata laki-laki itu tak mau terpejam. padahal malamnya, Jordan dan juga Chandra sama sekali tidak bisa tidur. entah apa yang mereka lakukan.


Mata Jordan seketika menyipit saat matanya menangkap seseorang yang menurutnya sangat ia kenal.


"apa dia juga akan pulang ke negaranya?"tanya Jordan pada dirinya sendiri.


"apa yang kamu lihat?"tanya Chandra secara tiba-tiba.


Membuat laki-laki itu, seketika menoleh ke arah sang sahabat."itu sepertinya dua wanita yang pernah kita temui di hotel waktu itu."Jordan menunjuk ke arah seberang sana yang terlihat dua orang wanita yang tengah sibuk berbincang-bincang.


Chandra yang mendengar itu seketika menyipit untuk memperjelas penglihatannya. tak lama berselang, kedua sudut bibirnya terangkat membentuk sebuah senyuman.


"itu memang mereka. itu tandanya, kau memang berjodoh dengan salah satu diantara mereka."laki-laki yang berprofesi sebagai dokter itu, kembali menggoda sahabatnya. yang membuat Jordan, akhirnya melayangkan tatapan tajam ke arah laki-laki itu.


Chandra seketika memalingkan wajah karena mendapatkan tatapan maut dari laki-laki itu.


Hampir dua jam mereka melakukan perjalanan. dan akhirnya, pesawat itu mendarat dengan selamat di tempat semestinya. dan Hal itu membuat semua orang yang ada di dalam burung besi itu, segera turun untuk mengambil barang mereka masing-masing yang berada di tempat penyimpanan.


Begitu pula dengan Candra dan juga Jordan. mereka segera turun dari pesawat itu dan mencari keberadaan koper masing-masing. hingga tak sengaja, lengan Jordan ditabrak oleh seseorang. membuat mereka semua, akhirnya menoleh.


"eh maaf nggak sengaja."ucap orang itu yang tak lain adalah Asmirandah Seraya menundukkan kepala. sementara Tiara, wanita itu hanya melongo melihat pemandangan itu.


"kita ketemu lagi di sini. apa mungkin kita jodoh?"celetuk Chandra menatap sahabat dan juga dua wanita itu secara bergantian.

__ADS_1


__ADS_2