Ditikung Kakak Kandung

Ditikung Kakak Kandung
Bab 126


__ADS_3

"aku tidak bisa datang ke sana Tiara. karena pernikahanku dengan Asmirandah, baru saja berjalan. Jadi, aku tidak ingin semua menjadi kacau seperti ini!"ungkap Jordan saat ponsel itu sudah berada kembali di tangannya.


Sementara Asmirandah, wanita itu entah pergi ke mana mungkin terlalu syok dengan apa yang dia dengar barusan. hingga membuat wanita itu, memutuskan untuk pergi dari sana.


("o..oh, kalian benar-benar sudah menikah?")


"tentu saja Tiara. Mana mungkin aku tidak menikahi dia? aku sudah bersusah payah untuk menculik dia bersama dengan Naomi. jadi aku manfaatkan keadaan ini sebaik mungkin."jawab laki-laki itu dengan entengnya.


Tanpa tahu dari seberang sana, seseorang tengah menitihkan air mata dan tengah menahan amarah yang luar biasa akibat pengakuan dari laki-laki yang memiliki jambang tipis di kiri dan kanan wajahnya itu.


("o...oh, Ya sudah kalau begitu. have fun ya. aku doakan, semoga kalian berdua langgeng sampai kakek nenek.") terdengar suara Tiara yang bergetar dari seberang sana.


Namun, hal itu sama sekali tidak diperdulikan oleh Jordan. karena laki-laki itu, terlampau bahagia karena pada akhirnya, mampu memiliki sesuatu yang dia idam-idamkan selama ini.


"Ya sudah kalau begitu aku tutup dulu."setelah mengatakan hal itu, Jordan segera melempar ponselnya ke arah tempat tidur. dan dengan segera, laki-laki itu menghampiri Asmirandah yang tengah mematung di tempatnya.


"kenapa, apakah kau benar-benar terkejut?"tanya laki-laki itu Seraya menangkup wajah mirip wanita yang dia sayangi. hingga membuat mata keduanya, seketika saling bertemu satu sama lain.


Tanpa basa-basi, wanita itu segera mendorong tubuh laki-laki yang kini telah berstatus sebagai suaminya itu. melenggang pergi dari sana. dengan hati yang berkecamuk.


Sementara Jordan sendiri, laki-laki itu hanya memandangi kepergian dari wanita pujaannya itu tanpa berniat untuk menyusul.


"di saat semua orang menjauhimu, aku adalah orang pertama yang akan merangkulmu. karena sampai kapanpun juga, aku tidak akan pernah melepaskanmu!"laki-laki itu berkata Seraya tertawa pelan.


****


"kau benar-benar brengsek Asmirandah! aaaakkhh! aku benar-benar membencimu!"teriak wanita itu. yang saat ini, tengah berada di dalam mobil miliknya.

__ADS_1


Karena memang, Tiara saat ini, tengah berada di luar rumah keluarga Prakoso. wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu, meminta izin pada Oma Keisha untuk keluar sebentar.


"aku akan benar-benar menghancurkanmu lewat putramu sendiri!" desisTiara dengan tajam.


Kemudian mulai melangkahkan kakinya untuk menuju ke suatu tempat. tanpa disadari oleh wanita itu, ada seseorang yang mengikutinya dari arah belakang. suasana untuk beberapa saat terlihat begitu aman. hingga wanita itu, menyadari akan sesuatu.


"siapa mereka?!"tanya Tiara saat melihat beberapa mobil yang mengikuti laju kendaraannya.


drrrttt drrttt


Tiba-tiba saja, ponselnya kembali berdering. dan setelah dilihat, ternyata itu adalah panggilan dari anak buahnya.


"halo Jimmy, ada apa?"tanya wanita itu dengan mata tetap fokus ke arah jalan. dan sesekali, akan melirik ke arah gerombolan orang-orang itu yang semakin gencar untuk mendekati mobilnya.


("Maaf Bos, sepertinya ada yang mengikuti mobil anda. saya baru saja membuka dokumen yang ada di ponsel saya. maafkan atas keterlambatan ini!')


("maafkan saya Bisa. saya akan segera menyelidiki semuanya. sekali lagi, maafkan saya!")


"shhitt! Damn! siapa yang berani-beraninya mengusik ketenanganku! akan aku tunjukkan, bagaimana aku sebenarnya!"setelah mengatakan hal itu, wanita yang memiliki surai panjang itu segera melajukan kendaraannya lebih cepat dari sebelumnya.


Sehingga, membuat orang-orang yang ada di belakangnya mulai sedikit khawatir karena mereka semua hampir saja kehilangan jejak. Entah dari mana Tiara mendapatkan skill seperti itu. karena kemampuannya ini, bukan seperti kemampuan wanita pada umumnya.


Mungkin memang benar ucapan dari seseorang yang mengatakan, jangan pernah bermain-main dengan hati atau kau akan menyesal. dan sekarang ini, Tiara tengah menunjukkan siapa sebenarnya dirinya. terutama pada Asmirandah.


"mulai saat ini, kau bukan lagi sahabatku! dan aku, orang pertama yang akan menghancurkanmu!"ucapnya Seraya mencengkeram setir kemudi itu.


****

__ADS_1


Sementara itu di tempat lain, terlihat Zidane tengah bermain dengan Putra kecilnya. yang semakin lama, semakin menunjukkan perubahan yang sangat pesat. tentunya Hal itu membuat Zidane, merasa begitu bahagia.


"apapun Yang terjadi, kau harus segera tumbuh menjadi laki-laki sejati. dan mampu untuk melindungi orang-orang yang kamu cinta. jangan seperti Ayah."ucap laki-laki itu Seraya menyentuh kening Haidar.


tes


Tanpa terasa, cairan bening itu kembali keluar dari kedua belah matanya. sungguh, Zidan kali ini benar-benar sangat rapuh. dikhianati oleh keluarga sendiri, pernikahan yang terpaksa harus kandas, dan mengetahui jika wanitanya itu menikah dengan laki-laki lain.


Sungguh, mental dari Zidane benar-benar diuji. tidak gila saja, mungkin sudah menjadi suatu keberuntungan bagi laki-laki itu. karena mentalnya selalu dihajar oleh keadaan dan juga kenyataan yang ada di hidupnya saat ini.


"sabarlah sayang. Mami juga bingung bagaimana harus menghadapi keadaan ini!"laki-laki itu seketika menoleh saat mendapati Ajeng berada tepat di sampingnya.


"Mami, kenapa Mami ada di sini? bagaimana nanti kalau ketahuan?"tanya laki-laki itu dengan raut wajah yang sangat cemas.


"tenangkan dirimu sayang. semua akan baik-baik saja percaya sama Mami."jawab wanita paruh baya itu dengan senyuman yang begitu menenangkan.


"kapan cobaan ini akan berakhir? sungguh aku benar-benar sangat lelah!"keluh laki-laki itu memeluk tubuh ibunya dengan begitu erat.


Sementara Ajeng sendiri, mengambil Haidar dari dalam pelukan putranya. dan mulai menimang-nimang bayi mungil berusia tiga setengah bulan itu.


"Oma janji, tidak ada yang bisa mengganggumu. maafkan semua atas sikap Oma selama ini terhadap ibumu!"ucap wanita paruh baya itu penuh dengan penyesalan.


Dan pada akhirnya, Zidane dan juga Ajeng kembali meluangkan waktu untuk bermain dengan bayi kecil itu. dan saat ini, Haidar tengah mengenakan pakaian milik ibunya. dan entah kebetulan atau tidak, semenjak bayi itu mengenakan pakaian ibunya, sudah tidak terdengar tangisan dari bibir mungilnya. dan juga sudah tidak ada laporan dari para pengasuh yang menjaganya.


"lihatlah sayang. anak kita sangat merindukanmu. tapi kenapa kau tega meninggalkanku begitu saja?"tanya laki-laki itu dengan nada suara yang sangat lirih. namun masih terdengar oleh Ajeng.


"sabar sayang. mungkin cinta kalian masih diuji oleh sang maha kuasa. dan Mami yakin, kalian mampu untuk melewatinya!"ucapnya mencoba untuk menenangkan.

__ADS_1


__ADS_2