
Setelah menunggu kesempatan itu cukup lama, pada akhirnya Asmirandah bisa melaksanakan rencana itu dengan begitu mulus.
"bagaimana apakah kamu sudah mendapatkan waktu yang tepat?"tanya Ajeng pada Asmirandah. karena saat ini dua wanita berbeda generasi itu tengah berada di dapur tengah mempersiapkan semuanya.
"Jordan sedang berada di dalam kamar. sementara Arabella dan juga Elvio, sedang bersama dengan para pengasuhnya."ucap wanita itu dengan tersenyum sedikit lebar.
Ajeng yang mendengar itu pun seketika menganggukkan kepala. kemudian dengan segera, membawa minuman itu pada Rafael.
Karena ternyata, laki-laki paruh baya itu tidak pergi keluar rumah seperti yang lainnya. sehingga wanita paruh baya itu sedikit harus bekerja keras untuk mendapatkan kesempatan itu. karena sama seperti Asmirandah, Ajeng pun juga ingin bertemu dengan Haidar.
"kok seperti ada yang kurang?"Asmirandah mencoba untuk mengingat apa yang kurang dari rencana mereka itu.
"apanya yang kurang Asmirandah?"tanya Ajeng dengan raut wajah kebingungan. karena menurut perasaannya, semua sudah sesuai dengan rencana mereka.
Setelah lama berpikir, Asmirandah mulai mengingat sesuatu. dan tak lama berselang, kedua bola mata dari wanita itu membulat dengan sempurna.
"Tante kenapa tidak memberikan minuman itu pada Tiara juga?"tanya Asmirandah pada wanita paruh baya yang ada di hadapannya saat ini.
"oh ya kenapa aku tidak berpikiran sama sekali."sahut wanita paruh baya itu Seraya menepuk keningnya sendiri.
Kemudian, dengan segera mulai meracik satu minuman lagi yang akan diberikan pada Tiara. karena menurut mereka berdua, wanita itu juga memiliki aksi yang bahaya. dan untuk para pelayan yang ada di rumah itu, mereka tidak terlalu memusingkan karena hampir semuanya sangat takut pada Ajeng. sehingga pasti mereka tidak ada yang berani untuk macam-macam dengan wanita paruh baya itu.
Tanpa disadari oleh mereka berdua, ada seseorang yang mengintip sejak tadi. dan tak lama berselang, kedua sudut bibir dari wanita itu membentuk sebuah senyuman smrik.
"kena kalian sekarang!"gumam Nanda Setelah mengabadikan momen itu. dan dengan segera wanita itu pergi dari sana untuk melaporkan sesuatu ini pada bosnya.
Kembali lagi pada Ajeng dan juga Asmirandah. kedua wanita yang masih terlihat begitu cantik setelah memiliki anak itu, saat ini tengah bernegosiasi.
"oke kalau begitu kita ketemu setelah 30 menit memberikan minuman ini."putus Ajeng setelah bernegosiasi cukup lama dengan Asmirandah.
__ADS_1
Tentu saja hal itu membuatnya begitu sangat antusias. karena pada akhirnya, Asmirandah akan bertemu dengan Haidar. bertemu dengan Putra sulungnya bersama dengan Zidan itu.
"ayo Tante aku sudah merasa tidak sabar!"dengan langkah lebar dan senyum sumringah, Asmirandah segera melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam kamar di mana Jordan berada.
Ceklek
"sayang kamu bawa apa?"tepat saat wanita itu membuka pintu kamarnya, sebuah suara membuat Dia sedikit merasa terkejut. Dan hampir saja tergelincir karena melangkah mundur.
"astaga sayang, kau mengagetkanku saja."ucapnya Seraya mengusap dada yang terasa berdenyut akibat rasa terkejut itu.
Sementara Jordan sendiri, laki-laki yang memiliki jambang tipis di kiri dan kanan wajahnya itu hanya terkekeh pelan saat melihat raut wajah dari istrinya itu.
"kan aku cuma nanya kamu bawa apa? kenapa malah terkejut seperti itu?"tanya Jordan Seraya beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri wanita itu.
"aku bawa minuman kesukaanmu."ucap wanita itu Seraya tersenyum lebar.
"kau bawa apa? kenapa tumben sekali? pasti ada maunya kan?"tanya laki-laki itu Seraya menaikkan satu alisnya.
kenapa dia mengetahui rencanaku? apakah rencana ini sudah tersebar? batin Asmirandah merasa panik luar biasa.
Karena Wanita itu mengira jika Jordan benar-benar mengetahui apa rencananya saat ini.
"bilang sama aku kamu mau apa?"tanya laki-laki itu Seraya menelusukan kedua tangannya di belakang leher milik Asmirandah.
"apa kamu mau tas branded atau baju branded?"tanya laki-laki itu Seraya memberikan satu kali kecupan di bibir mungil milik Asmirandah itu.
Sontak saja hal itu membuat Asmirandah merasa begitu lega. karena ternyata dugaannya salah.
"emmm aku ingin perhiasan."dengan sangat terpaksa dan untuk mengelabui pemikiran dari laki-laki itu agar tidak membuatnya curiga, pada akhirnya Asmirandah memutuskan untuk meminta suatu barang. yang sebenarnya hal itu sama sekali tidak diinginkan olehnya.
__ADS_1
Jordan yang mendengar itu seketika tertawa lebar. dan tak lama berselang, laki-laki itu pun menganggukkan kepalanya.
"baiklah apapun yang kamu inginkan akan aku turuti."ucapnya Seraya kembali memeluk tubuh milik Asmirandah dengan begitu eratnya.
kemudian pandangan dari laki-laki itu seperti melihat ke penjuru ruangan itu. dan tak lama berselang, menatap ke arah Asmirandah dengan kening berkerut samar.
"di mana Arabella?"tanya laki-laki itu.
"emm Dia sedang berada di taman belakang bersama dengan para pelayan di rumah ini. karena jujur saja aku merasa begitu lelah. kau tidak marah kan?"tanya wanita itu bersikap manja.
Jika tidak mengingat bahwa dia melakukan hal ini demi Haidar, maka Asmirandah bersumpah tidak akan pernah bersikap manja seperti ini pada orang yang telah menghancurkan hidupnya itu.
"hmmm tidak masalah ayo kita istirahat."ucapnya dengan wajah yang terlihat aneh. dan Asmirandah tahu apa yang disebut 'istirahat' oleh Jordan.
"minum ini dulu."Asmirandah segera menyodorkan satu gelas minuman itu pada suaminya. dan dengan senang hati, Jordan menerima dan meminumnya dengan sekali teguhkan langsung habis.
Asmirandah mencampurkan 10 tetes pada minuman itu agar semuanya bekerja dengan lancar.
"maafkan aku Jordan. untuk pertama kalinya aku harus berubah menjadi orang jahat untuk bertemu dengan Putraku."batin wanita itu merasa tidak enak karena baru pertama kali ini melakukan sesuatu hal yang menurutnya salah.
perlahan tapi pasti, efek obat itu pun bekerja. dan tak lama berselang, kepala dari laki-laki itu tertunduk.
"kenapa aku mengantuk sekali?"tanya laki-laki itu bergumam Seraya memeluk tubuh milik Asmirandah.
"Ya sudah kalau begitu lebih baik kau istirahat saja."sahut Asmirandah sekenanya. Karena Wanita itu tahu, bahwa saat ini, Jordan sudah dalam keadaan sedikit tidak sadar. sehingga dia, tidak harus memerankan peran sebagai istri yang baik.
"akhirnya aku sedikit terlepas dari laki-laki ini."gumamnya Seraya bangkit dari tempat tidur Kemudian melangkahkan kakinya untuk keluar dari ruang kamar itu.
"bagaimana apakah kamu sudah memberikan minuman itu pada Jordan?"tanya Ajeng yang memang ternyata sudah berada di hadapan Asmirandah saat ini.
__ADS_1
"tentu saja Tante semuanya sudah sesuai dengan rencana kita. bagaimana dengan om Rafael?"Asmirandah balik bertanya.
"seperti kamu aku juga sudah berhasil memberikannya obat tidur itu."sahutnya dengan cepat.