Ditikung Kakak Kandung

Ditikung Kakak Kandung
Bab 197


__ADS_3

Beberapa waktu kemudian,....


Setelah menunggu cukup lama, Tiara pada akhirnya memiliki waktu untuk pergi untuk memastikan bahwa Naomi memang telah tiada dengan aksi kebakaran itu.


Pagi-pagi sekali, wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu sudah bersiap untuk pergi ke tempat yang memang telah direncanakan.


Wanita itu tentunya pergi meninggalkan kediaman keluarga Prakoso Saat semua orang benar-benar sudah pergi dari sana seperti hari-hari biasanya.


" ingat, jaga anak itu dengan baik. jangan sampai, orang-orang mengetahui apa yang aku lakukan di belakang mereka. kalau hal itu sampai terjadi, maka kalian semua akan menyesal seumur hidup kalian."ancam Tiara dengan nada suara yang begitu sungguh-sungguh.


Dan setelah mengatakan hal itu, wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang segera menuju ke dalam mobil yang memang telah disiapkan oleh orang-orang yang ada di sana.


"mobilnya sudah siap Nyonya."salah satu pekerja rumah itu, menghampiri Tiara. membuat wanita itu seketika menganggukan kepala dan langsung melenggang pergi dari sana.


Tak berselang lama dari itu, mobil yang ditumpangi oleh Tiara telah sampai di sebuah rumah yang terlihat hangus karena terbakar.


"iya aku juga menemukan jasad seorang wanita yang terbakar di rumah itu. ih mengerikan sekali."


"iya tubuhnya gosong dan tidak bisa dikenali lagi."


"sungguh sangat-sangat mengerikan."


Saat Tiara Baru saja sampai di sana, wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu mendengar bisikan para orang-orang yang berlalu lalang di hadapannya.


"apa yang mereka tengah bicarakan adalah bangunan yang aku bakar kemarin?"tanya Tiara bermonolog pada dirinya sendiri.


karena merasa begitu penasaran, pada akhirnya wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu segera menghampiri sekumpulan para ibu-ibu yang telah bergosip ria itu.


"Maaf Bu, permisi Ada yang ingin saya tanyakan."semua wanita yang ada di sana, seketika terdiam saat mendengar suara Tiara menginstruksi dari belakang.

__ADS_1


"eh iya ada apa, Mbak?"tanya salah seorang ibu-ibu yang memakai daster warna orange


"mohon maaf tadi kalian semua membahas tentang apa ya?"tanya wanita itu dengan nada suara yang hati-hati jangan sampai dirinya malah dicurigai jika terlalu terlihat menanyakan akan yang mereka bahas saat ini.


"oh itu loh Mbak, kemarin saya melihat seorang wanita yang tubuhnya hangus terbakar di rumah tua yang ada di sana."tunjuk ibu itu pada sebuah rumah yang memang telah rata dengan tanah.


'itu pasti milik Naomi. kalau bukan milik Naomi, lalu milik siapa lagi? jelas-jelas bangunan itu adalah bangunan yang terpencil tidak ada orang lain yang mengetahui akan hal itu kecuali orang-orang yang ada di tempat itu dan juga batin wanita itu bernafas lega.


Setelah bermonolog seorang diri, pada akhirnya Tiara memutuskan untuk pergi dari sana. entah mengapa, wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu tidak langsung terlebih dahulu.


****


Sementara itu di tempat lain, lebih tepatnya di kediaman milik keluarga Orlando, terlihat seorang wanita tengah tertawa terbakar karena telah berhasil menipu musuh bebuyutannya.


"hahaha kau tidak akan pernah bisa semudah itu untuk menemukan keberadaanku."ucapnya diakhiri dengan senyuman menyeringai.


"Bagaimana Apakah kau berhasil untuk mengecoh pergerakan dari musuh bebuyutanmu itu ?"tanya Celine yang tiba-tiba sudah berada tepat di hadapan Tiara.


"sudah aku sudah memberikan Dia sedikit pelajaran. tapi itu sepertinya belum berpengaruh terhadap kehidupannya. aku akan menyiapkan sesuatu yang lebih menarik untuk wanita itu."ucapnya caranya menatap tajam ke arah sebuah foto yang ada di genggaman tangannya.


Celine yang mendengar itu pun, hanya menganggukkan kepala. wanita paruh baya itu percaya apa yang akan dilakukan oleh Naomi, pasti akan menghasilkan sesuatu yang memuaskan.


"baik aku percayakan semuanya padamu. aku percaya, Kau pasti akan melakukan semua hal untuk membalaskan dendam yang ada dalam dirimu."ucap wanita itu sebelum pergi dari hadapan Naomi.


"tidak usah diingatkan, memang itu adalah tujuanku."dengus wanita itu sesaat setelah beberapa lama terdiam.


****


Sementara itu di kediaman terpencil milik keluarga kecil Jordan, terlihat di sana tengah dalam keadaan suasana yang begitu hangat. karena laki-laki yang memiliki jambang tipis di kiri dan kanan wajahnya itu tengah berbincang-bincang dan bercanda dengan Putri kecilnya.

__ADS_1


Walaupun semua itu dirasa percuma saja. Karena gadis kecil berusia 2 bulan itu, belum mengetahui apapun yang dibicarakan oleh saya. sehingga yang dapat direspon olehnya, hanyalah sesekali tertawa riang.


Namun itu semua, justru membuat Jordan semakin merasa gemes pada Putri kecilnya itu.sesekali akan tertawa saat melihat celotehan dari Putri kecilnya itu.


Namun hal itu sama sekali tidak berpengaruh untuk Asmirandah. Karena Wanita cantik itu sama sekali tidak bereaksi dengan interaksi yang dilakukan oleh Jordan dan juga Arabella.


Wanita itu seakan adalah sebuah patungyang tidak memiliki nyawa karena ekspresinya hanya datar.


"Kenapa kau diam saja seperti itu Apakah kau tidak senang Aku bermain dengan putriku sendiri ?"tegur Jordan pada istrinya itu hingga membuatnya seketika tersentak kaget.


"a...ah, aku senang sekali melihat kalian seperti ini. semoga keluarga kecil kita selalu mendapatkan kebahagiaan seperti ini."ucap Asmirandah Seraya tersenyum simpul menatap ke arah laki-laki itu dan juga Arabella secara bergantian.


Jordan yang mendengarnya pun, tersenyum kecil. kemudian mulai menarik tangan dari wanita yang sangat ia cintai itu dengan lembut.


"kau benar-benar cantik Sayang."bisik laki-laki itu Seraya mengecup pipi dari wanita itu. hingga membuatnya seketika tersenyum simpul.


Walaupun dalam hatinya, Asmirandah merasa begitu risih. namun wanita itu tidak bisa berbuat apa-apa karena semua yang ia lakukan ke depannya, akan berpengaruh pada nasib orang-orang yang ia sayangi terutama Haidar.


****


Di belahan bumi yang lain, terlihat seorang laki-laki yang memiliki wajah manis, masih bermain dengan Putra pertanyaan. siapa lagi jika bukan Zidane dan juga Haidar.


Sepasang Ayah dan anak itu, tengah bercanda tawa di sela-sela kegiatan mereka bermain.


"atau tapek Yah tudah yuk atu au minum."rengek Haidar dengan nada suara yang begitu lucu dan juga ekspresi wajah yang sangat menggemaskan.


Zidane yang mendengar itu, seketika tertawa lepas. laki-laki yang berwajah hitam manis itu segera menggendong tubuh dari putranya dan membawanya untuk segera pergi dari sana.


"yey telbang! hahaha!" teriak bocah kecil itu dengan nada suara yang sangat girang dengan tawa yang sangat menggema.

__ADS_1


Zidane yang mendengar itu seketika terkekeh geli dan langsung menciumi pipi gembul milik bocah itu. yang begitu sangat menggemaskan di mata sang ayah.


__ADS_2