Ditikung Kakak Kandung

Ditikung Kakak Kandung
Bab 218


__ADS_3

Beberapa saat kemudian,....


Kini Asmirandah dan juga Jordan telah sampai di kediaman keluarga Prakoso. dan dengan segera Asmirandah langsung menuju ke arah boks bayi di mana Arabella berada.


Dengan secepat kilat wanita cantik itu langsung menggendong tubuh mungil milik putrinya dan menimang-nimang dengan penuh kasih sayang. tentu saja hal itu membuat Ajeng yang melihatnya, merasa teriris sendiri.


Karena wanita paruh baya itu teringat akan cucu laki-lakinya yang tidak pernah mendapatkan kasih sayang sampai anak itu berusia 2 tahun saat ini. dan Hal itu membuat Ajeng, merasakan hatinya teriris dengan begitu perihnya.


"apakah dia sudah minum air kehidupan itu?"tanya Jordan menetap ke arah orang-orang yang ada di sana dengan tatapan penuh tanya.


"sudah!"jawab Ajeng dengan memalingkan wajahnya. karena wanita paruh baya itu tidak kuat menahan emosinya saat ini yang meluap-luap di dalam dada menyaksikan akan hal itu.


Jordan yang mendengar itu pun menganggukkan kepala. kemudian tak lama berselang, Opa Galang datang menghampiri mereka semua. dan laki-laki renta itu, langsung menghampiri kedua cucu laki-lakinya untuk meminta bantuan mereka.


Karena memang perusahaan membutuhkan mereka berdua untuk menghandle sesuatu secara bersama-sama.


"baik Opa aku akan meminta izin dulu pada istriku."ucap Jordan tersenyum lebar. karena memang di sana ada Zidane. laki-laki yang memiliki jambang tipis di kiri dan kanan wajahnya itu memang sengaja ingin memanas-manasi laki-laki yang memiliki wajah manis itu.


Dan sepertinya hal itu sudah berhasil membuat hati dari Zidane sedikit terbakar. terbukti dengan raut wajah laki-laki itu yang tampak masam. dan tak lama berselang, Zidane memalingkan wajahnya ke arah lain. dia melihat Jordan memberikan satu kali kecupan di wajah milik Asmirandah yang memang kini telah berubah total.


"aku pergi dulu ya sayang. mungkin tidak akan lama. karena mungkin sore nanti, aku sudah kembali ke sini. jaga diri kalian baik-baik."setelah mengatakan hal itu, Jordan segera memberikan satu kali kecupan di wajah milik istri dan juga anaknya. dan setelah itu, segera pergi dari sana Seraya menyunggingkan senyuman yang begitu meremehkan tepat di hadapan Kakak sepupunya itu.


Tentu saja, Zidane mendengus kesal akan hal itu. laki-laki berwajah manis itu langsung melangkahkan kakinya untuk mendekati Elvio yang memang berada dalam gendongan Ajeng Saat ini.


"sayang, Ayah pergi dulu ya."ucap laki-laki itu Seraya memberikan satu kali kecupan di wajah mungil milik putra keduanya itu.


Nyeeesss

__ADS_1


Entah mengapa, hati dari Asmirandah sedikit merasa sakit saat menyaksikan pemandangan di hadapannya saat ini. tak lama berselang dari itu, Asmirandah kembali menggelengkan kepalanya.


"astaga aku ini mikir apa sih?"tanya wanita itu Seraya menggeleng-gelengkan kepalanya. dan setelahnya, Asmirandah segera melangkahkan kakinya untuk menuju ke ruang tamu dengan membawa Arabella.


Sementara Ajeng sendiri, wanita paruh baya itu seketika meninggikan senyuman tipis saat melihat reaksi yang ditunjukkan oleh Asmirandah.


"aku sudah yakin dia masih mencintai anakku."gumamnya Seraya tersenyum simpul. kemudian dengan segera, menyusul pergerakan dari mata menantunya itu.


"Ekhem."


Asmirandah ketika menolehkan kepalanya saat mendengar suara dari samping tubuhnya. dan hal itu membuatnya, begitu sangat terkejut.


"Tan... Tante,"mendadak tubuh dari Asmirandah menjadi menggigil karena melihat sosok orang yang ada di hadapannya saat ini.


"bagaimana kabarmu? apakah kamu sudah bahagia telah menghancurkan hidup dari Putraku?"tanya wanita paruh baya itu dengan nada menyindir bertubi-tubi.


Membuat Asmirandah yang mendengar itu seketika menundukkan kepala. hatinya merasa sangat sakit saat mendengar tuduhan yang keluar dari mulut Ajeng itu. karena memang, kebenarannya tidak seperti itu.


Ajeng yang mendengarnya seketika membuang muka. dan tak lama berselang, wanita paruh baya itu mendengus kesal.


"aku merasa sangat sakit hati saat melihatmu begitu memanjakan putrimu itu."ucap Ajeng membuka suara setelah beberapa saat terdiam cukup lama dengan pikiran masing-masing.


Asmirandah yang mendengar itu, seketika mengangkat wajahnya. "ma... maksudnya bagaimana?"tanya wanita itu dengan nada suara terbata-bata dan juga dengan raut wajah yang penuh kebingungan.


"apakah kamu tahu, bahwa putramu yang lain tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari seorang ibu?"


Degh

__ADS_1


Tes..


Sesaat setelah mendengar ucapan dari mantan Ibu mertuanya itu, jantung milik Asmirandah seakan berhenti berdetak. dan tak lama berselang disusul oleh air mata yang mulai mengalir dari kedua bola mata indah itu.


"dia tidak pernah mendapatkan kasih sayang sampai saat ini dia berusia 2 tahun."dengan terisak pelan, Ajeng mulai menceritakan semuanya pada Asmirandah. dan hal itu sukses membuatnya merasakan sesak yang luar biasa.


Seakan-akan, dadanya seperti dihimpit oleh batu yang sangat besar. bahkan sesekali, wanita cantik itu akan menyentuh area dadanya dan sesekali menekannya. karena memang rasanya begitu sakit luar biasa.


"apakah kau tahu dia sering mengatakan Di mana keberadaan ibunya. Dan Dia, sangat merindukan ibunya."dengan tubuh gemetaran, Ajeng kembali berucap.


Dan hal itu membuat Asmirandah semakin menangis histeris karena merasa begitu bersalah dengan Putra sulungnya itu. beruntungnya di rumah itu, tidak ada siapa-siapa kecuali mereka berdua dan juga Tiara. dan tentunya para pelayan yang memang bekerja di sana.


*****


Sementara itu di dalam kamarnya, terlihat Tiara yang mencak-mencak seperti seorang yang tidak waras. apalagi wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu mengetahui bahwa saat ini, Ajeng dan juga Asmirandah tengah berbincang-bincang dengan santai di halaman belakang.


"sialan kenapa semuanya bisa menjadi seperti ini?!"tanya wanita itu dengan ekspresi wajah marah.


Tiara benar-benar sangat membenci Asmirandah. Karena Wanita itu berhasil memporak-porandakan hidupnya yang awalnya bisa saja sekarang menjadi hancur berantakan.


"aku harus bicara dengan wanita itu!"ucapnya Seraya menatap tajam entah kepada siapa.


Karena memang dari tadi, wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu masih memantau pergerakan dari mereka semua. terutama Asmirandah. bahkan Tiara melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana Jordan memperlakukan mantan sahabatnya itu.


"aku akan menghancurkanmu Asmirandah aku berjanji!"setelah mengatakan hal itu, Tiara segera pergi dari sana. wanita itu memutuskan untuk keluar dari dalam kamarnya.


***

__ADS_1


"Tiara kau sudah sembuh?"tanya Oma Keisha yang sedikit merasa terkejut saat melihat keberadaan cucu menantunya itu.


Membuat Tiara yang mendengarnya seketika menghentikan langkah. dan tak lama berselang, wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu pun menganggukkan kepala Seraya tersenyum tipis dengan hati yang sedikit dongkol.


__ADS_2