
Beberapa hari pun berlalu. dan tak terasa Hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh Jordan. Karena Asmirandah akan menjadi anggota dari Prakoso yang resmi. tentunya Hal itu membuat laki-laki yang memiliki jambang tipis di kiri dan kanan wajahnya itu, merasa sangat bahagia.
Sepertinya tidak masalah jika dirinya melakukan sedikit kecurangan untuk bisa memasukkan Asmirandah ke dalam inti keluarga dari Prakoso. Jordan memang berbeda dengan Zidane. karena laki-laki itu, memiliki tekad yang sangat kuat untuk bisa mendapatkan pengakuan dari keluarga itu. bagaimanapun caranya.
Sementara Zidane, laki-laki yang memiliki wajah manis itu akan langsung pasrah dan tidak bisa melakukan apapun. ya walaupun itu akan menjadi sebuah tindakan kecurangan. akan tetapi Jordan tidak perlu memikirkannya. karena memang laki-laki itu, nantinya akan hidup terpisah dari keluarga Prakoso.
Yang terpenting saat ini adalah, dirinya dan juga wanita kesayangannya itu mendapatkan pengakuan hukum yang sah. sehingga nanti jika sewaktu-waktu ketahuan, mereka tidak akan mendapatkan hukuman yang berat. walaupun itu semua sedikit mustahil. karena Jordan tahu, keluarga dari Prakoso itu adalah keluarga yang sedikit gila.
"apakah kau sudah siap?"tanya seorang wanita paruh baya yang langsung membuat lamunan dari laki-laki yang memiliki jambang tipis di kiri dan kanan wajahnya itu buyar.
"sudah aku sudah siap."jawab laki-laki itu dengan senyuman manis.
Sahara dan juga Garda yang mendengar itu, segera melangkahkan kakinya untuk keluar dari kediaman Megah milik keluarga Prakoso. karena saat ini, laki-laki itu tengah berada di kediaman keluarga besarnya sedang mempersiapkan semuanya.
****
Berbeda dengan Jordan yang sudah merasa tidak sabar untuk mendapatkan gelar dan pengakuan itu, saat ini, Asmirandah tengah berada dalam kamar yang berbeda dan sedang dihias sedemikian rupa.
"apakah anda sudah merasa puas dengan hasilnya?"tanya salah seorang prias pada Asmirandah.
Wanita cantik yang saat ini tengah menggendong Arabella itu, seketika menganggukkan kepala dengan senyuman yang sangat dipaksakan. dua perias itu, seketika menghembuskan nafasnya. karena itu berarti tugas dari mereka sudah selesai. mereka bisa hidup dengan aman.
Karena memang peraturan di sini adalah siapapun anggota keluarga dari Prakoso jika merasa tidak puas pada riasan wajah itu, maka mereka akan kehilangan pekerjaan. dan tidak ada keluarga yang akan mau untuk memakai jasa mereka. memang dampak dari keluarga Prakoso, begitu sangat mengerikan.
Sehingga dua wanita itu, seketika bernafas dengan lega saat Asmirandah mengatakan jika dirinya sangat puas dengan hasil yang mereka buat.
__ADS_1
Tok tok tok tok
Tiba-tiba saja, terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar rias pengantin itu. membuat kedua wanita yang berada di belakang Asmirandah, seketika membungkuk hormat. Karena mereka tahu, akan ada anggota dari keluarga terhormat itu yang akan masuk ke dalam ruangan rias itu.
"hormat kami tuan muda Jordan!"ucap dua wanita itu dengan nada suara sopan dan juga rendah.
Laki-laki yang memiliki jambang tipis di kiri dan kanan wajahnya itu, hanya mengagumkan kepala saja. kemudian dengan segera, mengambil alih Arabella dan langsung memberikan beberapa kali kecupan pada bayi kecil itu.
"bagaimana apakah kamu sudah siap?"tanya Jordan Saraya tersenyum simpul ke arah Asmirandah.
Wanita cantik itu pun hanya menganggukkan kepala dan tersenyum seadanya. karena memang, dirinya tidak pernah bermimpi akan menjalani kehidupan yang seperti ini.
Tak berselang lama, beberapa pelayan yang sudah mengenakan pakaian sedemikian rupa, datang dan menghampiri Asmirandah. Kemudian, mengamit tangan dari wanita itu dan membawanya ke sebuah ruangan yang memang ditunjukkan untuk prosesi sakral itu.
Tiba saat Jordan dan juga Asmirandah berada di ambang pintu ruangan itu, semua mata menatap ke arahnya. tak terkecuali, dua pasang manusia yang sebenarnya masih sangat mencintai dua orang yang perlahan-lahan mulai berjalan untuk menuju panggung kecil yang ada di ruangan itu.
Dengan cepat, Jordan menganggukkan kepala. karena memang, tujuan dari laki-laki itu memperkenalkan Asmirandah adalah untuk mendapatkan pengakuan yang sah dari keluarga Prakoso.
Tak berselang lama, hal itu juga dilakukan oleh Asmirandah. walaupun dengan hati yang setengah-setengah. tapi wanita itu tidak bisa berbuat apa-apa.
Prosesi pengucapan janji dihadapan leluhur dari Prakoso dan dibantu oleh beberapa petinggi dari keluarga itu, berjalan dengan lancar. hingga tak lama berselang,...
Prokk... Prookkk... Prookkk...
Oma Keisha seketika bertepuk tangan dengan sangat nyaring dengan senyuman yang begitu merekah. Pertanda, bahwa tertua dari Prakoso itu telah menyetujui pernikahan yang berlangsung. itu membuat Jordan yang melihatnya, seketika tersenyum simpul.
__ADS_1
"selamat sayang. selamat atas pernikahan kalian."Oma Keisha dengan segera langsung memeluk tubuh dari Asmirandah dan juga Jordan secara bersamaan.
Orang-orang di sana seketika juga ikut bertepuk tangan dengan gemuruh karena ikut bahagia dengan pernikahan yang dilakukan oleh keluarga terpandang itu.
Namun hal itu berbeda dengan dua orang yang sejak tadi menatap sendu ke arah depan. siapa lagi orangnya jika bukan Zidan dan juga Tiara. kedua manusia itu, perlahan-lahan mulai mengepalkan tangannya kuat-kuat. tak lama berselang, membuang nafasnya secara kasar.
****
"kalian mau langsung pulang ke negara itu?"tanya Oma Keisha dengan nada sedikit tidak rela. Karena Wanita tua itu, udah mulai memiliki feeling yang bagus pada Asmirandah.
Itu karena wanita renta itu tidak tahu apa yang ia hadapi saat ini. jika Oma Keisha mengetahuinya, maka semua akan berakhir mengerikan.
"Tidak besok aku ada kerjaan!"jawab Jordan dengan tegas.
"baiklah kalau begitu kalian hati-hati. sebisa mungkin, sering-seringlah datang ke sini."pesan wanita tua itu pada kedua cucunya itu.
Mereka berdua hanya menganggukkan kepala. dan dengan segera langsung masuk ke dalam mobil karena memang mereka akan segera pulang ke negara Flores.
Tanpa disadari oleh semua orang, ada seseorang wanita yang menatap itu dengan tatapan penuh dendam. siapa lagi orangnya jika bukan Tiara.
Wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu, merasa tidak terima jika hal baik itu diterima oleh mantan sahabatnya.
"aku harus melakukan sesuatu hal. agar wanita itu, segera mendapatkan karmanya."gumamnya Seraya pergi dari sana.
Di tempat yang sama, hal itu juga terjadi pada Zidane. laki-laki yang memiliki wajah manis itu juga merasakan hancur yang luar biasa karena pemandangan itu.
__ADS_1
Sampainya di dalam kamar, wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu segera meletakkan Elvio sembarangan. dan tentunya dengan gerakan yang begitu kasar.
Beruntungnya bocah kecil itu, tidak mengeluarkan suara apapun karena mungkin sudah terbiasa dengan perlakuan kasar ibunya.