
Saat ini, Tiara tengah tersenyum lebar. Karena Wanita itu, baru saja selesai menjalankan aksi besarnya. aksi besar yang melibatkan sesuatu yang sangat berharga dalam tubuhnya. yang bisa saja, dapat menghancurkan semuanya. namun hal itu sama sekali tidak diperdulikan oleh Tiara.
Karena Wanita itu, hanya memperdulikan satu hal. yang tidak lain dan tidak bukan, adalah dendam kesumatnya pada Asmirandah. yang entah sejak kapan, mulai mendarah daging di dalam hatinya.
"setelah ini, akan aku pastikan kau akan benar-benar hancur Asmirandah!" ucapnya dengan mencengkeram keras sprei yang ada di sebelahnya.
Wanita itu sama sekali tidak menyesali perbuatannya dengan menyerahkan dirinya secara cuma-cuma dengan Zidane. karena bagaimanapun juga, mereka adalah sepasang suami istri yang menurut kepercayaan keluarga Prakoso, mereka adalah sepasang suami istri yang sangat kuat. karena disaksikan secara langsung oleh dua sesepuh keluarga itu.
Berbeda dengan pernikahan yang dilakukan Zidane dan juga Asmirandah. pernikahan itu sedikit lemah karena tidak adanya persetujuan dari pihak keluarga laki-laki sebagai penguasa.
Aneh? tentu saja peraturan itu sangatlah aneh. tapi sialnya, orang-orang tidak bisa untuk tidak mematuhi peraturan itu. karena keluarga Prakoso, adalah keluarga yang sangat ditakuti di negara itu.
Tiara kembali memejamkan mata dengan menyembunyikan wajahnya di dada bidang milik Zidane. sementara laki-laki itu sendiri, ketika langsung tepar setelah puas dalam menyalurkan sesuatu yang ada di dalam tubuhnya.
***
"halo adikku sayang apa kabar?"Asmirandah seketika terkejut. saat wanita itu, mendapati Naomi berada tepat di hadapannya dengan senyuman yang sangat manis.
"ka... kakak, kenapa Kakak ada di sini?"tanya wanita itu dengan tubuh gemetaran.
Asmirandah baru saja membuka matanya setelah lewatkan hukuman yang sangat panjang yang diberikan oleh Jordan padanya. dan saat ini, waktu sudah menunjukkan pukul setengah dua belas malam.
"tentu saja aku ingin menjenguk adikku yang kusayang ini."ucap wanita itu Seraya mengusap pipi Asmirandah yang sedikit basah karena air mata.
"aku mohon Kak tolong lepaskan aku!"ucap wanita itu Seraya mencoba meraih kakak kandungnya dan berlutut di hadapan wanita itu.
Namun hal itu justru membuat Naomi yang mendengarnya, seketika terkekeh pelan."ututu adik aku ini lucu sekali, sih?"ucapnya Seraya mengusap lembut pipi sang adik. membuat Asmirandah yang merasakan itu, seketika menegang.
Karena Wanita itu takut, kakaknya akan berbuat yang lebih parah dari ini. dan benar saja dugaannya. Karena setelah itu, Naomi segera menampar pipi dari Asmirandah secara membabi buta. hingga membuat wanita itu seketika tak sadarkan diri.
__ADS_1
"apa yang kamu lakukan?!"tanya Jordan Seraya membentak wanita itu. dengan segera, menarik tubuh Naomi untuk menjauh dari wanita yang sangat ia dambakan itu.
"biarkan saja! biarkan aku melampiaskan kekesalanku padanya!"ucap wanita itu berteriak seperti orang gila dan menunjuk ke arah Asmirandah yang sudah tidak sadarkan diri itu.
"bawa wanita ini keluar dari sini!"titah Jordan pada pengawal yang ada di belakang tubuh Naomi. tentu saja wanita itu memberontak dan ingin kembali menghajar Asmirandah.
Namun dengan segera, Jordan mendorong tubuh wanita itu hingga sedikit terhuyung ke depan.
Shiitt.
Jordan mengumpat kesal saat menyadari sesuatu. di mana Setelah dia menoleh ke arah Asmirandah, laki-laki itu baru menyadari. jika saat ini, Asmirandah tergeletak dengan tidak memakai apapun di tubuhnya. dia merutuki kebodohannya sendiri. karena membiarkan pengawal-pengawal itu melihat pemandangan yang tidak seharusnya mereka lihat.
karena Jordan tidak akan pernah rela tubuh indah dan juga mulus milik Asmirandah itu, dinikmati oleh orang lain. karena mulai saat ini, laki-laki itu akan mengklaim bahwa Asmirandah adalah miliknya dan tidak bisa diganggu gugat.
"sebentar lagi, kau akan benar-benar menjadi milikku!"setelah mengatakan hal itu, Jordan segera menarik tangan milik Asmirandah dan juga meraih kertas yang ada di atas nakas. kemudian dengan tangan wanita itu, Jordan mulai membuat sebuah tanda tangan untuk menandatangani surat perceraian yang telah susah payah dibuat oleh laki-laki itu.
***
Sementara itu di tempat lain, terlihat seorang laki-laki yang tengah kebingungan seorang diri. karena tidak ada yang mau membantunya.
"aaaakkhh! sialan kenapa tidak ada yang mau membantuku?"tanya laki-laki itu mengeram kesal. siapa laki orangnya jika bukan Yudha.
Laki-laki yang masih mencintai Asmirandah itu, Tak ubahnya seperti seorang laki-laki bodoh saat ini. karena dirinya, benar-benar dicampakkan oleh Naomi. dan sialnya lagi, wanita itu tidak diketahui di mana keberadaannya.
"aku benar-benar kehilangan semuanya!"ucap laki-laki itu Seraya mengamuk di dalam mobilnya. dan dengan hati yang sangat kesal, Yudha segera mengendarai mobil pribadinya itu secara ugal-ugalan. dan tiba-tiba saja,...
bruuakk
duaarrr
__ADS_1
Seketika jalanan yang sepi itu, berubah menjadi jalanan yang padat penduduk. karena bunyi dan juga kondisi mobil yang sangat memprihatinkan itu.
"apakah korbannya selamat?"tanya seorang warga pada yang lain.
"entahlah! tapi melihat kondisi dari mobilnya yang seperti ini, rasa-rasanya mustahil!"sahut yang lain dengan menatap horor ke arah kendaraan itu.
Dengan segera, salah satu dari mereka menghubungi nomor yang ada di ponsel laki-laki itu.
****
"Papa!"teriak Celine pada sang suami. saat wanita paruh baya itu, baru saja mendapatkan telepon dari nomor milik Yudha.
"ada apa Ma?"tanya Indra dengan langkah tergesa-gesa.
Dengan tubuh gemetaran, wanita paruh baya itu segera menyerahkan ponsel yang masih menyala kepada sang suami. mendadak tubuh Indra sedikit bergetar. padahal laki-laki itu belum mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.
("halo apakah benar ini dengan keluarga saudara Yudha?")
"iya pak ini saya, Papanya. Memangnya ada apa?"tanya laki-laki paruh baya itu dengan insting yang semakin tidak enak.
("maaf tuan saya menemukan mobil putar anda di jalan Z di dekat jurang! saya harap anda segera datang kemari!")
Tubuh Indra seketika membeku di tempatnya. Bahkan, laki-laki itu tidak merespon saat istrinya meraung-raung menanyakan apa yang sebenarnya terjadi.
Tanpa pikir panjang lagi, laki-laki paruh baya itu segera berjalan dengan cepat untuk menuju ke lokasi yang ditunjukkan oleh orang itu.
"Pa, Mama ikut!"teriak wanita paruh baya itu Seraya berjalan mengikuti langkah dari sang suami untuk menuju ke kendaraan mereka.
Di sepanjang perjalanan, Celine dan juga Indra, tak henti-hentinya berdoa pada Tuhan agar Putra mereka itu diberikan kesempatan kedua untuk memperbaiki hidupnya. walaupun anak itu sudah mengecewakannya, namun Indra dan juga Celine tidak bisa menampik bahwa Yudha masih tetap menjadi darah dagingnya sampai kapanpun.
__ADS_1