
Haidar yang mendengar itu seketika menganggukkan kepala. langsung melangkahkan kakinya untuk menghampiri sang mama yang juga tengah duduk dan menatapnya itu.
"mau dipeluk!"rengek bocah berusia 2 tahun itu pada Asmirandah. hal itu sontak saja membuatnya, kembali menitikan air mata karena merasa tidak kuat dengan situasi seperti ini.
Asmirandah dengan segera langsung memeluk tubuh Putra sulung itu dan memberikan beberapa kali kecupan di sana.
"Mama janji, hari ini kita akan bersama dan Mama akan menghabiskan waktu ini bersama denganmu."bisik wanita itu tepat di telinga Haidar.
Membuat bocah kecil yang memang tidak mengerti apa yang dimaksud oleh sang ibu, hanya dapat menganggukkan kepala kemudian mulai memejamkan mata dalam pelukan sang ibu. 10 menit kemudian, sudah terdengar dengkuran halus dari mulut mungil milik Haidar.
Itu semua menandakan bahwa saat itu bocah kecil berusia 2 tahun sudah dalam keadaan terlelap dan terbuai kembali ke dalam mimpi. membuat Asmirandah semakin kencang dalam menangis karena tidak ingin kehilangan momen-momen seperti ini. tanpa terasa karena lelah dalam menangis, pada akhirnya wanita cantik itu pun terlelap di samping Haidar dengan memeluk tubuh milik putranya itu. setelah sebelumnya, memberikan tubuh putranya di atas tempat tidur.
Tanpa disadari oleh wanita itu ada sepasang mata yang menatap pemandangan itu juga dengan tatapan penuh dengan kesedihan.
"tenanglah Zidane semuanya akan baik-baik saja."ucap Ajeng mencoba untuk memberikan semangat pada putranya itu.
Zidane yang mendengar itu pun hanya menganggukkan kepala. karena memang itu adalah merupakan keputusan yang tepat. kemudian Ajeng meminta Zidane untuk beristirahat di dalam kamar.
Sementara wanita itu sendiri, juga melakukan hal yang sama. karena memang, tubuh dari Ajeng juga mengalami hal yang sama yaitu pegal-pegal dan juga sakit di bagian tertentu. sehingga tak membutuhkan waktu lama, mereka bertiga akhirnya terlelap dan terbuai dalam dunia mimpi.
****
Sementara itu di dalam kediaman keluarga Orlando, terlihat Naomi yang tengah menatap pemandangan yang ada di hadapannya itu dengan tatapan datarnya.
"jadi Asmirandah memutuskan untuk menghapus ingatan Haidar tentang pertemuannya saat ini?"tanya wanita itu pada mata-mata yang diperintahkan untuk memata-matai keluarga Prakoso.
"benar nyonya. bahkan saat ini, ramuan itu sudah bekerja dalam tubuh Haidar. dan juga orang-orang di dalam kediaman itu sudah diberikan obat tidur sampai 5 jam ke depan. sehingga dapat dipastikan rencana mereka akan kembali aman untuk yang kedua kalinya."ucapnya memberitahu.
__ADS_1
Membuat Naomi yang mendengar itu, seketika tersenyum miring."itu tidak akan pernah terjadi."ucapnya Seraya langsung melenggang pergi dari sana. walaupun merasa sangat kesulitan dalam berjalan karena salah satu kakinya sudah tidak ada, akan tetapi wanita itu masih dapat menjalankan aksi jahatnya dengan baik.
"kita mau ke mana Nyonya?"tanya orang itu saat melihat tuannya bersiap-siap untuk pergi.
,"kita akan mencoba untuk bersenang-senang terlebih dahulu sebelum melihat kehancuran orang-orang itu."sahut wanita itu dengan senyuman iblisnya.
Mereka berdua segera pergi meninggalkan kediaman keluarga Orlando untuk menuju ke kediaman keluarga Prakoso.
Tak berselang lama, mobil yang ditumpangi oleh Naomi telah sampai di depan kediaman itu. dan entah mengapa, suasana di sana tampak sekali lenggang. namun hal itu sama sekali tidak diperdulikan oleh Naomi. karena yang terpenting saat ini bagi wanita itu adalah membongkar semuanya.
"ayo sekarang kita masuk!"titah wanita itu Seraya melangkahkan kakinya dengan begitu angkuhnya.
Lima Jam kemudian,..
Kedua bola mata milik Tiara perlahan-lahan mulai terbuka. kepala wanita itu terasa sangat begitu berat saat ini. seperti sesuatu yang telah menghimpit kepalanya.
Setelah terdiam cukup lama dan menikmati rasa sakit di kepalanya itu, kedua bola matamu Tiara seketika mempelai sempurna. wanita itu menyadari akan sesuatu hal.
"astaga dia benar-benar licik dia sudah berhasil lolos saat ini."ucapnya dengan nada suara yang begitu kesal.
"ini tidak bisa dibiarkan. aku harus segera memberitahukan ini semua pada Oma Keisha."sambung wanita itu Seraya beranjak dari tempat tidur untuk menuju ke ruang tamu di mana orang-orang itu berada saat ini.
Ceklek
"bagaimana bisa kita berada di kamar masing-masing? bukankah seharusnya kita masih berada di ruang tamu dan sedang berbicara satu sama lain?"tiba-tiba saja saat Tiara membuka pintu kamar, wanita itu mendengar sebuah obrolan di depan pintu kamarnya.
"aku juga tidak tahu Bu. kenapa kita bisa berada di kamar masing-masing seperti ini? "sahut Sahara mencoba untuk memijat pelipisnya yang terasa berdenyut karena pusing.
__ADS_1
"apakah ada maling?"tiba-tiba saja Garda dan juga Rafael bertanya seperti itu secara bersamaan.
Membuat kelima manusia itu, seketika membulatkan matanya dengan sempurna. dan secepat kilat pula, manusia-manusia berbeda generasi itu segera berlarian untuk mengecek apakah ada yang hilang atau tidak.
"kenapa kalian berlarian seperti ini?"tanya Jordan yang baru keluar dari ruang kamarnya.
"astaga Jordan kau kenapa?"tanya Oma Keisha saat melihat pemandangan yang ada di hadapannya saat ini.
"aku tidak tahu. yang jelas kepalaku sangat pusing saat membuka mata."sahut laki-laki itu Seraya memijat kepalanya dengan perlahan.
"apakah dugaan Kita semua adalah sebuah kebenaran? kenapa kita bisa mendadak berada di kamar masing-masing dalam keadaan tidak sadarkan diri seperti ini?"tanya Sahara yang mulai ketakutan karena membayangkan sesuatu hal yang terjadi di keluarganya.
"kita cari dulu jangan pernah berasumsi sendiri karena itu akan membuat kita semakin panik."tutur Opa Galang yang juga keluar dari dalam kamarnya.
Mereka semua yang mendengar itu pun seketika melakukan kepala dan mulai mengecek barang-barang yang ada di rumah itu apakah ada yang hilang atau tidak.
Setelah beberapa saat kemudian, mereka kembali ke dalam titik pertemuan yaitu ruang keluarga.
"bagaimana apakah ada yang hilang ?"tanya Oma Keisha dengan raut wajah yang begitu khawatir.
Mereka semua seketika menggilingkan kepalanya.
"semua tidak ada yang akan hilang karena ini bukan pekerjaan maling."semua orang menoleh ke arah sumber suara saat mendengar seseorang berkata seperti itu tepat di belakang mereka.
"aaaakkhh! pergi kau dari sini pergi!"tiba-tiba saja Tiara berteriak dengan begitu kencangnya. membuat orang-orang yang ada di sana, seketika menatap wanita berambut panjang sampai pinggang itu dengan tetapan yang sangat bertanya-tanya.
"hei Kau ini kenapa?"tanya Sahara yang tampak kesal saat melihat tingkah laku dari Tiara itu.
__ADS_1
"di..dia sudah mati. untuk apa, dia berada di sini?"tanya Tiara dengan nada suara terbata-bata.