
Satu bulan kemudian,....
Saat ini Asmirandah dan juga Zidane baru saja kembali dari honeymoon. mereka merasa sangat bahagia. sejak tadi, dua sejoli itu sesekali tersenyum simpul dan saling tetap satu sama lain.
Hal itu yang membuat Tiara dan juga Jordan yang memang mengawal mereka, sesekali akan memutar bola mata jengah. dan tak jarang, ada perasaan yang mengganjal di dalam diri Jordan. perasaan apa itu? tentu saja perasaan cemburu.
Karena laki-laki yang memiliki brewok tipis itu, masih mencoba untuk mengikhlaskan wanita yang pernah ia incar sebelumnya. namun percayalah, sampai saat ini pun Jordan masih belum bisa untuk melupakan wanita itu.
Tiba-tiba saja semua orang terhenti saat melihat, Asmirandah seperti terhuyung ke belakang. hingga sesekali, wanita itu akan terjatuh.
Beruntungnya, Zidan dengan cepat dan tanggap langsung menggendong tubuh langsing istrinya itu dan membawanya ke dalam mobil.
"Asmirandah, kamu kenapa?"tanya semua orang yang ada di sana dengan raut wajah khawatir.
Namun sayangnya, Asmirandah sama sekali tidak dapat diajak berbicara. tubuh dari wanita itu, benar-benar terasa sangat lemah.
"Kak kita bawa saja ke rumah sakit. aku takut, Asmirandah kenapa-napa."ucap Tiara yang hampir saja menangis saat melihat kondisi memprihatinkan dari wanita yang telah ia anggap sebagai saudaranya sendiri itu.
Zidane menganggukkan kepala. dan dengan segera, laki-laki berwajah manis itu menyuruh sang adik sepupu untuk segera melajukan kendaraan itu menuju rumah sakit yang ada di kota itu. karena saat ini, mereka tengah berada di tempat yang tidak semua orang mengetahuinya.
Karena memang Zidan sengaja mencari tempat persembunyian sekaligus tempat untuk honeymoon dengan wanita yang ia cintai tanpa gangguan oleh siapapun terutama keluarga besarnya yang masih menganut tradisi aneh dan juga menurutnya nyeleneh itu.
Jordan dengan segera menganggukkan kepala dan langsung melajukan kendaraan itu, dengan kecepatan di atas rata-rata. beruntungnya, jalanan di sana terlihat sangat sepi. sehingga mobil yang ditumpangi oleh mereka semua, dapat berjalan dengan semestinya tanpa suatu hambatan apapun.
Tak membutuhkan waktu lama, mobil itu Akhirnya sampai juga di depan sebuah rumah sakit ternama di kota itu. tanpa pikir panjang lagi, wanita itu segera digendong oleh sang suami menuju ke unit gawat darurat. yang kebetulan, tidak ada pasien lain selain mereka.
__ADS_1
"bagaimana keadaan istri saya dokter?"tanya Zidane dengan raut wajah yang sangat panik karena melihat raut wajah pucat dari istrinya itu.
Sesaat laki-laki itu mencoba untuk mengutuk dirinya sendiri karena terlalu memforsir kegiatan mereka selama ini.
"selamat pak istri anda sepertinya hamil!"ucap dokter itu Seraya tersenyum simpul.
"oh, hamil. eh, APA HAMIL?"kedua kedua bola mata dari laki-laki itu seketika membulat sempurna saat mendengar penuturan dari sang dokter.
Tubuh Zidane sedikit menegang. laki-laki itu tidak tahu lagi cara untuk mengekspresikan kebahagiaannya saat ini ada rasa senang namun juga ada rasa cemas yang beriringan memasuki hatinya.
"iya tuan. Jika anda ingin lebih akurat, coba bawa saja istri anda itu kebagian dokter kandungan yang tidak jauh dari sini."ucap dokter itu menyarankan.
"baik Dok. kalau begitu, terima kasih."laki-laki itu langsung beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri sang istri yang sepertinya baru saja tersadar.
Sejenak, Zidane terdiam karena laki-laki itu, tengah memikirkan sesuatu. apakah dirinya harus mengatakan kondisi ini pada sang istri? Mengingat, wanita itu tengah berada dalam kendali sebuah ramuan. dan Zidane takut, jika nantinya istrinya itu telah tersadar dari pengaruh ramuan itu, wanita itu akan melakukan sesuatu.
Namun jika disembunyikan pun, itu juga akan menjadi sia-sia. Karena bagaimanapun juga, yang akan mengalami perubahan itu adalah diri Asmirandah sendiri. pada akhirnya, laki-laki itu membawa sang istri keluar dari ruang IGD.
"Bang sebenarnya aku ini kenapa? "Asmirandah mengulang pertanyaan yang sama. Karena Wanita itu tidak menemukan jawaban yang tepat dari pertanyaannya itu.
"tenang Sayang. sebaiknya, kita periksakan dirimu dulu. nanti setelah semuanya terbukti, kamu akan tahu sendiri apa yang terjadi sebenarnya."laki-laki itu menarik tangan istrinya untuk masuk ke sebuah ruangan obgyn yang ada di rumah sakit.
Setelah dilakukan pengecekan darah dan juga serangkaian pemeriksaan, memang pada kenyataannya Asmirandah dinyatakan positif hamil dan usia kandungan dari wanita itu, diperkirakan sudah ada 8 Minggu.
Tentunya hal itu disambut tangis haru luar biasa oleh Asmirandah. sementara Zidane, laki-laki berwajah manis itu hanya diam. dirinya masih mencoba untuk mencerna apa yang harus ia lakukan kedepannya.
__ADS_1
"apakah kamu akan tetap seperti ini jika nantinya kamu tahu yang sebenarnya?"tanya laki-laki itu Seraya menatap Lamat ke arah wajah berbinar istrinya itu.
"Bang kenapa Abang seperti tidak senang saat mendengar aku mengandung? bukankah ini juga adalah impian Abang?"tanya wanita itu saat melihat raut wajah Tak biasa yang dipancarkan oleh sang suami.
"ah, Mana mungkin aku seperti itu. Tentu saja aku sangat bahagia. kalau begitu, lebih baik kita pulang saja kau harus banyak-banyak istirahat."laki-laki itu segera menggandeng tangan istrinya untuk keluar dari ruangan itu.
Mereka berempat akhirnya memutuskan untuk pulang. sesampainya di rumah yang memang sengaja disewa oleh Zidane untuk honeymoon, Tiara memutuskan untuk segera pulang. Karena Wanita itu, sudah sejak pagi berada di sana bersama dengan Jordan.
"kau benar-benar ingin pulang Tiara?"tanya Asmirandah dengan raut wajah sedikit tidak enak untuk dilihat.
"iya Mira. aku harus pulang. aku tidak ingin, orang-orang malah mencurigai tentang apa yang terjadi jika aku terlalu lama pergi."ucap wanita itu Seraya mengusap perut rata milik sahabatnya.
Tiara juga ikut merasa senang saat mendengar bahwa sahabatnya itu akan segera menjadi seorang ibu.
"kau pulangnya diantar siapa?"tanya Zidane menatap ke arah sahabat istrinya itu.
"tentu saja sendiri kak. kan aku sudah biasa pulang pergi seperti ini." ucapnya dengan cengiran khas.
"bareng sama aku aja. kebetulan, aku juga mau balik ke sana karena ada kerjaan."entah dari mana datangnya angin itu. tiba-tiba saja, Jordan menawarkan diri.
Membuat Tiara yang mendengarnya, sejenak mamaku. namun beruntungnya, wanita itu bisa menguasai dirinya sendiri sehingga ekspresi wajahnya dapat terkontrol dengan baik.
"oke kalau begitu. sebelumnya terima kasih."ucap wanita itu Seraya langsung masuk ke dalam mobil. sementara Asmirandah dan juga Zidane yang melihat itu, hanya saling pandang dan melempar senyum.
Mereka masuk ke dalam rumah dan langsung mengunci pintu utama. meluapkan rasa Bahagia yang membuncah di dalam dada
__ADS_1