Ditikung Kakak Kandung

Ditikung Kakak Kandung
Bab 167


__ADS_3

Malam harinya,...


Sesuai dengan perkataan Jordan siang tadi, saat ini acara penyambutan itu benar-benar dilaksanakan. bahkan mereka berdua disambut dengan begitu meriah orang-orang yang hadir di sana.


Asmirandah sesekali akan tersenyum simpul saat mendapati orang-orang itu menyapanya dengan ramah. namun saat kemudian, senyumnya itu sedikit luntur Karena Wanita itu mengingat bagaimana kondisi dari Putra tunggalnya yang jauh entah di mana.


Namun demikian, wanita itu tetap mencoba untuk tersenyum walaupun sesekali akan mengusap matanya yang terasa berair.


"selamat Tuan, Nyonya. kami ikut senang atas kelahiran Putri kalian. semoga saja, kebahagiaan ini akan selalu kalian dapatkan."ucap orang-orang itu memanjatkan doa dengan begitu tulusnya.


"Amin! terima kasih." sahut Jordan Seraya menganggukkan kepala. laki-laki yang memiliki jambang tipis di kiri dan kanan wajahnya itu, segera menarik lembut tangan istrinya dan membawa wanita itu untuk duduk di sebuah kursi yang memang telah disediakan dan disiapkan oleh Jordan.


"jika kau lelah, kau bisa meletakkan Putri kita di tempat yang telah aku sediakan."Jordan menunjuk tempat yang begitu cantik yang berada di samping Asmirandah.


Wanita yang baru saja menyandang status sebagai ibu dari anak Jordan itu, seketika menggelengkan kepalanya.


"tidak usah aku ingin terus berada di samping putriku."sahutnya dengan lembut. entah mengapa, perlahan tapi pasti rasa benci yang dirasakan oleh Asmirandah semakin lama semakin menguap seperti asap yang entah pergi ke mana. Asmirandah yang merasakan itu pun juga merasa kebingungan dengan hatinya saat ini.


Mungkinkah ini karena dirinya yang awal terlalu benci dengan laki-laki itu? sehingga kini, Tuhan mengujinya dengan membalikkan rasa benci itu menjadi rasa sayang? Entahlah. yang jelas saat ini, Asmirandah sedikit merasa bingung dengan perasaannya sendiri.


"Kau kenapa melihatku seperti itu? apakah kau merasa terpesona?"goda Jordan Seraya menaik-turunkan alisnya.

__ADS_1


Refleks, Asmirandah seketika memalingkan tubuhnya karena merasa malu terus-menerus digoda oleh laki-laki yang saat ini berstatus sebagai suaminya itu. dan hal itu sukses membuat Jordan seketika tertawa terbahak.


Dan pemandangan itu, membuat para pekerja di rumah itu beserta dengan keluarga mereka, merasa sedikit speechless. karena yang mereka tahu, selama ini Jordan adalah sosok laki-laki yang bengis dan juga sangat keras. laki-laki itu bahkan tidak memiliki belas kasihan terhadap siapapun. namun lihatlah malam ini? laki-laki itu tertawa renyah Seraya sesekali menggoda wanita yang ada di sampingnya.


Sungguh pemandangan ini, membuat mereka Semakin berharap jika keduanya semakin langgeng. karena jika hal itu sampai terjadi, maka hidup dan nasib mereka akan terselamatkan.


Sementara Asmirandah sendiri, juga ikut terdiam. Karena Wanita itu, juga merasa begitu antusias saat melihat bagaimana reaksi yang ditunjukkan oleh laki-laki berjambang tipis itu. dan tanpa sadar, dua sudut bibirnya pun ikut terangkat membentuk sebuah senyuman.


Apakah Asmirandah telah memiliki perasaan terhadap suami barunya saat ini? Jika dilihat dari raut wajah dan juga gestur tubuhnya, sepertinya Wanita itu telah memiliki perasaan. hanya saja, Asmirandah masih enggan untuk mengakui semuanya. ditambah lagi, di tengah-tengah hubungan mereka saat ini sudah ada seorang putri cantik sebagai penguat hubungan mereka. dan mungkin karena itulah, sifat Asmirandah sedikit demi sedikit akan berubah menjadi lebih hangat terhadap Jordan.


'apa benar aku sudah memiliki perasaan pada dia?'batin Asmirandah bertanya-tanya. walaupun jujur Saja, wanita itu masih tidak mempercayai jika akan secepat ini dirinya mengalihkan perasaan yang begitu dalam dari Zidane pada Jordan.


Apalagi mereka adalah saudara yang begitu erat. walaupun saudara sepupu, tapi darah mereka sudah tercampur menjadi satu dan tidak bisa dipisahkan. Asmirandah jadi tidak bisa membayangkan jika sampai pernikahan mereka ini terbongkar, bagaimana nasib dirinya dan juga anak-anaknya. dan bagaimana reaksi yang akan dikeluarkan oleh keluarga terpandang itu saat mengetahui fakta ini?


"Kau kenapa sayang? apakah kau merasa pusing? apakah kita sudahi saja acara penyambutan ini?"tanya Jordan dengan raut wajah yang sangat cemas.


Asmirandah yang mendengar itu, seketika menggelengkan kepalanya."tidak usah Jordan terima kasih. aku hanya sedikit merasa pusing. mungkin karena efek begadang beberapa malam ini."sahut wanita itu Seraya memejamkan mata.


Jordan yang paham akan apa yang dimaksud oleh istrinya itu, segera mengambil alih bayi mungil itu dan menggendongnya dengan hati-hati. dan hal itu lagi-lagi tanpa sadar, membuat kedua sudut bibir dari wanita itu, terangkat membentuk sebuah senyuman.


Asmirandah dengan segera memejamkan mata dan tertidur dengan sangat pulas. dan hal itu dimanfaatkan oleh Jordan untuk mengambil gambar dengan sebuah caption yang berbunyi keluarga bahagia. setelahnya foto itu segera dipasang di story aplikasi hijaunya.

__ADS_1


*****


Sementara itu di tempat lain, terlihat Ajeng yang baru saja membuka ponselnya dan tidak sengaja melihat story dari keponakannya itu. tentunya Hal itu membuat wanita paruh baya itu, membulatkan kedua matanya saat menyadari akan sesuatu.


Dengan secepat kilat, Ajeng berjalan menghampiri putranya yang saat ini tengah berada di kamar entah apa yang dilakukan oleh laki-laki berwajah hitam manis itu.


Tok tok tok


Dengan tidak sabaran, Ajeng mengetuk pintu kamar putranya. dan tak lama berselang, pintu itupun terbuka dari dalam. tanpa basa-basi lagi, Ajeng segera menerobos masuk ke dalam kamar putranya itu.


"Mami kenapa wajahnya tegang seperti itu?"tanya Zidane Seraya mengangkat satu alisnya.


"coba kamu lihat ini!"sahut wanita paruh baya itu Seraya menyerahkan ponsel miliknya.


Zidane dengan ekspresi wajah tidak mengerti, segera mengambil dan membuka apa yang diperintahkan oleh sang ibu. dan tak lama berselang, kedua bola mata dari laki-laki berwajah manis itu membulat sempurna.


"apa maksudnya semua ini?"tanya laki-laki itu dengan nada yang begitu emosi. tak lama berselang, laki-laki itu pun terkulai lemas di atas lantai dengan tubuh bergetar hebat.


Ajeng yang melihat itu segera memeluk tubuh putranya dengan begitu erat. dirinya juga merasakan sesak di dalam dada.


"apakah tante Sahara dan juga Om Garda mengetahui akan hal ini?"tanya laki-laki berwajah manis itu menatap ke arah ibunya.

__ADS_1


"sepertinya tidak sayang. Jordan pasti tidak akan pernah membiarkan semua itu terbongkar begitu saja. karena dirinya tahu, bagaimana mengerikannya tradisi di keluarga kita ini."jelas Ajeng menatap sendu ke arah sang Putra.


Tubuh Zidan seketika kembali lemas seperti tidak mendapatkan asupan nutrisi selama berhari-hari.


__ADS_2