
Naomi berjalan menghampiri kedua orang tuanya. kita cantik yang hanya terpaut dua tahun dengan Asmirandah itu, segera menghampiri dua manusia paruh baya itu. menatap lekat ke arah keduanya. mana tahu, ada sebuah celah untuk membuatnya sedikit mencurigai orang tuanya itu.
Namun ternyata, pikirannya itu salah besar. karena kedua orang tuanya itu, malah memasang wajah yang seolah-olah tidak mengerti apa yang ia maksud.
Tanpa memikirkan apapun, Naomi segera melangkahkan kakinya untuk menaiki anak tangga guna menuju ke kamarnya. tak lama berselang, seorang wanita cantik keluar dari persembunyiannya. siapa lagi orangnya jika bukan Asmirandah.
Dengan langkah secepat kilat, wanita cantik itu berlari keluar rumah kedua orang tuanya. dan setelah itu, mulai mengetuk pintu utama bangunan itu.
"Asmirandah pulang!"dengan langkah sengaja, wanita cantik itu menyerukan suaranya dengan sangat lantang. berharap bahwa Naomi akan keluar dari dalam kamarnya.
Dan sepertinya, apa yang dipikirkan oleh wanita itu memang benar. bahwa Naomi pergi menyusul dirinya untuk memisahkannya dengan Zidane. karena, terbukti dengan tingkah laku wanita itu yang langsung menatapnya dengan ekspresi wajah tak percaya.
"Asmirandah kau baru pulang?"tanya Chelsea yang langsung memeluk tubuh putrinya itu dengan erat. dan memancarkan ekspresi wajah yang sangat khawatir.
"Kau dari mana saja selama ini?"hanya wanita paruh baya itu sembari mengajak Putri bungsunya untuk segera duduk bersama dengan kedua orang tuanya.
Asmirandah menatap sebentar ke arah sang kakak dengan senyuman yang begitu menyebalkan di mata Naomi.
"paling juga pacaran dengan mantan calon kakak iparnya."tahu Naomi dengan ketus.
"Ya nggak papa. kan kita sama-sama sendiri."jawab Asmirandah dengan entengnya. membuat Naomi yang mendengar itu, seketika membulatkan kedua matanya.
"Jadi, kau benar bersama dengan kekasihku?!"tanya wanita itu dengan raut wajah merah padam.
Asmirandah hanya tersenyum tipis. sebelum akhirnya, wanita itu melangkahkan kakinya untuk pergi dari sana.
Tak ingin ketinggalan kesempatannya, Naomi segera bangkit dari tempat duduknya dan ikut menyusul sang adik yang terlebih dahulu masuk ke dalam kamar.
Namun terlebih dahulu, wanita cantik itu memastikan saat kedua orang tuanya telah benar-benar pergi dari sana.
"apa yang sebenarnya kamu rencanakan?"tanya Naomi menatap ke arah sang adik dan menghimpitnya diantara dinding.
"seharusnya aku yang bertanya dengan kakak? apa rencana kakak? kenapa Kakak tidak ingin aku bahagia? apakah tidak cukup dengan kakak mengambil kekasihku?"tanya wanita cantik itu bertubi-tubi.
__ADS_1
"cih,"Naomi berdecih. " apakah ini berarti kau ingin kembali dengan Yudha? Jika iya, maka dengan senang hati aku akan membantumu."ucap Naomi dengan senyuman yang begitu manis.
Sayangnya Asmirandah sama sekali tidak tertarik dengan penawaran yang dilontarkan oleh sang kakak. karena pada kenyataannya, dirinya telah memiliki tambatan Hati yang bahkan, sudah halal untuk disentuh.
"aku akan memberikan perhitungan padamu Jika kau berani mengambil Zidane dariku. karena sampai kapanpun juga, kau tidak akan pernah menang jika melawanku!"setelah mengatakan hal itu, Naomi segera keluar dari kamar sang adik.
****
"apa kau bilang? Asmirandah baru saja pulang? bagaimana bisa, kita sama sekali tidak menemukan dia di negara itu?"tanya Yudha yang baru saja diberitahu oleh Naomi jika adiknya itu telah berada di rumah.
(aku juga tidak tahu Yudha. yang jelas sekarang, Asmirandah semakin berani saja. jika tidak mengingat rencana kita, rasanya aku ingin mencekiknya sampai tiada) terdengar Naomi menggerutu dari sebelah sana.
Tiba-tiba saja, sebuah senyuman seketika terbit dari wajah begundal Yudha itu."kau tenang saja aku akan mendapatkan wanita itu kembali. dan setelah itu, kau bebas untuk melakukan apa saja pada laki-laki itu."setelah mengatakan hal itu, Yudha segera mematikan panggilan itu.
"aku benar-benar merindukanmu sayang."ucap laki-laki itu serah yang memandang lurus ke atas sana.
****
"ya Bang, apa yang harus kita lakukan sekarang?"tanya wanita itu dengan sedikit raut wajah khawatir.
( sudah kamu ke sini saja.) ucap laki-laki berwajah manis itu mencoba untuk menenangkan perasaan istrinya dari seberang sana.
"ke mana?"tanya Asmirandah.
(ke tempat biasa sayang. aku benar-benar merindukanmu)
"apakah aku boleh membawa Tiara?" tanya Asmirandah pada akhirnya.'
(boleh saja. hitung-hitung untuk mendekatkan mereka siapa tahu saja jodoh) ucap Zidane dari seberang sana masih dengan kekehan kecil. Asmirandah pun ikut tertawa.
****
"Bunda, Papa, Asmirandah mau pergi sebentar."cantik itu saat melihat kedua orang tuanya tengah bersantai di ruang tamu.
__ADS_1
"pergi ke mana ?sama siapa?"pertanyaan itu berasal bukan dari kedua orang tuanya melainkan dari Naomi. membuat Asmirandah yang mendengar itu, seketika memutar bola mata malas.
"ke cafe bintang kejora sama Tiara. kenapa, Kakak mau ikut?"tanya Asmirandah dengan nada sinisnya.
Entah mengapa, wanita cantik itu mulai berani dengan kakak kandungnya itu. membuat Naomi yang mendengar itu, sejenak terdiam. sebelum akhirnya melengos pergi dari sana.
"Ya sudah kalau begitu kau hati-hati ya."ucap Chelsea dengan penuh kelembutan.
Asmirandah yang mendengar itu hanya menganggukkan kepala. tak lama berselang, suara deru mesin mobil yang berada tepat di halaman rumahnya.
"itu sepertinya Tiara sudah datang. kalau begitu, Asmirandah pergi dulu."setelah mengatakannya, wanita cantik itu segera berlari untuk menemui sang sahabat.
"ke mana?"tanya Tiara saat melihat sahabatnya telah sibuk dengan dunianya sendiri.
"ke hotel melati."jawabnya singkat dan juga jelas. namun hal itu membuat Tiara yang mendengarnya, seketika membelalakkan kedua matanya.
"kalian mau honeymoon?!"tanya wanita itu dengan ekspresi wajah tak percaya. namun hal itu sama sekali tidak dijawab oleh Asmirandah. membuat Tiara yang melihat itu, seketika mendengus kesal.
'alamat jadi nyamuk ini mah'batin Tiara mengeram kesal.
Tak membutuhkan waktu lama, pada akhirnya Asmirandah dan juga Tiara telah sampai di tempat tujuan. dan dengan segera, kedua wanita cantik itu turun dari kendaraannya.
"apakah ada masalah yang serius?"tanya seorang laki-laki yang tak lain adalah Zidan yang menghampiri Asmirandah dan langsung memeluknya dengan erat.
"tidak ada masalah apa-apa."jawab Asmirandah dengan senyuman manisnya.
Sementara Tiara, wanita cantik itu telah menggerutu kesal karena akan dijadikan obat nyamuk di antara pasangan suami istri itu.
"gini nih kalo nasib jomblo."ucapnya menghirup udara sebanyak mungkin. sebelum akhirnya, menghembuskannya secara perlahan.
"kau tidak sendiri aku juga jomblo." Tiara seketika terjingkat. saat pendengarannya, mendengar ada suara seseorang yang berdiri di sebelahnya.
"ka..kak Jordan?"tanya wanita itu dengan ekspresi wajah tidak percaya.
__ADS_1