
"kau mau pergi kemana?"tanya wanita sepuh itu Soraya menghampiri cucu menantu kesayangannya dan duduk di sampingnya.
Sejenak, Tiara terdiam. Karena Wanita itu harus memikirkan alasan yang tepat agar tidak membuat wanita rwnta yang ada di hadapannya saat ini merasa curiga.
"aku mau menemui sahabatku sebentar Oma."jawabnya dengan senyuman yang masih setia menghiasi wajah cantiknya itu.
"siapa?"tanya Oma Keisha dengan raut wajah penasaran.
Tiara yang mendengar itu, hanya tersenyum tipis. wanita muda itu enggan untuk menjawab pertanyaan dari Oma Keisha.
"aku pergi dulu Oma."pamit wanita berambut panjang sampai pinggang itu Seraya beranjak dari tempat duduknya.
"eh kamu belum jawab pertanyaan Oma. kamu sebenarnya mau ke mana?"tanya wanita renta itu masih mencoba untuk menahan kepergian dari cucunya itu.
"Oma tenang saja. aku hanya sebentar tidak sampai 3 jam."setelah mengatakan hal itu, Tiara benar-benar pergi dari sana. bahkan wanita itu tidak menghiraukan panggilan dari Oma Keisha.
"dasar nenek-nenek kepo."dumelnya Seraya masuk ke kendaraannya yang telah ia pesan sebelumnya.
Ya. Tiara memutuskan untuk menggunakan kendaraan umum untuk pergi menemui Naomi. karena wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu, tidak ingin membuat orang rumah itu curiga tentang apa yang baru saja ia lakukan. sehingga Tiara akhirnya memutuskan untuk menggunakan jasa kendaraan umum.
Tak membutuhkan waktu lama, mobil yang ditumpangi oleh Tiara Akhirnya telah sampai di sebuah alamat yang telah disepakati dengan Naomi. setelah membayar ongkos dari taksi itu, Tiara segera melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam sana.
Sesampainya di ruangan itu, Tiara telah disambut dengan Naomi yang telah menatapnya dengan tatapan penuh dengan permusuhan dan juga menyilangkan kedua tangannya di depan dada.
"ternyata kau benar-benar sudah tidak sabar untuk bertemu denganku."ucap Tiara Seraya terkekeh sinis.
"jangan banyak bicara. apa yang kamu ingin katakan padaku?"tanya Naomi menetap mantan dari sahabat adiknya itu dengan tetapan tajamnya.
bugh
Dengan secepat kilat, Tiara melemparkan sebuah amplop berwarna coklat tepat di hadapan wanita itu.
"kau baca saja sendiri. maka kau akan mengetahui apa yang sebenarnya terjadi."ucap Tiara masih dengan terkekeh sinis.
Naomi sempat menatap tajam ke arah wanita itu. Namun demikian, dirinya tetap membuka amplop berwarna coklat yang ada di tangannya.
__ADS_1
Kedua matanya seketika membulat dengan sempurna saat selesai membaca surat itu."apa-apaan ini?!"tanya wanita itu dengan nada yang begitu lantang dan juga intonasi yang naik satu oktaf.
"apakah semuanya kurang jelas? bukankah kau adalah wanita yang pintar? lalu untuk apa kau bertanya?"Tiara menatap wanita itu dengan sinis.
Naomi menggeleng kuat."Kau pasti bohong kan Ini pasti hanya akal-akalan mu saja, kan? aku tahu kau wanita licik seperti apa. jangan harap, aku bisa tertipu dengan tipuan murahan mu itu."sahutnya Seraya melempar amplop coklat itu ke lantai.
tak lama berselang, wanita itu tertawa terbahak-bahak. sementara Tiara sendiri, wanita itu hanya menatap datar dengan senyuman yang begitu misterius dan juga mengerikan jika dipandang oleh orang lain.
"oke kalau kamu tidak percaya. mungkin ini akan semakin membuatmu percaya."ucap Tiara Seraya mengangkat tangannya yang memegang sebuah ponsel.
Tak lama berselang sebuah video yang ada di ponsel itu pun berputar. dan hal itu sukses membuat Naomi yang melihatnya, kembali mematung di tempatnya.
"bagaimana apakah kau sudah percaya?"tanya Tiara setelah selesai memutarkan video itu pada Kakak dari mantan sahabatnya itu.
Seketika itu pula, Naomi berteriak histeris. memaki dan mengumpat. "dasar kau wanita sialan! aku harus segera melenyapkanmu! karena tidak ada yang boleh memiliki Zidane selain aku!"teriak wanita itu seperti orang yang kehilangan akal sehat. dan tak lama berselang,...
bugh
"aaaakkhh!"teriakan dari seseorang seketika menggema di bangunan kosong itu.
sementara Tiara yang tersungkur, mencoba untuk terdiam. dengan tatapan yang lurus ke depan dan juga ekspresi wajah yang sulit untuk diartikan. dan tiba-tiba saja,...
sreekkk
"aaarrrgggh!"
Terlihat beberapa ceceran darah segar menetes membasahi lantai bangunan itu. di sana terlihat dua orang yang tengah terkapar tidak berdaya dengan kesakitan masing-masing.
"kau tidak akan pernah bisa melawanku!"teriak Tiara dengan begitu lantangnya. dan tiba-tiba saja,...
sreekkk
"aaaakkhh!" Naomi kembali menjerit dengan sekuat tenaga. Karena sekarang di tangannya, sudah tertancap sebuah garpu yang memang telah dibawa oleh wanita hamil itu untuk melindungi diri.
"kau akan mati di sini dengan mengenaskan!"setelah mengatakan hal itu, Tiara segera pergi berjalan dengan tertatih-tatih.
__ADS_1
Setelah sampai di depan bangunan terbengkalai itu, wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu segera menyiramkan beberapa bensin dan juga menurutnya dengan api.
"tamatlah riwayatmu!"setelah mengatakannya, Tiara kembali melangkahkan kakinya untuk pergi meninggalkan tempat itu.
Entah sudah sejak kapan, wanita itu menjadi sosok yang begitu mengerikan. entah pergi ke mana sisi baik dalam dirinya. karena yang ada saat ini, hanyalah rasa sakit dan juga dendam yang membara.
"selesai juga pekerjaanku! huh dasar merepotkan saja!" Tiara segera melenggang pergi dari sana. mengabaikan jerit tangis dari Naomi yang masih menggema di dalam sana.
****
"apakah istri saya ada di dalam kamar?"tanya Jordan saat laki-laki itu baru saja sampai di kediamannya.
"iya Tuan! Nyonya baru saja istirahat."jawab mereka Seraya membungkuk hormat. Jordan segera berlalu pergi dari sana tanpa merespon ucapan dari para pekerja itu.
ceklek
Saat pintu dibuka dari luar, Saat itu pula laki-laki yang memiliki jambang tipis di kiri dan kanan wajahnya itu tersenyum saat melihat pemandangan yang begitu indah di depan matanya.
"Sayang apakah kamu tidak ingin makan?"tanya laki-laki itu dengan begitu lembutnya Seraya mengusap kepala dari wanita hamil itu.
Perlahan tapi pasti, mata dari wanita itu pun membuka. wanita itu, sempat tersentak karena mendapati kehadiran Jordan yang berada begitu dekat dengannya.
"ada apa?"tanya wanita itu dengan nada suara khas orang bangun tidur.
"apakah kamu merasa terganggu dengan kehadiranku?"bukannya menjawab dan justru malah bertanya.
Asmirandah menggelengkan kepala. membuat Jordan yang melihatnya, seketika tersenyum simpul.
"aku membawakan sesuatu untukmu. aku harap, kau menyukainya."ucap laki-laki itu Seraya menyerahkan bungkusan berwarna hitam pada Asmirandah.
"apa ini?"tanya wanita itu dengan raut wajah penasaran.
gaslah mampir ke cerita ini.
__ADS_1