Ditikung Kakak Kandung

Ditikung Kakak Kandung
Bab 123


__ADS_3

Sementara di tempat lain, terlihat seorang wanita baru saja membuka matanya secara perlahan. karena pandangannya, terasa sangat silau akibat sinar matahari yang baru saja menyamarkan penglihatannya.


"euuumm." wanita cantik itu Melenguh tertahan. kemudian dengan gerakan perlahan mulai memiringkan tubuhnya ke kanan ke kiri untuk meregangkan otot-ototnya. dan di saat itulah, kedua mata milik Asmirandah yang pada awalnya terasa sangat sayu dan juga berat, seketika terbuka dengan lebar.


"astaga apa yang terjadi!"pekik wanita itu Seraya melompat dari atas tempat tidur. sehingga membuat Jordan yang awalnya masih terlelap, dengan terpaksa membuka matanya.


"kenapa sayang?"tanya laki-laki itu dengan santainya. membuat Asmirandah yang mendengar itu, seketika menatapnya dengan tatapan membunuhnya.


"apa yang kau lakukan Jordan?"tanya wanita itu Seraya menyambar pakaiannya yang berserakan di mana-mana. dengan secepat kilat, wanita itu memakainya.


"tentu saja melakukan ritual suami istri. Memangnya apa lagi yang kau harapkan dari dua manusia yang sudah dewasa?"tanya laki-laki itu dengan santainya. dan sukses membuat Asmirandah yang mendengarnya, semakin menatap nyalang ke arah adik sepupu dari Zidane itu.


" kau memang sudah gila!"setelah mengatakan hal itu, Asmirandah segera bergegas menuju ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


"aku memang gila, gila karenamu!"ucapnya dengan tenang. setelah itu, terkekeh kecil.


Sementara itu di dalam kamar mandi, Asmirandah kembali menumpahkan air matanya yang mungkin sudah terlalu kering. Karena Wanita itu, menangis tanpa henti semenjak berada dalam jangkauan Jordan.


"Papa, Bunda, bantu Mira. bantu Mira untuk keluar dari sini!" ucapnya dengan suara yang sangat lirih. dan tak lama berselang, itu kembali menangis terisak. karena di situasi seperti ini, dirinya tidak bisa berbuat apa-apa.


Lima belas menit berlalu, pada akhirnya Asmirandah keluar juga dari dalam kamar mandi. dengan penampilan yang jauh lebih segar dari sebelumnya. di sana Wanita itu sudah melihat Jordan tengah menyantap makanannya tanpa ada beban sedikitpun.


"ayo sayang kita sarapan."seketika Asmirandah merasa sangat mual saat mendengar laki-laki itu mengatakan kalimat 'sayang'. dari dalam mulutnya.


Tanpa menghiraukan apapun, Asmirandah segera masuk ke dalam ruangan ganti untuk mengganti pakaiannya. dan setelah selesai, wanita itu tidak menemukan keberadaan Jordan.


'syukurlah Dia sudah pergi.' batinnya tersenyum lega. dengan gerakan perlahan tapi pasti, wanita itu segera melangkahkan kakinya untuk mengambil makanan yang memang sudah tersedia di atas nakas.


Namun, gerakannya terhenti saat wanita itu melihat sebuah amplop berwarna coklat tergeletak di antara nampan. entah keberanian dari mana, wanita itu sudah membuka amplop coklat itu.


Kedua matanya seketika membulat sempurna saat membaca isi di dalam amplop coklat itu.

__ADS_1


"apa ini maksudnya?"tanya wanita itu dengan kondisi kepala yang sedikit terasa sangat pening.


"kau sudah membacanya?" tiba-tiba saja, Jordan sudah berada di belakangnya. hingga membuat wanita itu, seketika begitu terkejut.


"a..apa ini maksudnya?" tanya wanita itu, dengan nada suara terbata-bata.


"bukankah kau sudah membacanya, hmm?" bukannya menjawab pertanyaan dari wanita itu, Jordan justru malah balik bertanya.


Seketika itu pula, Asmirandah menggelengkan kepalanya dengan lelehan air mata yang membasahi pipinya.


"kenapa kamu melakukan ini?"tanya wanita itu dengan nada suara yang sangat lirih.


Dengan gerakan cepat, laki-laki yang memiliki jambang tipis di sisi kiri dan kanan wajahnya itu, seketika tersenyum sinis.


"kenapa kamu malah bertanya seperti itu? bukankah kau sudah tahu jawabannya?" tanya laki-laki itu, dengan senyuman yang mengerikan di mata Asmirandah.


"aku mohon, tolong lepaskan aku!" ucapnya. yang saat ini, sudah dalam keadaan berlutut di depan Jordan.


"diamlah jangan menangis terus! Kau sangat membuatku pusing!"hardik laki-laki itu Seraya menunjuk ke arah Asmirandah. hingga membuat wanita itu, seketika mundur karena merasa ketakutan.


"shhitt."


Jordan seketika mengumpat. saat laki-laki itu, tidak sengaja mengeluarkan sisi lain dari dalam dirinya.


tanpa berpikir panjang lagi, laki-laki itu segera memeluk tubuh Asmirandah dengan sangat erat. walaupun di dalam sana, wanita itu berusaha untuk melepaskan diri.


"kau harus mau menjadi milikku! atau kalau tidak, aku akan membuat kau menyesal seumur hidup!"ancamnya nada suara yang sangat lembut. namun, penuh dengan penekanan.


Seketika itu pula, Asmirandah mendongakkan kepalanya menatap nanar ke arah laki-laki itu.


"apa yang akan kau lakukan?"tanya wanita itu dengan tubuh gemetaran.

__ADS_1


"tentu saja menyakiti putramu!"jawabnya enteng.


Seketika itu pula kedua mata Asmirandah membulat sempurna."jangan! aku mohon, sama aku itu!"ucapnya dengan tubuh bergetar hebat.


Sementara Jordan yang mendengar itu, semakin tertawa dengan terbahak-bahak. sampai membuat aspiranda yang melihatnya, bergidik ketakutan.


"kalau begitu, mari kita menikah!"ucap laki-laki itu Seraya mengulurkan tangan untuk menggapai tubuh mungil milik Asmirandah. dan tanpa bisa dicegah, wanita itu akhirnya pasrah.


Tentu saja hal itu membuat Jordan merasa di atas angin. karena laki-laki itu, benar-benar akan memiliki Asmirandah dengan statusnya sebagai suami dari wanita itu.


Tanpa pikir panjang lagi, laki-laki itu segera menggandeng Asmirandah untuk menuju ke suatu tempat. di mana, telah dipersiapkan oleh Jordan.


Sesampainya di sana, mereka berdua segera digiring untuk berganti pakaian. dan di sela-sela kegiatan itu, Asmirandah memikirkan sesuatu. kemudian wanita cantik itu segera menoleh ke arah Jordan yang kini menatapnya.


"apakah aku benar-benar sudah tidak terikat dengan Zidane?"tanya wanita itu memastikan.


Karena Asmirandah tidak ingin, dirinya terlibat hubungan poliandri. yaitu memiliki dua suami. karena Asmirandah, masih cukup waras jika ingin melakukan hal itu.


"kau tenang saja. Bang Zidane pasti akan langsung menandatangani surat itu. dan besok pagi, aku akan memastikan bahwa surat gugatan cerai itu sudah berada di tangan kita!"ucapnya dengan tersenyum lebar.


****


"sudahlah Kak lebih baik tanda tangani saja!"ucap Tiara mengompori. "atau jika tidak, apa kakak ingin semua orang mengetahui pernikahan Kakak dengan Asmirandah?"ancam Tiara karena sudah merasa frustasi dengan sikap diam laki-laki itu.


Seketika itu pula, Zidane menatapnya dengan tatapan yang sangat membara. membuat Tiara bukannya takut, wanita itu justru malah terkekeh pelan.


"makanya jika tidak ingin semuanya terbongkar, segeralah tanda tangani!"ucapnya penuh dengan penekanan.


Dan pada akhirnya, laki-laki itu pun segera bergerak dengan pelan untuk menandatangani surat perceraian itu. dan Hal itu membuat Tiara, seketika tersenyum penuh kemenangan.


"kita akan bermain-main dengan hati."ucapnya dalam hati dengan tersenyum menyeringai.

__ADS_1


"


__ADS_2