Ditikung Kakak Kandung

Ditikung Kakak Kandung
Bab 53


__ADS_3

Cukup lama mereka berbincang-bincang dan melepas rindu satu sama lain. hingga tak terasa, hari sudah hampir malam. dan Hal itu membuat mereka berdua yang asik bercengkrama, seketika menyadari hal itu.


"nggak terasa ya, ternyata Hari sudah semakin gelap. ini karena kita asik berbincang-bincang dan bercanda tawa."ucap laki-laki berwajah manis itu Seraya mengulas senyum tipis.


Asmirandah yang mendengar itu, seketika mengedarkan pandangannya ke arah luar dari Cafe itu. dan memang benar, langit sudah hampir gelap karena sang surya sudah berada di ufuk barat untuk kembali ke peraduannya.


"kalau begitu, aku pulang dulu Bang."pamit Asmirandah Seraya beranjak dari tempat duduknya dan melangkahkan kaki untuk keluar dari Cafe itu.


Namun, langkah wanita itu langsung terhenti. saat tangan kanannya ditarik oleh Zidane. suntak saja, Hal itu membuat wanita cantik itu menghadap sang kekasih. kedua mata mereka, saling berpandangan satu sama lain. dengan detak jantung, yang berpacu tidak karuan dari mereka berdua.


"a... ada apa Bang?"tanya Asmirandah dengan raut wajah yang sangat gugup dan juga sedikit bergetar akibat rasa grogi yang menjalar wanita itu.


Zidane yang mendengar itu, seketika menggelengkan kepalanya. kemudian, menyentuh kedua pipi wanita itu dengan sangat lembut. hingga membuat wajah dari Asmirandah, seketika merah padam.


"Bang, jangan seperti ini kau membuatku menjadi tidak karuan."rengek wanita cantik itu kepada semua kekasih Hati.


Tentu saja hal itu membuat Zidan yang mendengarnya, seketika tertawa. kemudian, menarik wanita itu untuk masuk ke dalam dekapannya.


"sungguh, aku sangat mencintaimu."bisik laki-laki berwajah manis itu tepat di telinga Asmirandah. tinggal lagi-lagi, wajahnya bersemu merah.


"a... aku harus pergi Bang. aku tidak ingin, kedua orang tuaku sampai mencurigai hubungan kita."ucap wanita itu mendadak gugup dan mencoba untuk melepaskan diri dari pelukan kekasihnya itu.


Zidane yang mendengar itu, seketika terdiam. dan tak lama berselang, laki-laki itu memasang wajah khawatir dan juga sedih sama Seperti yang diperlihatkan oleh wajah Asmirandah.

__ADS_1


"sabar ya Sayang, Abang akan berusaha buat kita bersatu kembali apapun resiko yang akan Abang hadapi."ucap Zidane dengan raut wajah bersungguh-sungguh Seraya menangkap kedua tangannya tepat di wajah cantik wanita itu.


Asmirandah yang mendengar itu, seketika mengganggukan kepala Seraya mengulas senyum manis. kemudian, mereka berdua sama-sama keluar dari kafe itu. dan tanpa diketahui oleh keduanya, ada sepasang mata yang memperhatikan gerak-gerik mereka.


"ternyata memang benar mereka telah menjalin hubungan diam-diam di belakangku. akan aku pastikan, mereka tidak akan pernah bersatu. karena sampai kapanpun juga, Zidane adalah milikku. dan Selamanya, akan seperti itu."ucap orang itu mengeram kesal. siapa lagi orangnya jika bukan Naomi.


Wanita itu memang telah menghilang dari kehidupan Zidane dan juga Asmirandah. namun sebenarnya, wanita itu tidak benar-benar menghilang dari kehidupan keduanya.


Karena semenjak keluar dari rumah kedua orang tuanya, Naomi tidak lagi bersama dengan Yudha. mereka berdua memutuskan untuk pisah secara diam-diam. karena jika mereka mengatakan keinginannya itu, akan langsung ditentang oleh keluarga masing-masing.


Setelah selesai mengamati dua orang itu, Naomi memutuskan untuk pergi dari sana. tanpa disengaja, pergerakan dari wanita itu tertangkap oleh pandangan mata dari Asmirandah. membuat wanita cantik itu, seketika menyipitkan kedua matanya saat tidak sengaja melihat pergerakan dari wanita itu.


"itu bukannya kak Naomi?"tanya Asmirandah pada Zidane yang memang masih berada di sana.


"mungkin saja kamu salah lihat. lebih baik, kita segera pulang saja dari sini."setelah mengatakan hal itu, Zidane segera menarik kedua tangan kekasihnya untuk segera pulang ke rumah. karena laki-laki itu, juga akan melakukan hal yang sama.


"kamu hati-hati. nanti setelah sampai rumah, tolong kabari aku."Zidane berpesan pada kekasihnya itu. yang hanya dijawab anggukan kepala dan juga senyuman manis dari si empunya.


Setelahnya mobil yang telah dipesan oleh wanita itu melaju dengan kencang membawa tubuhnya untuk pulang ke rumah. tak membutuhkan waktu lama, karena Asmirandah telah berada tepat Di pelataran rumah kedua orang tuanya.


"kamu dari mana sayang?"Asmirandah terjingkat saat mendengar pertanyaan dari ibunya yang begitu tiba-tiba.


"Bunda, ngagetin aja!"ucap Asmirandah sedikit merengut kepada wanita yang berjasa melahirkannya itu. membuat Chelsea yang mendengar itu, seketika tertawa kecil.

__ADS_1


"kamu dari mana sayang?"tanya wanita paruh baya itu sekali lagi dengan raut wajah serius. karena memang, Asmirandah tidak berpamitan padanya saat hendak keluar tadi.


Sontak saja hal itu membuat Asmirandah yang mendengarnya, gelagapan."emmm a... aku, aku dari...."ucapan Asmirandah terhenti saat mendengar penuturan seseorang yang berada tepat di belakangnya.


"Dia baru saja menemui Zidane."sahut Naomi dengan cepat. membuat Chelsea dan juga Asmirandah yang mendengar itu, seketika menoleh ke arah sumber suara.


Sontak saja, Asmirandah segera membulatkan kedua matanya. dan tak lama berselang, hatinya ketar-ketir. dan mengingat tentang orang yang ia lihat itu.


"berarti benar apa yang aku lihat itu."gumam Asmirandah pada dirinya sendiri.


"sayang, apa benar yang dikatakan oleh kakakmu itu?"tanya Chelsea menatap ke arah Putri bungsunya itu dengan tatapan yang sangat lekat dan juga sarat akan intimidasi.


"emmm i.. itu tidak benar Bunda. Mana mungkin, aku berani menemui Bang Zidane."Asmirandah berkilah.


Untuk pertama kalinya, Asmirandah melakukan kebohongan kepada wanita paruh baya yang menyandang sebagai ibu kandungnya itu. karena seumur hidupnya, wanita cantik itu tidak pernah melakukan hal itu. ini adalah kali pertamanya, Asmirandah melakukan kebohongan kepada Chelsea.


Tentu saja jawaban dari Asmirandah itu, membuat Naomi yang melihat itu, merasa tidak percaya. bahwa adik yang sangat penurut dan juga sangat jujur itu, mampu melakukan hal yang sedemikian rupa terhadap wanita yang telah melahirkan mereka.


"jangan percaya dengan ucapannya. aku melihat sendiri, dia keluar dari dalam cafe dengan mesra bersama dengan Zidane."Naomi berusaha keras untuk meyakinkan Bundanya itu atas ucapannya.


"apakah kamu memiliki bukti?"tanya Asmirandah menatap tajam ke arah wanita yang berstatus sebagai kakak kandungnya itu. dan perlu kalian tahu, ini juga kali pertamanya Asmirandah melakukan perlawanan terhadap wanita itu.


Tentu saja hal itu membuat Naomi yang mendengarnya, semakin menganga tidak percaya. tak lama berselang, wanita itu juga merutuki kebodohannya. karena tidak sempat mengambil bukti ataupun video saat adiknya itu bersama dengan Zidane.

__ADS_1


"kenapa kau bodoh sekali Naomi?"tanya wanita itu dalam hatinya


__ADS_2