Ditikung Kakak Kandung

Ditikung Kakak Kandung
Bab 173


__ADS_3

Sementara itu di kediaman keluarga Peter, terlihat seorang wanita paruh baya yang masih menatap tajam ke arah wanita yang berada di atas tempat tidur. siapa lagi orang itu jika bukan Celine. sementara wanita yang ada di atas tempat tidur itu, adalah Naomi.


"hei bangunlah apa kau tidak ingin membalas dendam? kenapa kamu masih tertidur pulas?"tanya wanita itu Seraya menepuk-nepuk bahu Kakak dari Asmirandah itu. namun laki-laki usahanya nihil. karena Naomi, belum membuka matanya sampai saat ini.


Tentu saja hal itu membuat Celine merasa sangat frustasi. karena wanita paruh baya itu, sudah terlanjur merancang berbagai usulan untuk membalaskan rasa sakit hatinya pada Asmirandah. dan wanita itu membutuhkan bantuan Naomi untuk melaksanakan niatnya itu.


Tiba-tiba saja disaat wanita paruh baya itu masih asik mengoceh, Celine merasakan pergerakan dari wanita yang masih terbaring di atas tempat tidur itu. tanpa pikir panjang lagi, wanita paruh baya itu segera memanggil dokter keluarga mereka untuk memeriksa keadaan dari mantan menantunya itu.


"bagaimana?"tanya wanita itu dengan raut wajah tidak sabar karena sudah merasa gema sendiri dengan kondisi saat ini.


"sebentar lagi dia akan sadar."wajah Celine seketika berbinar saat mendengar penuturan dari dokter keluarganya itu.


Setelah kepergian dari dokter itu, Celine kembali terduduk di samping tubuh Naomi. dan tak lama berselang, kedua mata dari wanita itu, mulai terbuka.


"akhirnya kau sadar juga."ujar Celine Soraya menyilangkan tangannya di depan dada. membuat Naomi yang masih setengah sadar, mencoba untuk bangkit dan menggelengkan kepalanya karena merasakan pusing yang luar biasa.


"kau!"tunjuk Naomi pada wanita paruh baya itu. yang justru malah disambut dengan senyuman oleh wanita itu.


"bagaimana apakah sudah cukup tidur panjangnya?"tanya Celine berbasa-basi Seraya menatap sinis ke arah wanita itu.


"apa yang terjadi padaku?"tanya wanita itu dengan raut wajah kebingungan. karena seingatnya, terakhir kali dirinya terjatuh di sebuah jurang karena didorong oleh Jordan.


Mengingat akan hal itu, tangan dari Naomi seketika terkepal kuat. amarahnya gini meluap-luap.

__ADS_1


"tenanglah aku akan membantumu untuk menghancurkan mereka."tiba-tiba saja Celine berkata seperti itu. Naomi yang mendengar itu seketika menoleh ke arah sumber suara dengan alis terangkat.


"sebaiknya kau istirahat. karena aku, akan menyusun rencana untuk mulai menyerang mereka."setelah mengatakan hal itu, Celine segera pergi dari sana.


Sementara Naomi yang masih berada di atas tempat tidur, seketika tersenyum miring. "rupanya kau ingin bermain-main denganku Jordan. akan aku tunjukkan bagaimana sifatku sebenarnya!" gumam wanita itu penuh dengan kilatan amarah. setelahnya kembali berbaring untuk mengistirahatkan tubuhnya kembali.


****


Sementara itu di tempat lain, terlihat Zidane yang baru saja keluar dari dalam pusat perbelanjaan bersama dengan Putra kesayangannya dan ditemani oleh ibu kandungnya. terlihat mereka begitu bahagia karena bisa membawa Haidar berjalan-jalan untuk pertama kalinya.


Tentu saja hal itu membuat bocah kecil berusia satu setengah tahun itu begitu bahagia. bahkan sesekali, Haidar akan melompat-lompat karena saking girangnya. sementara Zidane dan juga Ajeng yang melihat itu, hanya dapat tertawa.


Mereka berdua merasa begitu bahagia karena dapat membahagiakan bocah kecil itu. walaupun dengan kondisi sembunyi-sembunyi seperti ini. Bahkan, mereka harus menggunakan topeng kulit untuk menyamarkan identitas ketiganya.


Mereka bertiga kembali berjalan-jalan menyusuri pusat perbelanjaan itu dengan begitu riangnya. tadi karena Haidar tidak berhenti-hentinya menangis, Zidane dan juga Ajeng membujuk untuk membawanya berjalan-jalan. karena mereka, sedikit kewalahan saat mencoba untuk membujuk bocah kecil itu.


***


Sementara itu di kediaman keluarga Prakoso, terlihat Tiara tengah memberikan minuman racikannya pada Elvio di ruang keluarga. karena memang di sana, tidak ada keluarga yang lain semuanya telah sibuk dengan urusannya masing-masing termasuk juga dengan Oma Keisha dan Opa Galang.


"jika kalian berani melaporkan hal ini pada inti keluarga Prakoso, maka kalian akan menanggung akibatnya sendiri. paham kalian?!"tanya wanita itu Seraya menatap nyawang ke arah para pekerja di rumah Prakoso.


Mereka semua seketika menganggukkan kepala dengan ekspresi wajah takut yang luar biasa.

__ADS_1


"sekarang, buatkan minuman pada bayi sialan ini!"ucap Tiara Seraya menunjuk ke arah Elvio yang masih menangis.


"mi... minuman apa?!"tanya salah seorang pelayan dengan nada terbata-bata dan juga raut wajah kebingungan.


Sontak saja hal itu membuat Tiara yang mendengarnya, berdecak kesal. "ck, kasih dia minuman rendaman air beras. masak hingga mendidih. dan setelah itu, berikan padanya."ucapnya Seraya menunjuk ke arah Elvio yang masih terbaring di atas kursi.


Kedua mata para pelayan itu seketika membulat sempurna. mereka sungguh sangat terkejut karena mendapatkan sebuah fakta. di mana selama ini, penerus dari keluarga Prakoso tidak dirawat dengan baik dan juga asal-asalan. jika mereka memiliki keberanian yang besar, mereka pasti akan langsung mengadu pada sesepuh keluarga itu.


Tapi sayangnya, mereka sama sekali tidak memiliki nyali untuk mengatakannya. karena jika hal itu sampai terjadi, Bukan hanya mereka yang terancam melainkan keluarga mereka juga ikut berada di dalam ancaman.


"a.. apakah itu tidak berbahaya?"tanya salah seorang dari mereka dengan ekspresi wajah takut-takut.


"tidak usah banyak bicara cepat lakukan itu!"teriak Tiara dengan suara yang begitu menggelegar. hingga membuat mereka semua, melangkah mundur karena merasa begitu terkejut.


"diam kau bayi sialan!"hardik Tiara pada Elvio. dan sesekali, akan mencubit lengan bayi mungil itu.


Membuat para pelayan itu, seketika histeris luar biasa mereka sama sekali tidak menyangka jika Tiara akan berbuat sampai sejauh itu. dan karena tidak ingin melihat bayi malang itu tersiksa kembali, salah satu dari mereka segera membuatkan 'minuman'sesuai dengan perintah Tiara.


Setelah beberapa saat kemudian, pelayan itu datang tergopoh-gopoh untuk menghampiri wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu. dan tanpa pikir panjang lagi, Tiara segera memberikan 'minuman'itu pada Elvio.


Semua orang yang ada di sana seketika memalingkan wajahnya karena tidak kuasa melihat penderitaan dari bayi malang itu. bahkan tak jarang, mereka akan mengusap air mata dengan tubuh bergetar karena sungguh merasa nyeri di hati masing-masing menyaksikan semuanya.


Sementara Tiara sendiri, wanita itu memutuskan untuk memejamkan mata Seraya mendengarkan sebuah lagu yang diputar dari dalam ponselnya.

__ADS_1


Untuk sejenak, wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu bisa bernafas dengan lega karena bisa melakukan semua hal tanpa harus merasa takut ketahuan oleh orang rumah karena mereka sedang tidak ada di tempat yang sama.


__ADS_2